Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik melalui Model Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournament pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas II Huriyah Oktavia; Riski Sugiarto; Machfudzil Asror
Nusantara Educational Review Vol 4 No 1 (2026): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/qcgzbp75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa mengenai simbol dan sila Pancasila dengan menerapkan model Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas II SDN Karangtanjung. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing mencakup langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data diambil melalui pengamatan aktivitas guru dan siswa serta tes untuk mengukur hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kedua aspek tersebut. Di siklus I, aktivitas guru tercapai pada 73% dan aktivitas siswa pada 66,7%, sedangkan ketuntasan belajar baru mencapai 28% dengan 8 siswa yang tuntas. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, aktivitas guru meningkat menjadi 91,67% dan aktivitas siswa mencapai 89,58%. Ketuntasan hasil belajar juga meningkat menjadi 83%, dengan 24 siswa dinyatakan tuntas. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran TGT efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa dan hasil belajar di mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Model ini bisa digunakan sebagai pilihan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, serta dapat mendorong siswa untuk berkolaborasi dan bersaing dengan cara yang positif. This study aims to improve students' learning outcomes regarding the symbols and principles of Pancasila by applying the Cooperative Learning model of the Teams Games Tournament (TGT) type to second-grade students at SDN Karangtanjung. The method used is Classroom Action Research (CAR), carried out in two cycles, each including the steps of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through observations of teacher and student activities and tests to measure learning outcomes. The results of the study showed a significant increase in both aspects. In the first cycle, teacher activity reached 73% and student activity 66.7%, while learning completeness only reached 28%, with 8 students achieving mastery. After improvements were made in the second cycle, teacher activity increased to 91.67%, and student activity reached 89.58%. Learning completeness also increased to 83%, with 24 students declared to have achieved mastery. These findings indicate that the use of the TGT learning model is effective in increasing student participation and learning outcomes in the Pancasila Education subject. This model can be used as a more engaging and interactive learning option, and it can encourage students to collaborate and compete positively.
Penggunaan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pembagian Bersusun (Porogapit) Pada Siswa Kelas V Syaibatul Ayuni; Riski Sugiarto; Machfudzil Asror
Nusantara Educational Review Vol 4 No 2 (2026): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/acc3qt49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model discovery learning dalam meningkatkan pemahaman konsep pembagian bersusun (porogapit) pada siswa kelas V SDN Karangtanjung. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus diterapkan untuk mengatasi rendahnya penguasaan konsep (55,17%) melalui inovasi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Intervensi meliputi penerapan model discovery learning, bimbingan aktif dalam penemuan konsep, dan peningkatan intensitas bimbingan guru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada ketuntasan klasikal, dari 55,17% menjadi 82,76% (meningkat 27,59%) pada akhir Siklus II. Peningkatan ini didukung oleh peningkatan aktivitas guru (55,88% menjadi 88,24%) dan siswa (61,11% menjadi 80,56%). Temuan ini mengkonfirmasi bahwa model discovery learning efektif meningkatkan pemahaman konsep porogapit pada siswa kelas V SDN Karangtanjung. This study aims to examine the effectiveness of the discovery learning model in improving fifth-grade students' understanding of the long division (porogapit) concept at SDN Karangtanjung. A Classroom Action Research (CAR) design comprising two cycles was implemented to address the low level of conceptual mastery (55.17%) through a student-centered instructional innovation. The intervention involved implementing the discovery learning model, providing active guidance during concept discovery, and increasing the intensity of teacher guidance. The results indicate a significant improvement in the class mastery rate, rising from 55.17% to 82.76% (an increase of 27.59%) by the end of Cycle II. This improvement was supported by increased activity levels among both teachers (rising from 55.88% to 88.24%) and students (rising from 61.11% to 80.56%). These findings confirm that the discovery learning model is effective in enhancing fifth-grade students' understanding of the long division concept at SDN Karangtanjung.