Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisisis Kualitatif Reka Teknologi dan Digitalisasi Kesehatan Titik Kusumawinakhyu; Arum Astika Sari; Mustika Retnaningsih
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.017 KB)

Abstract

Masa pandemic Covid-19 berdampak pada semua aspek kehidupan, keterbatasan aktivitas berupa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat inovasi untuk mengatasi keterbatasan. Rumah Sakit Islam Banjarnegara berada di wilayah Jawa Tengah, dan ikut terdampak akibat adanya PPKM. Rumah Sakit Islam Banjarnegara adalah salah satu rujukan pasien Covid-19. Kesiapan semua unsur rumah sakit dipersiapkan agar pasien covid dan pasien umum terlayani dengan baik dengan antisipasi penularan dengan berbagai reka teknologi dan digitalisasi layanan kesehatan, sehingga keamanan pasien lain dan tenaga medis tetap teejaga dari penularan Covid-19. Penelitian bertujuan       mengetahui menganalisa secara kualitatif reka teknologi dan digitalisasi kesehatan di rumah sakit. Jenis penelitian yang diambil adalah diskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan memperhatikan inovasi reka teknologi yang dihasilkan dan digunakan,demografi dari pengguna telemedicine dan reka teknologi di RSI Banjarnegara di saat pandemi. Data diambil di RSI Banjarnegara, wawancara yang pada Direktur Rumah sakit Banjarnegara dan Teknisi Alat Medik secara mendalam, kemudian reduksi data, penyajian data dan ditarik kesimpulan.  Hasil yang merupakan kesimpulan penelitian adalah sudah ada reka teknologi dan digitilisasi di RSI Banjarnegara. Alat yang sudah dihasilkan adalah helm gatot kaca, drone thermal, stetoskop panjang, auto hand hygiene, protoyipe ventilator sederhana, masker uap dan telemedicine. Akan tetapi pencegahan dari COVID-19 tetap dengan kepatuhan akan prokes yaitu 5 M dan vaksinasi.
Review Integrasi Islam dan Kedokteran: Peran Perempuan dalam Tugas Reproduksi dan Tumbuh Kembang Anak Titik Kusumawinakhyu; Sriyanto Sriyanto; Darodjat Darodjat; Zakiyah Zakiyah; Asep Daud Kosasih
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S1 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.559 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14iS1.84

Abstract

Islam dan ilmu kedokteran tidak dapat dipisah-pisahkan, dikarenakan imu kedokteran sangat erat kaitannya dengan penciptaan manusia dan masalah kehidupan. Tujuan artikel ini yaitu kajian integrasi Islam tema reproduksi dan tumbuh kembang anak, dua hal yang dipelajari dalam kedokteran dan dijelaskan kebenarannya di dalam al Qur’an sebelum ada ilmu kedokteran. Metode yang digunakan dalam penyusunan attikel ini adalah studi pustaka, diperoleh dari jurnal dicari menggunakan mesin pencari jurnal ilmiah. Hasil dari artikel ini menunjukan kebenaran ilmu dalam Islam berkaitan dengan ilmu lainnya, bahkan Islam menjadi rujukan ilmu kedokteran. Kesimpulan Islam merupakan sumber ilmu pengetahuan, tidak ada lagi polarisasi ilmu, atau dikotomi ilmu pengetahuan yang ada adalah saling berkaitan satu sama lain, khususnya dalam kajian reproduksi dan tumbuh kembang anak.
Implementasi Sholat Tahajud dan Kemanfaatannya dalam Bidang Kesehatan di Kampung Sri Rahayu Titik Kusumawinakhyu
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 2 SEPTEMBER 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i2.10842

Abstract

Tahajud merupakan shalat sunah dua rakaat yang dikerjakan di seprtiga malam, setelah  tertidur. Masalah kesehatan sangat erat kaitannya dengan tidak seimbangnya kondisi fisik dan batin. Ketenangan batin dan jiwa berpengaruh terhadap irama tubuh dan pelepasan mediator kimia di tubuh serta hormon endorfin yang menyebabkan rasa bahagia, tenang dan sejahtera. Masyarakat Kampung Rahayu mempunyai sejarah masa lalu yang kelam. Tujuan kegiatan untuk mensosialisasi dan memberikan penyuluhan tentang manfaat tahajud bagi kesehatan fisik dan mental. Tahajud dapat menjaga  quality of live sehingga nantinya masyarakat Kampung Rahayu mempunyai andil dalam penurunan masalah sosial, dan masalah kesehatan jiwa serta terkendalinya penyakit-penyakit degeneratif. Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu indikator evaluasi post test nilai rata-ratanya lebih tinggi dari pre test. Sehingga dapat disimpulkan kesehatan jasmani dan rohani tidak dapat dipisahkan. Kemudian, untuk memperbaiki kualitas hidup dan gaya hidup lebih baik, masyarakat Kampung Rahayu dapat melakukan sholat Tahajud sebagai medianya karena sholat Tahajud adalah salah satu terapi mental.
Perbedaan Skala Nyeri Saat Tindakan Bekam Pada Perokok Dan Non Perokok Elvina Nur Lafany; Titik Kusumawinakhyu; Ira Citra Ningrom; Susiyadi Susiyadi
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v6i3.15605

Abstract

Bekam atau yang dikenal dengan istilah canduk, canthuk, cupping therapy merupakan teknik penyembuhan penyakit dengan cara membuang racun dalam tubuh melalui pengeluaran darah yang diambil dari permukaan kulit. Bekam memiliki manfaat untuk mengobati berbagai keluhan seperti nyeri pada area punggung. Tujuan: Mengetahui perbedaan rasa nyeri dengan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) pada perokok dan non perokok yang dilakukan tindakan bekam di punggung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan observasi analitik yang dirancang dalam bentuk kasus kontrol. Pengambilan sampel penelitian menggunakan sampel acak sederhana. Data primer didapatkan dari masyarakat laki-laki yang merokok dan data sekunder dari rekam medis bekam di Griya Sehat. Uji statistik yang digunakan adalah uji fisher exact. Hasil: Data dari 70 responden diperoleh 78.58 % responden merasakan nyeri yang ringan, 20% merasakan nyeri sedang, dan 1.42% nyeri berat. Hasil analisisfFisher exact, respon nyeri pada perokok 88.57% nyeri ringan, 8.57% nyeri sedang, dan 2,85% nyeri berat; dan respon nyeri pada non perokok 68.57% nyeri ringan dan 31.42% nyeri sedang dengan diperoleh hasil p-value 0.040. Kesimpulan: Dari hasil penelitian perokok lebih mengalami nyeri saat dilakukan tindakan bekam serta terdapat perbedaan rasa nyeri pada perokok dan non perokok berdasarkan vas akibat tindakan bekam di punggung.Kata Kunci: bekam, skala nyeri, perokok