Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Modernisasi Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Revitalisasi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Cahaya Gemilang Rahono Saputra; Arfaini Faaih; Mohammad Setyo Wardono; Mochammad Ardian Wirayudha; Alvina Elistya Rachmad; Syaibatul Ayuni; Violita Atika Putri; Adelia Putri Deviani; Atika Mar-Atush Sholihah; Muhammad Faizin; Bagas Susilo Putra; Fiki Andrean Pratama; Manzilah Ar Rohmah; Muhimmatur Rodhiyah; Mochammad Makful Amin; Intan Dwi Amelia; Achmad Rafiansyah Wahyudi Aziz
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/3bpqbx20

Abstract

Tanaman obat keluarga menjadi peranan penting dalam menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat jika dikelola dengan baik. Program kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai upaya menjawab permasalahan yang terjadi dikarenakan taman tanaman TOGA yang terbengkalai. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi kasus meliputi observasi, wawancara, diskusi kelompok dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan triangulasi sumber dan teknik guna menjaga validitas data. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa taman TOGA yang awalnya terbengkalai berhasil dimodernisasi sehingga tertata dengan rapi, lebih indah dan bersih. Selain itu, modernisasi taman TOGA mencegah sarang nyamuk sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesadaran kesehatan masyarakat. Family medicinal plants play an important role in maintaining the environment and public health if managed properly. This community service program was implemented as an effort to address the problems that arise due to neglected TOGA (herbal medicine) garden. This community service program uses a qualitative descriptive approach through a case study method, including direct observation, interviews, group discussions, and documentation. Data analysis was conducted descriptively with triangulation of sources and techniques to maintain data validity. The results of the activity show that the TOGA garden, which was initially neglected, has been successfully modernized so that it is neatly arranged, more beautiful, and clean. In addition, the modernization of TOGA gardens prevents mosquito nests while improving environmental quality and public health awareness.
Penggunaan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pembagian Bersusun (Porogapit) Pada Siswa Kelas V Syaibatul Ayuni; Riski Sugiarto; Machfudzil Asror
Nusantara Educational Review Vol 4 No 2 (2026): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/acc3qt49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model discovery learning dalam meningkatkan pemahaman konsep pembagian bersusun (porogapit) pada siswa kelas V SDN Karangtanjung. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus diterapkan untuk mengatasi rendahnya penguasaan konsep (55,17%) melalui inovasi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Intervensi meliputi penerapan model discovery learning, bimbingan aktif dalam penemuan konsep, dan peningkatan intensitas bimbingan guru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada ketuntasan klasikal, dari 55,17% menjadi 82,76% (meningkat 27,59%) pada akhir Siklus II. Peningkatan ini didukung oleh peningkatan aktivitas guru (55,88% menjadi 88,24%) dan siswa (61,11% menjadi 80,56%). Temuan ini mengkonfirmasi bahwa model discovery learning efektif meningkatkan pemahaman konsep porogapit pada siswa kelas V SDN Karangtanjung. This study aims to examine the effectiveness of the discovery learning model in improving fifth-grade students' understanding of the long division (porogapit) concept at SDN Karangtanjung. A Classroom Action Research (CAR) design comprising two cycles was implemented to address the low level of conceptual mastery (55.17%) through a student-centered instructional innovation. The intervention involved implementing the discovery learning model, providing active guidance during concept discovery, and increasing the intensity of teacher guidance. The results indicate a significant improvement in the class mastery rate, rising from 55.17% to 82.76% (an increase of 27.59%) by the end of Cycle II. This improvement was supported by increased activity levels among both teachers (rising from 55.88% to 88.24%) and students (rising from 61.11% to 80.56%). These findings confirm that the discovery learning model is effective in enhancing fifth-grade students' understanding of the long division concept at SDN Karangtanjung.