Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Culturally Responsive Pedagogy in Primary Education: Leveraging Bima Local Wisdom to Foster Student Learning Independence Feni Febrianti; Anisa Ainul Mardiah; May Yati; Badrun Islma; Siti Julaika
JOURNAL OF SOCIETY INNOVATION AND DEVELOPMENT Vol 8 No 1 (2026): JSID: November 2026
Publisher : Winaya Inspirasi Nusantara Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63924/jsid.v8i1.298

Abstract

The paradigm shift toward the Kurikulum Merdeka in Indonesia demands that primary school students develop strong learner autonomy, yet conventional teacher-centered instructions and generic textbooks often fail to engage young learners. This study aims to develop and evaluate an instructional learning module based on local Bima culture designed to enhance the learning independence of fourth-grade elementary school students. Utilizing a research and development framework guided by the five-stage ADDIE framework (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), this study involved 76 fourth-grade students across four elementary schools in the Soromandi sub-district. Data were gathered through expert validation sheets, teacher and student response questionnaires, and a specialized learning independence scale, and subsequently analyzed using descriptive statistics and a paired t-test. The structural validation yielded a material feasibility score of 87% and a media design score of 95%, classifying the module as highly suitable for classroom deployment. User response questionnaires confirmed that the instructional media was exceptionally practical, accessible, and user-friendly for daily classroom activities. Crucially, the paired t-test revealed a highly significant increase in student learning independence following the modular intervention (t= 23.102, p <0.001, df= 39), demonstrating marked improvements in student motivation, classroom initiative, self-confidence, and personal accountability. These findings imply that embedding indigenous cultural artifacts and local wisdom into elementary curricula offers a scalable pedagogical mechanism to foster self-regulated learning habits while preserving unique regional heritage.
Pelatihan Pengembangan Modul Ajar Berbasis Budaya Lokal Bima untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Feni Febrianti; Siti Julaikha; May Yati; Anisa Ainul Mardiah; Dunung Waksito Aji
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): December
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kreasi.v5i3.2018

Abstract

Pendidikan merupakan sarana strategis dalam membentuk karakter dan identitas suatu bangsa. Pendekatan yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam pembelajaran yaitu pendekatan Participatory ActionResearch (PAR). Pendekatan partisipatif yang melibat kanguru secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan, pelatihan, hingga refleksi hasil. Metode ini dipilih untuk memastikan bahwa pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan guru dan dapat digunakan secara langsung dalam praktik pembelajaran. Hasil pretes dan posttes menunjukkan bahwa guru memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik setelah mengikuti pelatihan. Nilai pretest rata-rata sebesar 61,4, sedangkan nilai posttest meningkat menjadi 85,3. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 23,9 poin, atau sekitar 38,9%, yang menegaskan bahwa metode pembelajaran berbasis budaya lokal efektif dalam meningkatkan literasi pedagogik peserta. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat simpulkan bahwa kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan yang didasarkan pada kearifan lokal dapat menjadi pendekatan yang berguna untuk menyediakan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan berakar pada identitas budaya.