Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat melalui Hilirisasi Jagung Lokal menjadi Tepung Jagung Kaya Serat sebagai Ingredient Pangan Fungsional Faizah Faizah; Ajeng Kurniawati; Nurul Latifasari; Aminatus Saadah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/yn1gc284

Abstract

Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas merupakan salah satu sentra produksi jagung yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi hasil pertanian. Namun, sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk jagung pipilan sehingga nilai tambah komoditas belum dimanfaatkan secara optimal. Selain keterbatasan peralatan pengolahan, rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai teknik pengolahan jagung menjadi tepung menjadi salah satu kendala dalam pengembangan produk pangan berbasis jagung. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hilirisasi jagung lokal menjadi tepung jagung kaya serat sebagai ingredient pangan fungsional melalui penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Community Based Participatory Research (CBPR) yang meliputi identifikasi permasalahan, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, praktik pembuatan tepung jagung, serta pendampingan dan evaluasi. Keberhasilan program diukur menggunakan instrumen pretest dan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta terhadap proses pengolahan tepung jagung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa persentase seluruh jawaban benar peserta meningkat dari 76,19% sebelum kegiatan menjadi 95,24% setelah kegiatan. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan, demonstrasi, dan praktik menggunakan teknologi tepat guna efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengolahan tepung jagung sebagai bahan baku produk pangan fungsional. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong hilirisasi jagung lokal, diversifikasi produk pangan, serta peningkatan nilai tambah komoditas jagung di Desa Karanggintung.
Diversifikasi Ekonomi Melalui Pembuatan Produk Minuman Fungsional Kombucha Sebagai Upaya Peningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Datar Ajeng Dyah Kurniawati; Faizah Faizah; Nurul Latifasari; Adanti Wido Paramadini; Aminatus Saadah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/94et7705

Abstract

Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas memiliki potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk pangan fungsional bernilai ekonomi. Namun, pemanfaatan komoditas lokal masih terbatas karena rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan produk fermentasi dan peluang pengembangannya sebagai usaha. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna dalam pembuatan minuman fungsional kombucha sebagai upaya diversifikasi ekonomi. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Community Based Participatory Research (CBPR) yang meliputi sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, praktik pembuatan kombucha, serta pendampingan kepada anggota PKK Desa Datar. Keberhasilan program dievaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 11,43% sebelum pelatihan menjadi 100% setelah pelatihan. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang mengombinasikan penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai teknik pengolahan kombucha, penerapan keamanan pangan, serta potensi kombucha sebagai produk bernilai ekonomi. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong diversifikasi ekonomi berbasis potensi lokal melalui pengembangan usaha kombucha yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Datar.
Integrasi Edukasi Kesehatan Berbasis Multimedia dan Produksi Kombucha Lokal untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Muntang Adanti Wido Paramadini; Dasril Aldo; Faizah Faizah; Aminatus Sa'adah; Dedy Agung Prabowo; Hanief Taqiyuddien Adz-Dzaky An-Naayif; Laksmi Dwi Oktavia; Carlita Wahyu Briliana; Luciana Salsabila; Muhammad Nafal Fiqrian
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2540

Abstract

This community-based program aimed to improve health literacy among residents of Muntang Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency through the integration of multimedia-based health education and the production of locally sourced kombucha as a probiotic product based on village potential. The activities were implemented through several main stages, including community needs analysis, program socialization, development and utilization of multimedia educational media, training on hygienic kombucha production using local ingredients, implementation of digital promotion, mentoring, and sustainability evaluation. The results showed a 70 percent increase in community health literacy based on pre-test and post-test comparisons involving 50 training participants. The program also successfully produced 200 bottles of local kombucha with various flavor variants and improved hygienic production skills, with all participants able to independently apply standard operating procedures. The involvement of village youth in digital promotion contributed to a 50 percent increase in social media activity within three months, while the use of digital educational media engaged 50 active users during the program period. Participant satisfaction surveys yielded an average score of 4.6 on a 5-point scale, categorized as very satisfied. Overall, the program successfully established a community empowerment model based on health literacy and local product innovation that has the potential to be sustainably replicated in other rural communities.ABSTRAKProgram pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga melalui integrasi edukasi kesehatan berbasis multimedia dan produksi kombucha lokal sebagai produk probiotik berbasis potensi desa. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan utama, meliputi analisis kebutuhan masyarakat, sosialisasi program, pengembangan dan pemanfaatan media edukasi multimedia, pelatihan produksi kombucha higienis berbahan lokal, penerapan promosi digital, pendampingan, serta evaluasi keberlanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan literasi kesehatan masyarakat sebesar 70 persen berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test pada 50 peserta pelatihan. Program ini juga berhasil menghasilkan 200 botol kombucha lokal dengan berbagai varian rasa, serta meningkatkan keterampilan produksi higienis masyarakat hingga seluruh peserta mampu menerapkan SOP produksi secara mandiri. Keterlibatan remaja desa dalam promosi digital berdampak pada peningkatan aktivitas media sosial sebesar 50 persen dalam tiga bulan, sementara penggunaan media edukasi digital melibatkan 50 pengguna aktif selama periode program. Survei kepuasan peserta menunjukkan skor rata-rata 4,6 pada skala 5 yang termasuk kategori sangat puas. Program ini berhasil membangun model pemberdayaan masyarakat berbasis literasi kesehatan dan inovasi produk lokal yang berpotensi direplikasi pada komunitas pedesaan lainnya secara berkelanjutan.
Effect of Processing Temperature and Liquid Palm Sugar Concentration on the Physicochemical Characteristics of Adulterated Multifloral Honey Ajeng Kurniawati; Fitranaya Arlian Cintaya Dewi; Faizah Faizah
Journal of Nutrition Explorations Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/jone.v4i3.745

Abstract

The high demand for honey in Indonesia has triggered counterfeiting practices combined with thermal processes, decreasing its quality. While studies on honey adulteration and heating exist, the specific combination using liquid palm sugar remains unexamined. This study aims to analyze the effect of adding liquid palm sugar (0-30% w/w) and heating temperatures (control, 50-90°C) on hydroxymethylfurfural (HMF) levels, water content, and color in multiflora honey. The research used a Randomized Block Design (RBD) with two replications. Data were analyzed statistically using ANOVA, followed by DMRT tests at the α = 5% level if significant effects occurred. The results showed that increasing liquid palm sugar concentration and heating temperature significantly (p < 0.05) reduced honey quality. The HMF content rose from 8.77±0.26 mg/kg in pure honey to 54.25±0.15 mg/kg, exceeding the maximum SNI 8664:2018 limit of 40 mg/kg. Higher heating temperatures significantly decreased water content (p<0.05), whereas liquid palm sugar addition increased the initial water content. Furthermore, honey lightness (L*) decreased with higher temperatures and sugar concentrations; the lowest lightness (L* = 44.75±0.54) and a shifted hue value (from 57.15±1.33° to 54.10±2.32°) occurred at 30% concentration and 90°C, producing darker color. In conclusion, adulteration with liquid palm sugar and thermal treatment significantly affect the quality parameters of multiflora honey.