Elita Donanti Elita Donanti
Department Of Parasitology, Faculty Of Medicine, Universitas YARSI, Jakarta 10510

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Smartphone Addiction dengan Kelelahan Mata pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2020 dan Tinjauannya Menurut Islam Rifky Asatama Sugito; Elita Donanti; Amir Mahmud
Junior Medical Journal Vol 1, No 4 (2022)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.751 KB) | DOI: 10.33476/jmj.v1i4.3008

Abstract

Pendahuluan: Smartphone addiction merupakan bentuk penggunaan smartphone dengan waktu yang berlebihan dan melibatkan diri sendiri secara mendalam pada suatu hal yang menjadi ketergantungan. Perilaku Smartphone addiction juga semakin meningkat. Pada tahun 2012, Time Mobility Poll baru melaporkan bahwa 84% orang adiksi terhadap smartphone mereka. Samrtphone addiction dapat menimbulkan dampak positif dan negative, Dampak positif diantaranya meningkatkan kemampuan motorik dan kemampuan kognitif serta sebagai sarana hiburan. Dampak negatif smartphone addiction terjadinya kecanduan pada aplikasi seperti media sosial, aplikasi office, kamera, pemutar musik, bahkan aplikasi edit foto dari smartphone. Selain itu, durasi penggunaan smartphone yang terlalu lama juga dapat menyebabkan kelelahan mata (astenopia). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan smartphone addiction dengan kelelahan mata (astenopia) pada Mahasiwa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020 dan tinjauannya menurut islam.  Metodologi: Jenis penelitian ini berupa survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Kuesioner didistribusikan melalui google form. Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 143 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan antara smartphone addiction dengan kelelahan mata (Astenopia) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020. Dengan nilai p-value 0,003 (p-value 0,005)Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara smartphone addiction dengan kelelahan mata (astenopia). 
Hubungan Smartphone Addiction dengan Jenis Kelamin pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2020 dan Tinjauannya Menurut Islam Muh Javier Rifat; Elita Donanti; Amir Mahmud
Junior Medical Journal Vol 1, No 4 (2022)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.627 KB) | DOI: 10.33476/jmj.v1i4.3011

Abstract

Pendahuluan : Smartphone addiction merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan individu yang sulit untuk berhenti menggunakan smartphone dan menyebabkan terjadinya perubahan sosial seperti menarik diri, dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Faktor kepribadian dan atribut individu, seperti jenis kelamin, memiliki perbedaan dengan beberapa aspek perilaku penggunaan smartphone. Faktor yang berhubungan dengan smartphone addiction pada mahasiswa adalah penggunaan aplikasi game, kecemasan, dan kualitas tidur yang buruk. Faktor signifikan untuk mahasiswi adalah penggunaan aplikasi multimedia, penggunaan layanan jejaring sosial, depresi, kecemasan, dan kualitas tidur yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan smartphone addiction dengan jenis kelamin pada mahasiwa fakultas kedokteran universitas YARSI angkatan 2020 dan tinjauannya menurut islam.  Metodologi: Jenis penelitian ini berupa survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Kuesioner didistribusikan melalui google form dan dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi angkatan 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 143 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan p 0,568 (p 0.05) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara smartphone addiction dengan jenis kelamin pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi angkatan 2020.Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara smartphone addiction dengan jenis kelamin
Hubungan Kualitas Tidur dengan Prevalensi Anemia pada Remaja Putri di Desa Medong Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Anandra Julitiana; Elita Donanti; Endah Purnamasari; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.4915

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja dengan rentang usia 10-19 tahun adalah fase penting untuk membangun kualitas tidur yang baik. Tidur berkualitas mendukung regenerasi sel, metabolisme, serta pembentukan hemoglobin, protein penting pengangkut oksigen dalam darah. Data menunjukkan prevalensi gangguan tidur di Indonesia adalah 10% dari jumlah penduduk, yaitu sekitar 28 juta jiwa. Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin, umum terjadi pada remaja putri akibat faktor seperti menstruasi dan kurangnya asupan zat besi. Data menunjukkan prevalensi anemia meningkat dari 21,7% pada 2013 menjadi 32% pada 2018% di Indonesia. Penelitian sebelumnya membuktikan hubungan antara kualitas tidur buruk dengan anemia. Oleh karena itu, studi ini mengkaji hubungan kualitas tidur dengan prevalensi anemia pada remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang, provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang. Responden dalam penelitian ini adalah 30 remaja putri desa Medong, kabupaten Pandeglang yang berusia 12-18 tahun. Data dikumpulkan dengan menggunakan data primer melalui kuesioner dan pemeriksaan hb menggunakan alat ukur yang mencakup variabel kualitas tidur dan status anemia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur yang buruk dengan prevalensi anemia (p<0,05). Faktor lingkungan dan aktivitas sehari-hari, serta pola tidur yang tidak teratur, seperti tidur larut malam dan durasi tidur yang kurang, menjadi faktor utama yang mempengaruhi risiko anemia. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas tidur yang buruk berkontribusi pada tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang, provinsi Banten. Implementasi nilai-nilai Islam terkait pola tidur dapat menjadi strategi preventif yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur dan mencegah anemia.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Motorik Dengan Kemampuan Motorik Balita di Posyandu Duku Kelurahan Pengadegan Jakarta Selatan dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Diajeng Banowati; Elita Donanti; Sri Hastuti Andayani; Siti Nur Riani
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i3.2994

