p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sains Medisina
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Determinan Kejadian Tengkes Pada Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus Di Desa Batuah Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru Maulany; Aprianti; Meilla Dwi Andrestian; Sajiman
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.923

Abstract

Tengkes/Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih banyak ditemukan pada masyarakat adat yang tinggal di wilayah terpencil. Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus merupakan kelompok rentan terhadap tengkes akibat keterbatasan akses pangan, layanan kesehatan, serta pola asuh yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Determinan Kejadian Tengkes pada Balita Suku Dayak Pegunungan Meratus di Desa Batuah Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 balita usia 0–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen meliputi riwayat infeksi, asupan energi dan protein, pola asuh, serta akses layanan kesehatan. Variabel dependen adalah kejadian tengkes berdasarkan indikator TB/U menurut standar WHO. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat infeksi (p < 0,001), asupan energi (p < 0,001), asupan protein (p < 0,001), dan pola asuh (p < 0,001) dengan kejadian tengkes. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara akses layanan kesehatan dengan kejadian tengkes (p = 1,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor asupan gizi, riwayat infeksi, dan pola asuh memiliki peran penting terhadap kejadian tengkes pada balita di komunitas Dayak Pegunungan Meratus.
Hubungan Pola Konsumsi Lemak, Natrium, Serat, Dan Tingkat Stress Pada Penderita Hipertensi Usia Produktif Studi Di UPT Puskesmas Anjir Muara Milawati; Sajiman; Yasir Farhat; Meilla Dwi Andrestian
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.928

Abstract

Hipertensi pada usia produktif merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor perilaku dan psikologis. Data masalah yang ada di UPT Puskesmas Anjir Muara terjadi peningkatan kasus dari 714 menjadi 1502 kasus tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola konsumsi lemak, natrium, serat, serta tingkat stres pada penderita hipertensi  usia produktif di wilayah kerja UPT Puskesmas Anjir Muara. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan rancangan case control dengan metode wawancara menggunakan kuesioner pada responden kasus dan kontro, dengan uji chi square.Responden memiliki pola konsumsi lemak dan natrium yang sering, masing-masing sebesar 60,8% dan 57,0%. Konsumsi serat juga relatif sering 52,7%. Tingkat stres sebagian besar berada pada kategori sedang  yaitu 92,5%, sedangkan stres tinggi sebesar 7,5%. Hasil uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara konsumsi lemak (p=0,024; OR=0,505) dan tingkat stres dengan hipertensi (p=0,001; OR=14,950). Sementara konsumsi natrium (p=0,300; OR=1,422) dan serat (p=0,078; OR=0,594) tidak menunjukkan hubungan signififikan. Berdasarkan hasil penelitian ini menegaskan bahwa konsumsi lemak tinggi dan stres merupakan faktor dominan dalam peningkatan risiko hipertensi, sehingga pengendalian pola makan dan manajemen stres direkomendasikan sebagai strategi pencegahan. Disarankan kepada masyarakat untuk mengurangi konsumsi lemak, mengelola stres dengan baik, serta meningkatkan konsumsi serat. Pihak puskesmas diharapkan dapat memberikan edukasi rutin mengenai gizi seimbang dan deteksi dini hipertensi.
Hubungan Kebiasaan Makan, Pengetahuan Gizi, Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Overweight Pada Remaja (Studi di SMAN 2 Martapura) Aisya Amalia; Rosihan Anwar; Meilla Dwi Andrestian; Rusmini Yanti
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.992

Abstract

Overweight menjadi masalah gizi yang semakin meningkat pada remaja dan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental jangka panjang. Prevalensi overweight di wilayah Kabupaten Banjar pada tahun 2024 menunjukkan angka yang signifikan, dengan beberapa sekolah seperti SMAN 2 Martapura memiliki persentase remaja dengan status gizi lebih mencapai 25,3%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja di SMAN 2 Martapura. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan November 2025 di SMAN 2 Martapura, Kabupaten Banjar. Jumlah responden sebanyak 97 remaja yang terdiri dari remaja dengan status gizi overweight dan status gizi normal. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup karakteristik responden, pola makan, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan, pengetahuan gizi, maupun aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja. Meskipun demikian, remaja dengan pola makan yang kurang baik, pengetahuan gizi yang terbatas, serta tingkat aktivitas fisik yang rendah tetap memiliki risiko mengalami overweight, meskipun secara statistik hubungan tersebut tidak signifikan. Diperlukan upaya peningkatan kesadaran dan edukasi mengenai pola makan sehat, gizi seimbang, serta pentingnya aktivitas fisik secara teratur bagi remaja, untuk menjaga status gizi yang optimal dan mencegah risiko overweight di masa depan.
Pengaruh Formulasi Daun Kelor Terhadap Organoleptik Dan Mutu Kimia Permen Gummy Sari Kacang Nagara, Alternatif Kudapan Pencegah Tengkes Tiara Salsabiila Alfiani; Meilla Dwi Andrestian; Ermina Syainah
Sains Medisina Vol 4 No 6 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i6.1576

