Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL KESEHATAN PERINTIS

MASALAH TIDUR ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DALAM MENJALANI KEMOTERAPI FASE INDUKSI Andrye Fernandes
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 6 No 1 (2019): JUNI 2019 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.591 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v6i1.244

Abstract

Chemotherapy has an effect on the occurrence of sleep disorders in children who suffer from acute lymphoblastic leukemia. Sleep disorders experienced by children have an impact on optimizing the long-term quality of life of children. This study aims to describe sleep problems that occur in children suffering from acute lymphoblastic leukemia who undergo induction phase chemotherapy. The design of this study was descriptive analytic with repeated measurements of sleep disorders in children aged 7-18 years (n = 62). Data collection was carried out for 7 days, that is, one day before, five days during, and one day after chemotherapy. The results of data analysis found that children have > 15 minutes to fall asleep, children have less than normal amounts of sleep (the number of hours of sleep is normal, school age: 9-11 hours / day, adolescence: 8-10 hours / day) and there was a decrease in the quality of sleep scores. In conclusion, there are sleep disorders that occur in children, namely children have less time to sleep, children need a long time to be able to fall asleep, and children experience a decrease in the quality of sleep. The need for exploration of interventions to facilitate efficient sleep according to the stages of child development.
Kelelahan Pada Anak Dengan Leukemia Limfoblastik Akut Dalam Menjalani Kemoterapi Fase Induksi Andrye Fernandes
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 7 No 1 (2020): JUNI 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.005 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v7i1.411

Abstract

Kemoterapi memiliki dampak terjadinya kelelahan pada anak yang menderita leukemia limfoblastik akut. Kelelahan yang dialami anak berdampak pada kehidupan dan mempengaruhi kualitas hidup anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kelelahan yang terjadi pada anak yang menderita leukemia limfoblastik akut yang menjalani kemoterapi fase induksi. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pengukuran berulang kelelahan pada anak berumur 7-18 tahun (n=62). Pengambilan data dilakukan selama 7 hari yaitu, satu hari sebelum, lima hari selama, dan satu hari setelah kemoterapi. Hasil analisis data didapatkan bahwa hampir seluruh anak mengalami kelelahan (98%). Kelelahan terjadi selama menjalani kemoterapi dan terus meningkat hingga hari terakhir kemoterapi. Terjadinya kelelahan juga berlanjut setelah kemoterapi. Kesimpulannya kelelahan yang terjadi pada anak terus meningkat selama dan setelah menjalani kemoterapi. Perlu eksplorasi intervensi untuk mengatasi atau meminimalkan kelelahan yang dialami anak sesuai tahap perkembangannya agar meningkatkan kualitas hidup anak.
Bagaimanakah Perkembangan Anak Usia 1 – 5 Tahun dengan Stunting? Fernandes, Andrye; Andriani, Yessi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/902p8x12

Abstract

Stunting secara defenisi terkait dengan pertumbuhan, tetapi memberikan dampak yang lebih luas pada perkembangan anak. Perkembangan sering terabaikan oleh orangtua dan program penanganan stunting dari pemerintah. Padahal, keterlambatan perkembangan ini memiliki konsekuensi jangka panjang yang sama seriusnya, bahkan lebih sulit untuk diperbaiki dibandingkan pertumbuhan fisik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan pada anak dengan stunting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 69 Balita dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar data demografi (usia, jenis kelamin, dan kategori status gizi) dan Denvert Development Screening Test II (DDST II). Peneliti melakukan kunjungan rumah untuk setiap responden. Hasil pengumpulan data didapatkan karakteristik yang mendominasi anak dengan stunting adalah kelompok usia toddler (81,1%), jenis kelamin laki-laki (57,9%), dan status gizi adalah pendek/ stunting (65,2%). Hasil pemeriksaan perkembangan sebagian besar anak stunting mendapatkan interpretasi pemeriksaan perkembangan suspect dan teridentifikasinya keterlambatan pada semua aspek perkembangan pada anak. Diharapkan penelitian selanjutknya untuk melihat dampak jangka panjang stunting pada perkembangan anak.