Nanda Oktarina Aditya
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tren dan Karakteristik Pemohon Surat Rekomendasi Dispensasi Kawin Tahun 2020 – 2024 di Kabupaten Wonosobo Nanda Oktarina Aditya; Fajar Dwi Cahyoko; Muhammad Riefky
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15413

Abstract

Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu wilayah dengan kasus pernikahan usia dini tertinggi di Jawa Tengah. Data BPS 2023 menunjukkan, 30,81% wanita di Kabupaten Wonosobo melakukan perkawinan pertama pada usia < 17 tahun, 26,9% wanita melakukan perkawinan pertama di usia 17-18 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, untuk menggambarkan, menganalisis, dan menyajikan data berupa angka. Kecamatan Kalikajar (193 kasus) memiliki total pemohon yang mengajukan surat rekomendasi dispensasi kawin tertinggi di Kabupaten Wonosobo tahun 2020-2024, disusul oleh Kecamatan Watumalang (186 kasus) dan Kecamatan Garung (162 kasus). Pengajuan rekomendasi pernikahan dini hampir seluruhnya berpusat pada pihak perempuan dengan rasio perbandingan mencapai 9:1. Kelompok pemohon terbesar berasal dari lulusan atau pelajar tingkat SMP sebanyak 917 orang (52,7%), disusul oleh tingkat SD sebanyak 586 orang (33,6%), sedangkan pemohon dengan latar belakang SMA hanya berjumlah 171 orang (9,8%).
Evaluasi APBD Ditinjau dari Laporan Realisasi Anggaran Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020-2023 Bagus Candra Setiawan; Anisa Putri Anggrahini; Salsabilla Ayuningtyas Hidayat; Yemima Putri Santoso; Nanda Oktarina Aditya
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v4i1.218

Abstract

Tujuan dari riset ini guna mengevaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 hingga 2023 dengan melihat rasio kemandirian, efektivitas, dan efisiensi keuangan. Metode riset yang dipilih yaitu deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data kuantitatif berupa laporan realisasi anggaran bersumber dari Publikasi BPKAD sebagai data sekunder. Temuan riset menunjukkan selama empat tahun terakhir, rasio kemandirian keuangan Provinsi Jawa Tengah berada dalam kategori menengah dengan pola hubungan partisipatif, yang mencerminkan kapasitas pemerintah daerah. Rasio efektivitas keuangan berada pada kategori cukup efektif, menandakan pengelolaan pendapatan asli daerah yang sudah berjalan dengan baik. Namun, rasio efisiensi menunjukkan tren penurunan dari efisien pada tahun 2020 menjadi kurang efisien pada tahun 2021 dan 2022, serta tidak efisien pada tahun 2023, yang mengindikasikan adanya pembengkakan pengeluaran belanja daerah melebihi pendapatan. Ketidakefisienan tersebut disebabkan oleh ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran, tingginya ketergantungan pada dana transfer pusat, serta rendahnya responsivitas birokrasi. Untuk meningkatkan kinerja keuangan daerah secara berkelanjutan, harapan dari temuan ini yaitu membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengembangkan kebijakan pengelolaan anggaran yang lebih mandiri, efisien, dan efektif.