Abstract

Tengkes pada balita menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi tinggi. Protein dan kalsium merupakan zat gizi yang berperan dalam mendukung pertumbuhan serta pemeliharaan jaringan tubuh balita. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menganalisis pengaruh penambahan sari kacang tunggak dan serbuk daun kelor terhadap mutu organoleptik serta mutu kimia permen gummy sebagai alternatif kudapan pencegah tengkes. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan rancangan posttest-only control group. Kelompok penelitian terdiri dari kontrol (P0) dan tiga kelompok perlakuan dengan variasi konsumsi sari kacang tunggak dan serbuk daun kelor, yaitu P1 (90%:10%), P2 (85%:15%), dan P3 (80%:20%). Data yang dikumpulkan meliputi mutu organoleptik menggunakan hedonic scale serta mutu kimia yang mencakup kadar protein, kalsium, dan kadar air, kemudian dianalisis menggunakan uji Friedman dan Independent Samples T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik yang diterima responder adalah P1, meskipun daya terima tertinggi pada indikator warna (93,4%), tekstur (76,7%) tetap berada pada kelompok kontrol (P0). Analisis statistik menunjukkan, pengaruh penambahan kacang tunggak dan serbuk daun kelor terhadap warna, aroma, tekstur, rasa (p=0,000). Selain itu, terdapat pengaruh signifikan peningkatan kadar protein (p=0,016),kalsium (p=0,000), dengan nilai pada P1 mencapai protein 13,33%, kalsium 0,20%, kadar air 35,52%. Berdasarkan hasil penelitian, permen gummy berpotensi menjadi alternatif kudapan bergizi pencegah tengkes. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memodifikasi formulasi untuk mengurangi aroma langu serta rasa sisa (after taste) pada produk agar daya terimanya maksimal.
Pengaruh Formulasi Pure Ikan Lele Dan Tepung Kacang Merah Terhadap Daya Terima Dan Mutu Kimia Stik Lekara Susan Ariyanti; Zulfiana Dewi; Meilla Dwi Andrestian
Sains Medisina Vol 4 No 6 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i6.1583

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi. Protein dan zat besi merupakan zat gizi mikro dan makro yang berperan penting dalam mencegah kedua kondisi tersebut serta mengurangi risiko komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menganalisis pengaruh substitusi puree ikan lele dan tepung kacang merah terhadap mutu organoleptik serta mutu kimia stik lekara sebagai alternatif camilan tambahan bagi ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan rancangan posttest-only control group. Kelompok penelitian terdiri dari kontrol (P0) dan tiga kelompok perlakuan dengan variasi substitusi puree ikan lele dan tepung kacang merah, yaitu P1 (60:10:30), P2 (60:15:25), dan P3 (60:20:20). Data yang dikumpulkan meliputi mutu organoleptik serta mutu kimia yang mencakup kadar proksimat (air, abu, protein, lemak, karbohidrat) dan kadar zat besi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik yang diterima adalah P1. Karakteristik kimia pada formula terbaik (P1) memiliki kadar air 2,57%, abu 0,98%, protein 10,05%, lemak 40,93%, karbohidrat 24,71%, dan zat besi sebesar 182,93 mg/kg, sedangkan kelompok kontrol (P0) memiliki kadar air 1,76%, abu 0,52%, protein 8,46%, lemak 31,19%, karbohidrat 42,71%, dan zat besi sebesar 173,79 mg/kg. Berdasarkan hasil penelitian, stik "Lekara" berpotensi menjadi alternatif kudapan praktis tinggi protein dan zat besi untuk membantu mengatasi KEK dan anemia pada ibu hamil.