Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Optimalisasi Dukungan Pesawat Angkut Berat C-130 Skadron Udara 32 Dalam Operasi Logistik Satgas TNI AD Kodam V/Brawijaya di Wilayah Pegunungan Papua Andang Rohiman; Sigit Purwanto; Jimmy Veni Tokio Tiwow
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8920

Abstract

Operasi logistik militer di wilayah Pegunungan Papua memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena dipengaruhi oleh kondisi geografis pegunungan, keterbatasan akses darat, keterbatasan infrastruktur penerbangan, dinamika cuaca, serta kebutuhan distribusi logistik yang cepat dan aman bagi satuan tugas TNI AD. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dukungan pesawat angkut berat C-130 Skadron Udara 32 saat ini, mengidentifikasi hambatan operasi logistik di wilayah Pegunungan Papua, serta merumuskan optimalisasi strategi dukungan C-130 ke depan bagi Satgas TNI AD Kodam V/Brawijaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, analisis dokumen, dan matriks SWOT/TOWS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan C-130 masih dominan bertumpu pada pola air landing ke bandara atau pangkalan yang memenuhi syarat operasi, sementara kemampuan air dropping, evakuasi medis udara, dan integrasi logistik lintas matra belum sepenuhnya optimal. Hambatan utama mencakup medan pegunungan, cuaca, keterbatasan bandara, kesiapan pesawat, keterbatasan alat penerjunan, kekurangan kualifikasi air crew tertentu, serta belum optimalnya SOP dan koordinasi lintas matra. Strategi optimalisasi yang direkomendasikan meliputi pembentukan Joint Air Logistics Cell, penyusunan SOP logistik udara lintas matra, peningkatan kesiapan pesawat dan CDS/LCLA, penguatan latihan terpadu TNI AU-TNI AD, pengembangan hub logistik udara berlapis, dan penerapan prioritas logistik berbasis kebutuhan operasi.
Strategi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI Dalam Penyiapan dan Pembekalan Satgas Force Head Quarter Support Unit (FHQSU) pada Misi PBB UNIFIL Stevanus Piay; Haryo Mustoko; Jimmy Veni Tokio Tiwow
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8825

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang pasukan terbesar dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dan sejak tahun 2008 secara konsisten mengirimkan Satuan Tugas Force Head Quarter Support Unit (FHQSU) sebagai unsur pendukung operasional Markas Besar UNIFIL di Naqoura, Lebanon Selatan. Kualitas penyiapan dan pembekalan personel oleh Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP TNI) menjadi faktor penentu keberhasilan misi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi PMPP TNI dalam penyiapan dan pembekalan Satgas FHQSU serta mengevaluasi efektivitasnya, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap pejabat PMPP TNI, Komandan Satgas FHQSU, dan personel kunci yang diperkuat studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PMPP TNI mencakup seleksi personel berbasis kompetensi multidimensi meliputi kesehatan fisik dan psikologis, profesionalisme teknis, kemampuan bahasa, serta rekam jejak disiplin, yang kemudian dilanjutkan dengan Pre-Deployment Training (PDT) yang mengintegrasikan Core Pre-Deployment Training Material (CPTM) dan Specialized Technical Module (STM) mencakup hukum internasional, hak asasi manusia, kesadaran budaya lokal, latihan simulatif, dan komunikasi multinasional. Meskipun personel FHQSU mampu mempertahankan kinerja yang konsisten, terdapat kesenjangan antara standar ideal dan realitas lapangan pada aspek spesialisasi teknis, kemampuan bahasa, dan adaptasi budaya yang diatasi melalui pelatihan tambahan, pendampingan senior, dan mekanisme After Action Review (AAR). Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sistem pemetaan kompetensi berbasis teknologi informasi serta penguatan evaluasi kinerja yang adaptif guna meningkatkan efektivitas Satgas FHQSU pada misi mendatang.
Strategi Adaptif-Humanis Kontingen Garuda XXXIX-A MONUSCO dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian di Republik Demokratik Kongo Riri Setiawan; Haryo Mustoko; Jimmy Veni Tokio Tiwow
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8851

Abstract

Republik Demokratik Kongo merupakan salah satu wilayah konflik paling kompleks di dunia, dengan lebih dari 120 kelompok bersenjata dan jutaan pengungsi internal. Pascaserangan terhadap penjaga perdamaian di Semuliki pada 2017, Indonesia ditunjuk sebagai kontingen pengganti melalui Batalyon Gerak Cepat XXXIX-A MONUSCO di Provinsi Tanganyika. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran, tantangan, dan strategi Kontingen Garuda dalam pemeliharaan perdamaian di Kalemie. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus melalui wawancara terhadap lima informan kunci, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dianalisis menggunakan model interaktif Miles-Huberman-Saldaña serta divalidasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan Kontingen Garuda menjalankan peran multidimensional sebagai fasilitator perdamaian humanis, menghadapi tantangan multidimensi, dan menerapkan strategi adaptif-humanis. Kebaruan penelitian terletak pada perumusan model strategi adaptif-humanis khas Indonesia melalui prinsip "5S" dan mekanisme after-action review yang menjadikan strategi efektif sekaligus berkelanjutan.
Strategi Adaptif-Kolaboratif Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan dalam Mencegah Kejahatan Lintas Batas di Perbatasan Republik Indonesia–Malaysia, Kalimantan Barat Rizal Fadly; Haryo Mustoko; Jimmy Veni Tokio Tiwow
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8876

Abstract

Kawasan perbatasan Republik Indonesia–Malaysia di Kalimantan Barat merupakan koridor strategis sekaligus rawan yang dimanfaatkan untuk penyelundupan narkotika, barang ilegal, perdagangan orang, perlintasan nonprosedural, serta pemanfaatan jalur tikus oleh jaringan kriminal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi operasional Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas), mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan merumuskan strategi yang diterapkan guna mencegah kejahatan lintas batas. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap unsur Satgas Pamtas, pemerintah daerah, Polri, Bea Cukai, PLBN, dan masyarakat perbatasan di Entikong dan Jagoi Babang, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan Satgas Pamtas memiliki kesiapan operasional dan hubungan sosial yang baik, tetapi masih terkendala keterbatasan personel, teknologi pengawasan, pos, dan logistik di tengah medan sulit serta jaringan transnasional yang semakin adaptif. Strategi yang diterapkan memadukan patroli berlapis, operasi gabungan, deteksi dini berbasis intelijen, pembinaan teritorial, pelibatan masyarakat, dan teknologi seperti drone, CCTV, serta komunikasi terpadu. Penelitian menyimpulkan model pengamanan yang adaptif, kolaboratif, berbasis teknologi, dan berorientasi masyarakat, dengan Satgas Pamtas sebagai instrumen pertahanan sekaligus aktor stabilisasi sosial, ketahanan wilayah, dan collaborative border governance.