Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Leptospirosis di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Tahun 2025 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Mayang Sari; Kholis Ernawati; Rifda Wulansari; M. Fazlurrahman Anshar
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7303

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui bakteri Leptospira interrogans dan menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Kemayoran. Variasi perilaku pencegahan pada masyarakat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, sanitasi, paparan informasi, dan dukungan keluarga. Dalam Islam, menjaga kebersihan, mencegah bahaya (la darar wa la dirar), serta menjaga jiwa (hifz al-nafs) merupakan prinsip kesehatan yang relevan dengan upaya pencegahan penyakit. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional pada 106 responden usia 18–59 tahun yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman untuk menilai hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencegahan leptospirosis berada pada kategori sedang (40,6%), baik (38,7%), dan buruk (20,8%). Mayoritas responden berusia 18–25 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan menengah, dan bekerja di sektor informal. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku pencegahan leptospirosis dengan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, tingkat pengetahuan, sikap, paparan informasi, sanitasi rumah, dan dukungan keluarga (p<0,05). Sikap menunjukkan kekuatan korelasi paling kuat, sanitasi rumah memiliki korelasi sedang, sementara variabel lainnya menunjukkan korelasi lemah terhadap perilaku pencegahan leptospirosis. Terdapat beberapa faktor yang berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan leptospirosis pada masyarakat Kemayoran. Nilai-nilai Islam mendukung praktik pencegahan melalui ajaran kebersihan, pencegahan bahaya, dan tanggung jawab menjaga kesehatan.
The Effect of Being Overweight and Obesity on Self-Confidence Levels Among Teenagers at State High School 22 in Jakarta and A Review from an Islamic Perspective Mutia Sa’idah; Mirfat Mirfat; Sri Wuryanti; M. Fazlurrahman Anshar
Interdisciplinary Social Studies Vol. 5 No. 4 (2026): Interdisciplinary Social Studies
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v5i4.1169

Abstract

Overweight and obesity among adolescents have become significant public health concerns because they not only increase the risk of physical diseases but also affect psychological well-being, particularly self-confidence. This study aimed to determine the relationship between overweight and obesity status and self-confidence levels among adolescents at State High School 22 Jakarta and to review the findings from an Islamic perspective. This study employed an analytical survey design with a cross-sectional approach. The population consisted of students in grades X and XI at State High School 22 Jakarta, with 128 respondents selected using a purposive sampling technique based on predefined inclusion and exclusion criteria. Data were collected through Body Mass Index (BMI) measurements and the Self-Confidence Scale questionnaire. Data analysis was performed using univariate analysis and the Fisher’s exact test with the assistance of SPSS software. The results showed that most respondents were categorized as overweight (43.8%), followed by obesity class I (39.1%) and obesity class II (17.2%). Most adolescents demonstrated high self-confidence levels (64.8%). Statistical analysis revealed a significant relationship between overweight and obesity status and self-confidence levels among adolescents (p = 0.005). From an Islamic perspective, physical conditions do not determine human dignity, as every individual is created in the best form by Allah SWT. Therefore, adolescents with overweight or obesity require holistic support involving physical health management, psychological assistance, and spiritual strengthening to develop positive self-acceptance and self-confidence.
Hubungan antara Tingkat Pendidikan Ibu dengan Jenis Pola Asuh Ibu Terhadap Balita serta Tinjauannya dalam Pandangan Islam Zahra Redina Gusty; Elita Donanti; M. Fazlurrahman Anshar
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.6259

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kehidupan yang baik dan sejahtera karena dengan latar belakang pendidikan yang baik seseorang akan memiliki pengetahuan yang luas, salah satunya pendidikan pada seorang perempuan yang akan menjadi ibu. Namun tidak banyak orang tua yang menyadari akan pentingnya penerapan pola asuh anak yang sesuai dan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan jenis pola asuh ibu terhadap balita balita dalam kerangka amanah pengasuhan anak dan maqasid al-syari'ah. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang berusia 12 – 59 bulan di wilayah di RT 01/01 wilayah Pengadegan Jakarta Selatan sebanyak 65 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh menggunakan kuesioner kemudian data dianalisis dengan distribusi frekuensi dan uji chi aquare. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar dari pendidikan menengah (SMA/sederajat) yaitu 41,5%. Jenis pola asuh ibu terhadap balita sebagian besar demokratis (50.8%), terdapat hubungan tingkat pendidikan ibu dengan jenis pola asuh terhadap balita dengan p value 0,001. Dalam perspektif islam, pendidikan ibu berperan penting dalam menjalankan amanah pengasuhan anak. Ibu yang berpengetahuan lebih mampu menerapkan pola asuh yang baik, seimbang, dan bertanggung jawab. Pola asuh tersebut sejalan dengan maqasid al-syari’ah, terutama dalam menjaga jiwa, akal, dan keturunan anak.
The Relationship Between Fast Food Consumption Patterns and Physical Activity on Overweight and Obesity, and a Review from an Islamic Perspective Among Adolescents at State High School 22 in Jakarta Meisa Della Novita Wahyuningsih; Mirfat; Sri Wuryanti; M. Fazlurrahman Anshar
Journal of Social Research Vol. 5 No. 9 (2026): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs (AHU-0028405-AH.01.14 Tahun 2022)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v5i9.3359

Abstract

Overweight and obesity in adolescents are health problems that continue to increase and are influenced by various factors, including fast food consumption patterns and physical activity. This study aims to analyze the relationship between fast food consumption patterns and physical activity on overweight and obesity in adolescents at State Senior High School 22 Jakarta. The research used an analytical design with a cross-sectional approach. The research sample amounted to 128 students in grades X and XI who were selected using purposive sampling techniques. Data were collected through BMI measurements, Food Frequency Questionnaire (FFQ) questionnaires to measure fast food consumption patterns, and Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) to measure physical activity. Data analysis was carried out using the Pearson Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed that most of the respondents were in the overweight category (40.6%), had a fast food consumption pattern in the rare category (<3 times/week) of 68.8%, and physical activity in the medium category of 39.1%. The results of the bivariate test showed that there was a significant relationship between fast food consumption patterns and overweight and obesity (p<0.001), and there was a significant relationship between physical activity and overweight and obesity (p=0.003). The study concluded that the more frequent the consumption of fast food and the lower the physical activity, the higher the risk of overweight and obesity in adolescents. Therefore, promotive and preventive efforts are needed through nutrition education and increased physical activity in the school environment to prevent obesity in adolescents.