Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Gizi Digital Sahabat Bunda Terhadap Pengetahuan Ibu Dan Perilaku Konsumsi Balita Usia 6–23 Bulan) (Studi di Desa Matang Lurus Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Habang) Helnida Wati; Faturrahman; Aprianti; Siti Mas'Odah
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 3 (2026): JKRI - Februari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi pada balita masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang berdampak pada tumbuh kembang anak, khususnya pada usia 6–23 bulan. Pengetahuan ibu memiliki peran penting dalam menentukan praktik pemberian makan dan perilaku konsumsi balita. Edukasi gizi digital merupakan salah satu strategi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan mendorong perbaikan perilaku konsumsi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi digital Sahabat Bunda terhadap pengetahuan ibu dan perilaku konsumsi balita usia 6–23 bulan di Desa Matang Lurus, Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanah Habang, Kabupaten Balangan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest–posttest pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu yang memiliki balita usia 6–23 bulan, terdiri dari 15 ibu pada kelompok intervensi dan 15 ibu pada kelompok kontrol. Intervensi berupa edukasi gizi digital Sahabat Bunda diberikan selama 30 hari. Pengetahuan ibu diukur menggunakan kuesioner, sedangkan perilaku konsumsi balita dinilai melalui recall konsumsi pangan 24 jam berdasarkan indikator Minimum Dietary Diversity (MDD). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu dan perbaikan perilaku konsumsi balita setelah pemberian edukasi gizi digital. Analisis statistik menunjukkan bahwa edukasi gizi digital Sahabat Bunda berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan ibu dan perilaku konsumsi balita usia 6–23 bulan.
Determinan Kejadian Tengkes Pada Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus Di Desa Batuah Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru Maulany; Aprianti; Meilla Dwi Andrestian; Sajiman
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.923

Abstract

Tengkes/Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih banyak ditemukan pada masyarakat adat yang tinggal di wilayah terpencil. Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus merupakan kelompok rentan terhadap tengkes akibat keterbatasan akses pangan, layanan kesehatan, serta pola asuh yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Determinan Kejadian Tengkes pada Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus di Desa Batuah Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 balita usia 0–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen meliputi riwayat infeksi, asupan energi dan protein, pola asuh, serta akses layanan kesehatan. Variabel dependen adalah kejadian tengkes berdasarkan indikator TB/U menurut standar WHO. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat infeksi (p < 0,001), asupan energi (p < 0,001), asupan protein (p < 0,001), dan pola asuh (p < 0,001) dengan kejadian tengkes. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara akses layanan kesehatan dengan kejadian tengkes (p = 1,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor asupan gizi, riwayat infeksi, dan pola asuh memiliki peran penting terhadap kejadian tengkes pada balita di komunitas Dayak Pegunungan Meratus.
Hubungan MPASI dan Imunisasi Dasar Lengkap dengan Kejadian Balita Wasting Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Timur Amelia Rahmah; Aprianti; Mahpolah; Ermina Syainah
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.938

Abstract

Wasting merupakan salah satu bentuk malnutrisi akut pada balita yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada usia 6–23 bulan. Praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak sesuai serta ketidaklengkapan imunisasi dasar diduga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya wasting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan praktik pemberian MP-ASI dan kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian wasting pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur. Sampel sebanyak 78 balita terdiri dari 39 balita wasting (kasus) dan 39 balita dengan status gizi normal (kontrol) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara menggunakan kuesioner terkait praktik MP-ASI, serta penelusuran buku KIA dan rekam medis untuk status imunisasi dasar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita wasting menerima MP-ASI yang tidak sesuai (79,5%) dan memiliki status imunisasi dasar tidak lengkap (71,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara praktik pemberian MP-ASI dan kejadian wasting (p = 0,001; OR = 2,1), serta antara kelengkapan imunisasi dasar dan kejadian wasting (p = 0,001; OR = 1,9). Praktik pemberian MP-ASI yang tidak sesuai dan ketidaklengkapan imunisasi dasar berhubungan signifikan dengan kejadian wasting pada balita usia 6–23 bulan.