Transformasi digital di fasilitas pelayanan kesehatan menuntut pemanfaatan sistem informasi yang mampu meningkatkan mutu pelayanan, efisiensi kerja, dan pengelolaan data kesehatan. Evaluasi sistem informasi diperlukan untuk mengidentifikasi tingkat pemanfaatan serta aspek yang masih memerlukan pengembangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan sistem informasi pelayanan kesehatan menggunakan pendekatan Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, and Service (PIECES). Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian tenaga kesehatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem informasi memperoleh nilai rata-rata 81,66% dengan kategori dimanfaatkan. Dimensi Information memperoleh nilai tertinggi (84,44%), sedangkan dimensi Control memperoleh nilai terendah (75,18%). Temuan ini menunjukkan bahwa sistem informasi telah mendukung peningkatan kualitas informasi, efisiensi kerja, dan pelayanan kesehatan. Meskipun demikian, aspek keamanan informasi, stabilitas sistem, dan pengendalian akses masih memerlukan penguatan. Oleh karena itu, peningkatan interoperabilitas, tata kelola keamanan informasi, pengembangan infrastruktur teknologi informasi, serta peningkatan kompetensi pengguna diperlukan untuk mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan primer.