p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teologi Rahmat
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERGESERAN RASA HORMAT ANAK TERHADAP ORANG TUA DI KOTA SURABAYA Tonny Wijono; Sukanda Wijaya; Ferdy Anthonius; Maja Putera Karniawan; Daulat Marulitua Tambunan
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa hormat anak kepada orang tua merupakan nilai luhur yang diwariskan turun-temurun dalam budaya Indonesia. Namun, perubahan sosial, globalisasi, dan perkembangan teknologi digital di kota besar seperti Surabaya telah mengubah pola komunikasi keluarga dan cara generasi muda memaknai otoritas. Penelitian ini bertujuan menelaah faktor penyebab, bentuk pergeseran, serta dampak menurunnya rasa hormat anak kepada orang tua. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa dominasi media sosial, pola asuh permisif, berkurangnya kedekatan emosional, lingkungan pergaulan, serta melemahnya peran sekolah dan komunitas sebagai penguatan nilai, menjadi faktor penting pergeseran. Dari sisi psikologi perkembangan, teori Erikson, Piaget, dan Watson membantu menjelaskan proses pembentukan sikap hormat melalui identitas, penalaran moral, dan pembiasaan perilaku. Dalam perspektif agama, nilai pengabdian pada orang tua dipahami sebagai wujud cinta kasih; karena itu, pemulihan rasa hormat perlu diarahkan pada kesadaran, empati, dan komunikasi yang sehat. Penelitian ini diharapkan memberi masukan bagi keluarga, pendidik, dan masyarakat untuk menanamkan kembali nilai hormat secara relevan di era digital.
KAJIAN PENDIDIKAN KRISTEN MENGENAI HUKUM KASIH KEPADA ALLAH DAN SESAMA MANUSIA MENURUT MATIUS 22:37-40 BAGI PENGEMBANGAN KARAKTER REMAJA GEREJA MASA KINI John Virgil Marthen Milla; Operahmat Halawa; Daulat Marulitua Tambunan
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendidikan Kristen dalam pengembangan karakter remaja gereja saat ini melalui pemahaman terhadap hukum kasih terhadap Allah dan sesama manusia sebagaimana tercantum dalam Kitab Matius 22:37-40. Dengan latar belakang perkembangan zaman yang membutuhkan perspektif baru terhadap nilai-nilai agama, kajian ini mencoba untuk menawarkan pandangan yang relevan dan aplikatif. Metode yang digunakan meliputi analisis teks Alkitab, tinjauan literatur, dan penelitian kualitatif untuk menyelidiki implikasi hukum kasih dalam konteks kehidupan remaja gereja masa kini. Hasilnya menunjukkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap prinsip-prinsip kasih tersebut dapat membentuk karakter remaja yang bertanggung jawab dan beretika. Dengan demikian, kesimpulannya adalah bahwa pendidikan Kristen yang berfokus pada hukum kasih memiliki potensi besar untuk membentuk generasi muda yang menjadi teladan dalam kasih kepada Allah dan sesama manusia.
MENDORONG GENERASI MUDA UNTUK MENJADI AGEN PERDAMAIAN MELALUI PENDIDIKAN, KOLABORASI, DAN AKSI NYATA BERBASIS KEADILAN SOSIAL Hall Kell Then; Nathaniel Keith Polim; Agustinus Vincent Hermawan; Nicholas Aurelius Syahputra; Darren Abner Surjadi; Forenzo Vittorio; Delson Giovan Gori; Daulat Marulitua Tambunan; Febrina Nadelia
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan global seperti ketidakadilan sosial, intoleransi, dan konflik menegaskan kebutuhan mendesak bagi generasi muda untuk menjadi agen perdamaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi generasi muda dalam mempromosikan keadilan dan perdamaian melalui pendidikan karakter, nilai-nilai agama, dan program pembelajaran berbasis proyek, seperti Youth for Peace. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap peserta muda, penelitian menemukan bahwa kesadaran tentang keadilan dan perdamaian sudah ada, tetapi implementasinya masih terbatas akibat rendahnya keterlibatan sosial, disinformasi, dan pengaruh media digital. Integrasi pendidikan moral, agama, dan literasi digital dapat memperkuat kapasitas generasi muda untuk bertindak secara bertanggung jawab dan kolaboratif dalam mempromosikan perdamaian. Temuan ini menekankan bahwa dengan dukungan program pendidikan dan inisiatif sosial yang terstruktur, generasi muda memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada masyarakat yang adil, inklusif, dan harmonis. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan organisasi masyarakat dalam mengembangkan program generasi muda yang menumbuhkan berpikir kritis, kolaborasi, dan tindakan etis.