kartika yulianti
UPI

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

NILAI MINIMUM SPAN PELABELAN L(3,1) PADA GRAF HASIL OPERASI COMB ANTARA GRAF BINTANG DAN GRAF SIKLUS Siti Aini; kartika yulianti; Yaya S. Kusumah
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelabelan pada graf hasil operasi comb antara graf bintang dan graf siklus (). Graf hasil operasi comb merupakan graf yang dibentuk dengan menggabungkan beberapa graf menjadi bentuk graf baru. Pelabelan merupakan salah satu jenis pelabelan pada graf yang melibatkan pemberian label pada simpul-simpul graf yang memenuhi aturan , jika dan , jika , untuk . Label terbesar dalam pelabelan graf disebut span. Untuk menentukan rumus dalam mencari nilai minimum span pelabelan pada graf , digunakan metode pendeteksian pola. Metode ini mencari pola nilai minimum label terbesar (span) untuk semua graf . Selanjutnya rumus tersebut dibuktikan secara matematis. Dari hasil penelitian ini, diperoleh nilai minimum span untuk pelabelan pada graf dengan dan , yaitu:
PENENTUAN DIAMETER OPTIMAL PADA JARINGAN DISTRIBUSI AIR MENGGUNAKAN PSEUDO-GENETIC ALGORITHM Anisa Nur Aidah; kartika yulianti; Encum Sumiaty
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dibangun model matematika untuk menentukan diameter pipa secara optimal pada sebuah jaringan saluran distribusi air dengan tujuan meminimumkan biaya sekaligus menjaga kinerja hidraulik sistem. Optimasi dilakukan dengan mempertimbangkan batasan teknis berupa tekanan minimum dan kecepatan aliran dalam pipa. Permasalahan optimasi dipandang sebagai kombinasi aspek teknis dan ekonomi, sehingga digunakan pendekatan Pseudo-Genetic Algorithm (PGA) yang dimodifikasi melalui representasi kromosom alfanumerik serta penerapan operator mutasi berbasis Gray Code. Studi kasus diterapkan pada jaringan distribusi PDAM Tirta Raharja Unit Sadu, dan simulasi hidraulik dilakukan menggunakan perangkat lunak EPANET 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma ini menghasilkan solusi dengan total biaya minimum sebesar Rp31.141.171.200,00. Seluruh pipa memenuhi batas tekanan minimum, meskipun beberapa segmen pipa memiliki kecepatan aliran di bawah standar. Temuan ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan efektif secara ekonomi dan layak secara teknis, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan performa hidraulik. Kata Kunci: Optimisasi jaringan pipa, Pseudo-Genetic Algorithm, Gray Code, EPANET 2.0, Efisiensi biaya
PENERAPAN CRITICAL PATH METHOD DAN SIMULATED ANNEALING UNTUK OPTIMASI PENJADWALAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN SUATU GEDUNG KAMPUS UPI SUMEDANG Aida Kusuma Wardah; kartika yulianti; Sumanang Muhtar Gozali
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v14n1.p48-55

Abstract

Penjadwalan proyek konstruksi merupakan elemen penting dalam manajemen proyek karena berdampak langsung terhadap durasi pelaksanaan dan efisiensi penggunaan sumber daya. Penelitian ini mengusulkan pendekatan kombinasi antara Critical Path Method (CPM) dan algoritma Simulated Annealing (SA) untuk mengoptimalkan jadwal pembangunan suatu gedung di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sumedang. Model bertujuan meminimalkan total durasi proyek (makespan) dengan tetap memperhatikan ketergantungan antar aktivitas dan keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. CPM digunakan untuk menghitung jalur kritis dan waktu toleransi keterlambatan (slack), sedangkan SA mengoptimasi penjadwalan aktivitas non-kritis melalui eksplorasi solusi alternatif. Implementasi dilakukan menggunakan bahasa pemrograman Python dan data aktual proyek. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi metode ini mampu menurunkan durasi proyek dari 23 minggu menjadi 22 minggu, atau sekitar 4,35%, tanpa melanggar batasan sumber daya. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang diajukan efektif dalam meningkatkan efisiensi penjadwalan proyek secara realistis.