Ida M. Hutabarat
Universitas Cendrawasih

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Kompetensi Profesional Guru dalam Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Renhad Pebfrianto Siallagan; Yulius Mataputun; Robert Masreng; Kusdianto Kusdianto; Juliana Waromi; Ida M. Hutabarat
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8252

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi darurat literasi di Kabupaten Lanny Jaya, dengan angka buta aksara mencapai 68,56%, serta tuntutan transformasi pendidikan melalui Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025 yang menekankan pembelajaran mendalam (deep learning). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kompetensi profesional guru dalam mewujudkan pembelajaran bermakna di SMA Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi guru bersertifikat pendidik dengan masa tugas minimal dua tahun, kepala sekolah sebagai pengelola, serta siswa Orang Asli Papua (OAP). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru telah diimplementasikan dengan cukup baik. Guru mampu menguasai materi, mengaitkannya dengan konteks kehidupan siswa, serta menerapkan pembelajaran yang partisipatif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, guru memahami karakteristik dan cara belajar siswa, serta berupaya mengintegrasikan kurikulum secara kontekstual. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta pengembangan keprofesian berkelanjutan telah dilakukan, meskipun masih terbatas oleh fasilitas, akses pelatihan, dan beban administratif. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, komitmen guru, dan kerja sama antar guru. Sementara itu, hambatan utama mencakup keterbatasan sarana, kondisi geografis, dan minimnya pelatihan berkelanjutan. Implementasi kompetensi profesional guru berdampak positif terhadap pembelajaran bermakna, ditandai dengan meningkatnya keterlibatan siswa, pemahaman materi, serta kemampuan mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi profesional guru yang kontekstual dan adaptif berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadi kunci terwujudnya pembelajaran bermakna.
Implementasi Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Budaya Sekolah Suparman Suparman; Yulius Mataputun; C. Tanta; Albaiti Albaiti; Ida M. Hutabarat; Urip Wahyudin
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8255

Abstract

Kompetensi manajerial kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya sekolah yang kondusif, disiplin, dan berkarakter, terutama pada sekolah di wilayah dengan keterbatasan sarana, prasarana, serta kondisi geografis yang menantang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menciptakan budaya sekolah di SMP Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode partisipatif. Subjek penelitian terdiri dari 12 informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat. Instrumen utama adalah peneliti (human instrument) yang didukung pedoman wawancara terstruktur, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, waktu, serta peningkatan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengimplementasikan kompetensi manajerial melalui enam aspek utama. Pertama, perencanaan sekolah dilakukan secara sistematis dan partisipatif dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan. Kedua, penciptaan budaya dan iklim sekolah yang kondusif melalui pembiasaan disiplin, keteladanan, serta penanaman nilai kebersamaan dan tanggung jawab. Ketiga, pengelolaan guru dan staf dilakukan secara optimal melalui pembagian tugas, pembinaan, dan motivasi kerja. Keempat, pengelolaan kurikulum dan pembelajaran diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan. Kelima, pengelolaan sistem informasi dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Keenam, pemanfaatan teknologi informasi digunakan untuk mendukung pembelajaran dan manajemen sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, dan dukungan teknologi, implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah secara umum memberikan kontribusi positif dalam membentuk budaya sekolah yang tertib, harmonis, berkarakter, serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI ERA DIGITALISASI Edison Rumbiak; Petrus Irianto; Robert Masreng; Ida M. Hutabarat; Yulius Mataputun; Diki Kurniawan
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.10080

Abstract

This research aims to analyze the principal's leadership strategies in improving teacher performance in the digitalization era at SMP Negeri 2 Tiom, Lanny Jaya Regency, Highland Papua Province. The focus includes strategies for fostering morale and confidence, providing guidance and direction, the role of modeling, and providing inspiration, as well as identifying supporting factors, inhibitors, and the impact of these strategies. This study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with eight informants (principal, teachers, operator, committee, and students), participant observation, and documentation studies. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the principal implements a "Context-Responsive Digital Leadership" strategy through a humanist and communicative approach to reduce the psychological barriers of teachers in 3T (Frontier, Outermost, and Disadvantaged) regions. Guidance is provided through reflective clinical supervision and internal peer mentoring programs to overcome the limitations of external training. The principal's digital role modeling in school administration serves as a catalyst for teachers to begin adopting technology gradually. The findings identify that the availability of 24-hour electricity since mid-2024 is a primary supporting factor, while internet infrastructure and the 2026 student device restriction policy are significant inhibitors. The implementation of these strategies has a positive impact on increasing teacher discipline and student learning motivation. The study concludes that integrating "Noken" local wisdom values into the school's digital culture strengthens the resilience of educational institutions in remote areas.