Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

AGE FACTOR IS RELATED TO ANXIETY IN BREAST CANCER PATIENTS UNDERGOING CHEMOTHERAPY Sesrianty, Vera; Yani Fitri, Rizki; Fernandes, Andrye
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN SRIWIJAYA : JANUARI 2026
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.385

Abstract

Aim : This study aimed to determine the relationship between age and anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy. Method: This was a quantitative cross-sectional study. A purposive sampling technique was used to select 70 respondents undergoing chemotherapy. Data were analyzed using the chi-square test. The study used a questionnaire to measure age characteristics, including early adulthood and middle adulthood by Hurlock, and anxiety levels using the HARS questionnaire.  Results : The study showed that the majority of respondents were aged ≥36 (70.0%), and the majority experienced severe anxiety (65.7%). Statistical tests revealed a significant relationship between age and anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy (p = 0.000). Conclusion : There is a relationship between age and anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy. The results of this study are expected to provide a basis for nursing staff in developing more specific psychosocial interventions tailored to the patient's age characteristics, thereby improving patient safety, quality of nursing care, and quality of life for breast cancer patients.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja dalam Pencegahan Seks Pranikah pada Siswa/Siswi di SMK Pembina Bangsa Bukittinggi Tahun 2025 Andriani, Yessi; Fernandes, Andrye; Fitri Ananda Priska
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i1.1512

Abstract

Masa remaja fase perubahan fisik, mental, dan sosial  dengan rasa ingin tahu yang tinggi, termasuk kesehatan reproduksi. Kurangnya edukasi dapat meningkatkan risiko perilaku seks pranikah yang berdampak negatif, seperti kehamilan yang tidak diinginkan, IM, serta dampak psikososial lainnya. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang pencegahan seks pranikah terhadap peningkatan  pengetahuan dan sikap siswa/siswi di SMK Pembina Bangsa Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan penelitian menggunakan quasi-experiment design dengan pendekatan pre-test pos-test. Sampel penelitian terdiri sebanyak 37 siswa/siswi yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah edukasi, kemudian di analisis menggunakan uji-Wilcoxon dengan tingkat signifikansi (p-value ≤0,05). Didapatkan bahwa pengetahuan dan sikap reponden tentang pencegahan seks pranikah sebelum kegiatan penyuluhan mayoritas pengetahuan baik berjumlah 34 orang, dan pengetahuan kurang sebanyak 3 orang. Sedangkan untuk responden  sikap positif berjumlah 34, dan sikap negative berjumlah 3 orang. Setelah dilaksanakan kegiatan edukasi tentang pencegahan seks pranikah terjadi peningkatan pengetahuan di mana responden pengetahuan baik meningkat menjadi 36 orang, dan pengetahuan kurang menjadi 1 orang. Sedangkan untuk responden sikap positif berjumlah 37 orang. Terjadi peningkatan skor pre-test edukasi sebanyak (0,81%) dan peningkatan skor post-test (9,94%). Edukasi pencegahan seks pranikah efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap remaja.