Abstract

Latar Belakang: Periode balita merupakan fase krusial dalam proses perkembangan motorik kasar dan halus. Pengetahuan ibu mengenai perkembangan anak sangat penting untuk dapat memberikan stimulasi yang tepat sesuai tahapan usianya. Peneliatian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan motorik dengan kemampuan motorik balita di Posyandu Duku, Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan serta tinjauannya dalam perspektif Islam. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 ibu dan balita  yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk menilai pengetahuan ibu serta kuesioner pra-skrining perkembangan (KPSP) untuk menilai kemampuan motorik balita. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan cukup (45,0%) dan sebagian besar balita memiliki kemampuan motorik sesuai usianya (72,5%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kemampuan motorik balita dengan nilai P < 0,001 dan koefisien kolerasi r = 0,527.  Perspektif islam menegaskan bahwa ibu adalah “madrasatul ula” (sekolah pertama bagi anak) yang berperan penting dalam menjaga kualitas generasi (hifz al-nasl). Simpulan: pada penelitian ini didapatkan hasil hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan kemampuan motorik balita. Ibu diharapkan terus meningkatkan pengetahuan melalui penyuluhan kesehatan maupun sumber informasi digital terpercaya serta memberikan stimulasi secara konsisten kepada balitanya.
Hubungan Status Gizi terhadap Kemampuan Motorik Balita di Posyandu Duku Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Dhery Ramha Dwika Putri; Elita Donanti; Sri Hastuti Andayani; Siti Nur Riani
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i3.3001

Abstract

Latar Belakang: Status gizi merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, termasuk kemampuan motorik. Balita berada pada masa golden age sehingga membutuhkan kecukupan gizi dan stimulasi agar perkembangan motorik halus maupun kasar berjalan optimal. Di Posyandu Duku Kelurahan Pengadegan, sebagian besar balita memiliki status gizi baik, namun masih ditemukan balita dengan penyimpangan perkembangan motorik. Hal ini menunjukkan perlunya kajian mengenai pengaruh status gizi terhadap kemampuan motorik balita. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status gizi dan kemampuan motorik anak balita di Posyandu Duku Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan serta tinjauannya dalam perspektif Islam. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 12–59 bulan di Posyandu Duku. Sampel berjumlah 40 responden yang diperoleh dengan metode quota sampling. Instrumen penelitian meliputi pengukuran antropometri (BB/U dan TB/U) untuk menilai status gizi serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk menilai kemampuan motorik balita. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi baik (82,5%) dan kemampuan motorik sesuai (72,5%). Uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi r = –0,103 dengan p = 0,528 (p > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan kemampuan motorik balita. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kemampuan motorik balita di Posyandu Duku Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan. Perkembangan motorik balita diduga lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti stimulasi orang tua, lingkungan, dan pola asuh.
Ekonomi Tumbuh, Stunting Turun: Budikdamber sebagai Gerakan Kemandirian Kader PKK Mandalamekar Perdana Wahyu Santosa; Elita Donanti; Harry Budiantoro; Adinda Primadini; Firra Nurisma
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2025)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/berdaya.v7i3.1722

Abstract

This Community Service Program (PKM) aims to empower PKK and Posyandu cadres in Mandalamekar Village through the development of creative economy activities based on Budikdamber (fish farming in buckets). This method was chosen because it is practical, space-saving, and economical, while also providing opportunities to increase household income and supply protein sources for toddlers and pregnant women through the Supplementary Feeding Program (PMT) as an effort to reduce stunting rates. The program was carried out on Friday, August 3, 2024, at the Mandalamekar Village Hall, involving PKK and Posyandu cadres, village officials, and local residents. The activities included technical training on catfish farming, nutrition education, and assistance in processing fish products into value-added items such as nuggets and shredded catfish (abon). The program’s success indicators include active participation of participants, the adoption of Budikdamber practices at the household level, improved nutritional knowledge, and the utilization of harvests for PMT at the Posyandu. In the long term, this program is expected to foster an independent community based on creative economic activities that support family welfare improvement and sustainable stunting reduction, thereby serving as a model for integrated village empowerment combining both health and economic aspects.
Hubungan antara Tingkat Pendidikan Ibu dengan Jenis Pola Asuh Ibu Terhadap Balita serta Tinjauannya dalam Pandangan Islam Zahra Redina Gusty; Elita Donanti; M. Fazlurrahman Anshar
Junior Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v4i1.6259

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kehidupan yang baik dan sejahtera karena dengan latar belakang pendidikan yang baik seseorang akan memiliki pengetahuan yang luas, salah satunya pendidikan pada seorang perempuan yang akan menjadi ibu. Namun tidak banyak orang tua yang menyadari akan pentingnya penerapan pola asuh anak yang sesuai dan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan jenis pola asuh ibu terhadap balita balita dalam kerangka amanah pengasuhan anak dan maqasid al-syari'ah. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang berusia 12 – 59 bulan di wilayah di RT 01/01 wilayah Pengadegan Jakarta Selatan sebanyak 65 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh menggunakan kuesioner kemudian data dianalisis dengan distribusi frekuensi dan uji chi aquare. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar dari pendidikan menengah (SMA/sederajat) yaitu 41,5%. Jenis pola asuh ibu terhadap balita sebagian besar demokratis (50.8%), terdapat hubungan tingkat pendidikan ibu dengan jenis pola asuh terhadap balita dengan p value 0,001. Dalam perspektif islam, pendidikan ibu berperan penting dalam menjalankan amanah pengasuhan anak. Ibu yang berpengetahuan lebih mampu menerapkan pola asuh yang baik, seimbang, dan bertanggung jawab. Pola asuh tersebut sejalan dengan maqasid al-syari’ah, terutama dalam menjaga jiwa, akal, dan keturunan anak.