Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Penyimpanan Rekam Medis di Puskesmas PAL Tahun 2023 Husin; Supadi; Muhammad Zaini; Nurul Noviani
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 3 No. 3 (2024): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i3.190

Abstract

Penyimpanan rekam medis menjadi bagian dalam pelayanan administrasi data pasien. Pengelolaan penyimpanan rekam medis yang baik mempermudah dan mempercepat penemuan kembali rekam medis di rak penyimpanan, melindungi berkas rekam medis dari bahaya pencurian, kerusakan fisik, kimiawi dan biologi [1]. Penyimpanan yang buruk salah satunya berdampak terjadinya misfile dan mengakibatkan adanya penambahan kerja petugas. Beberapa penelitian menunjukkan temuan bahwa masih terjadi kesalahan letak rekam medis sebanyak 20% [2], dalam waktu seminggu terjadi 5 kejadian misfile [3]. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan penyimpanan rekam medis di Puskesmas PAL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan fenomenologi, pengumpulan data menggunakan wawancara dengan 3 informan dan observasi. Analisis data mengunakan data display, reduksi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penyimpanan berkas rekam medis di Puskesmas PAL menggunakan pola sentralisasi, SDM di penyimpanan terdiri 4 petugas 2 orang pendidikan SMA, dan 2 Orang D3 Rekam Medis, SOP Penyimpanan telah tersedia namun belum ada sosialisasi, dan sarana prasarana yang belum memadai. Kata Kunci: Penyimpanan, Sentralisasi, Rekam medis, Puskesmas
KAJIAN IMPLEMENTASI BRIDGING PRIMARY CARE DENGAN E-PUSKESMAS SUNGAI ANDAI BANJARMASIN Husin; Nirma Yunita; Eka Rahma Ningsih; Fadhliah
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/6ykdya66

Abstract

A bridging system is an integration mechanism that connects two or more applications, enabling simultaneous data entry and synchronization across platforms. An initial survey conducted at the Sungai Andai Community Health Center (Puskesmas) revealed several obstacles within the bridging process. These issues resulted in the failure to transmit patient visit data, which consequently affects the capitation payments from the Social Security Administrator for Health (BPJS Kesehatan). This study aims to investigate the bridging process between the Primary Care (P-Care) application and the Community Health Center Management Information System (E-Puskesmas Klaster) at Puskesmas Sungai Andai, Banjarmasin, by analyzing the system's readiness and technical implementation. This research employed a qualitative method with a case study design. The findings indicate that the bridging process between P-Care and E-Puskesmas Klaster is currently hindered by several factors. These constraints include an unstable Wi-Fi connection, frequent application errors or server downtimes, incomplete clinical data entry, outdated health personnel administrative data, and the absence of Standard Operating Procedures (SOPs) to guide the implementation of the bridging system at the facility.
Evaluasi Pemanfaatan Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Menggunakan Pendekatan PIECES: Evaluation of Health Information System Utilization in Primary Healthcare Centers Using the PIECES Framework Eka Rahma Ningsih; Husin; Nirma Yunita; Fatmawati Bakti Noor; Nurul Noviani; Saipi Saipi; Annisa Fajarini; Robiatul Adawiyah
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52674/d33y7f42

Abstract

Transformasi digital di fasilitas pelayanan kesehatan menuntut pemanfaatan sistem informasi yang mampu meningkatkan mutu pelayanan, efisiensi kerja, dan pengelolaan data kesehatan. Evaluasi sistem informasi diperlukan untuk mengidentifikasi tingkat pemanfaatan serta aspek yang masih memerlukan pengembangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan sistem informasi pelayanan kesehatan menggunakan pendekatan Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, and Service (PIECES). Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian tenaga kesehatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem informasi memperoleh nilai rata-rata 81,66% dengan kategori dimanfaatkan. Dimensi Information memperoleh nilai tertinggi (84,44%), sedangkan dimensi Control memperoleh nilai terendah (75,18%). Temuan ini menunjukkan bahwa sistem informasi telah mendukung peningkatan kualitas informasi, efisiensi kerja, dan pelayanan kesehatan. Meskipun demikian, aspek keamanan informasi, stabilitas sistem, dan pengendalian akses masih memerlukan penguatan. Oleh karena itu, peningkatan interoperabilitas, tata kelola keamanan informasi, pengembangan infrastruktur teknologi informasi, serta peningkatan kompetensi pengguna diperlukan untuk mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan primer.