Maria Ulfah Azhar
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Murottal sebagai Intervensi Keperawatan untuk Mengurangi Ansietas pada Pasien Preoperatif Ulkus Diabetikum di Makassar Ahmad J; Maria Ulfah Azhar; Nazihah Nur Zamzami
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v9i1.28-33

Abstract

Latar Belakang: Komplikasi diabetes melitus yang paling sering ditemukan adalah ulkus diabetikum, dimana komplikasi ini umumnya memerlukan tindakan debridement. Berdasarkan fenomena yang ditemukan, pasien diabetes melitus dengan ulkus diabetikum yang akan menjalani tindakan debridement kebanyakan menunjukkan kecemasan sebelum operasi. Pasien sering mengalami ansietas yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan kesiapan menjalani pembedahan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah terapi murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pasien preoperatif ulkus diabetikum dengan masalah ansietas melalui penerapan terapi murottal di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUP Kemenkes Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus pada dua orang pasien. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Penatalaksanaan dilakukan dengan pemberian terapi murottal Surah Ar-Rahman selama 15 menit. Hasil. Analisis data menunjukkan diagnosis keperawatan ansietas pada kedua pasien. Pemberian terapi murottal Surah Ar-Rahman sebagai salah satu intervensi dapat digunakan untuk membantu menurunkan tingkat ansietas yang ditandai dengan berkurangnya verbalisasi khawatir, perilaku gelisah, perilaku tegang, keluhan pusing, penurunan frekuensi nadi, perbaikan tekanan darah, serta meningkatnya kontak mata dan kesiapan pasien dalam menghadapi operasi. Implikasi Klinis: berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan, penerapan terapi murottal Surah Ar-Rahman sesuai dengan prosedur yang ditetapkan menunjukkan adanya penurunan ansietas pada pasien preoperatif ulkus diabetikum. Hal ini mengindikasikan bahwa terapi murottal dapat digunakan untuk membantu menurunkan ansietas pasien.
Hubungan Kualitas Hidup Dengan Status Imun Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rsud Labuang Baji Makassar Nurul Khusnul Khotimah; Maria Ulfah Azhar; Wahdaniah Wahdaniah; Dirhamzah Dirhamzah; Nur Fahmi Syahrir
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v9i1.8-16

Abstract

Latar Belakang: Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis berisiko mengalami penurunan kualitas hidup serta gangguan sistem imun akibat proses inflamasi kronis dan stres fisiologis maupun psikologis. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas hidup dengan status imun pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Labuang Baji Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik simple random sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF, sedangkan status imun diukur menggunakan Immune Status Questionnaire (ISQ). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup dalam kategori baik sebanyak 27 responden (52,9%), kategori sedang sebanyak 22 responden (43,1%), dan kategori rendah sebanyak 2 responden (3,9%). Pada variabel status imun, sebagian besar responden berada pada kategori baik sebanyak 24 responden (47,1%), kategori sedang sebanyak 7 responden (13,7%), dan kategori buruk sebanyak 20 responden (39,2%). Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,461 dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dengan kekuatan sedang antara kualitas hidup dan status imun yang menunjukkan bahwa semakin baik kualitas hidup pasien, maka semakin baik pula status imun yang dimiliki. Implikasi Klinis: Kesimpulan, terdapat hubungan antara kualitas hidup dan status imun pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Semakin baik kualitas hidup pasien, semakin baik pula status imunnya.