Fadelia Sabrina Putri Cantika
POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penanaman 100 Bibit Pohon dalam Rangka Peningkatan Kualitas Lingkungan di Padukuhan Sundi Kidul, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul Fadelia Sabrina Putri Cantika; Fitria Wulandari; Afifah Azzahra; Ghozy Mohammad Al-Ghozaly; Niesa Vega Hermawan; Rofifah Zulfa Azizah; Sri Puji Ganefati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i2.789

Abstract

ABSTRAK Penurunan kualitas lingkungan merupakan permasalahan yang memerlukan upaya penghijauan secara partisipatif. Oleh sebab itu dilaksanakan kegiatan penanaman 100 bibit pohon guna meningkatkan kualitas lingkungan. Kegiatan penanaman 100 bibit pohon dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 13.00 WIB di Padukuhan Sundi Kidul dengan melibatkan 100 orang warga. Kegiatan ini difokuskan pada area sekitar rumah warga dan lingkungan padukuhan sebagai upaya peningkatan kualitas lingkungan secara langsung. Pelaksanaan dilakukan dengan metode praktik langsung, di mana warga berpartisipasi langsung dalam penanaman bibit pohon. Beberapa bibit juga ditanam di sekitar rumah Dukuh sebagai simbol komitmen penghijauan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penanaman pohon berpotensi memberikan manfaat jangka panjang, seperti peningkatan kualitas udara, penurunan suhu lingkungan, serta pencegahan erosi dan genangan air. Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab dalam merawat tanaman yang telah ditanam. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dalam penghijauan permukiman dapat meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat. Kata Kunci: Penanaman pohon, kualitas lingkungan, bibit, pengabdian masyarakat ABSTRACT The decline in environmental quality is a problem that requires participatory reforestation efforts. Therefore, 100 tree seedlings were planted to improve environmental quality. The planting of 100 tree seedlings was carried out on Saturday, January 24, 2026, at 1:00 p.m. Western Indonesian Time in the village of Sundi Kidul, involving 100 residents. This activity focused on the area around residents' homes and the hamlet environment as an effort to directly improve environmental quality. The implementation was carried out using a hands-on method, where residents participated directly in planting tree seedlings. Several seedlings were also planted around the hamlet head's house as a symbol of commitment to reforestation. The results of the activity showed that tree planting has the potential to provide long-term benefits, such as improving air quality, reducing environmental temperatures, and preventing erosion and waterlogging. In addition, the active involvement of the community fostered a sense of ownership and responsibility in caring for the plants that had been planted. This activity showed that a participatory approach to greening settlements can increase environmental awareness while strengthening community solidarity. Keywords: Tree planting, environmental quality, seedlings, community service
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok Dengan Berbagai Variasi Perbandingan Dalam Pengomposan Sampah Organik Fadelia Sabrina Putri Cantika; Iswanto; Adib Suyanto; Tri Mulyaningsih
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1497

Abstract

Limbah kulit pisang kepok dari Kelompok Wanita Tani Suka Maju belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah mengolah limbah tersebut menjadi kompos karena mengandung unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi penambahan limbah kulit pisang kepok dalam pengomposan sampah organik terhadap kadar nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta lama waktu pembentukan kompos. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan Post Test Only with Control Group yang terdiri atas tiga perlakuan (40%, 50%, dan 60% limbah kulit pisang kepok) serta satu kelompok kontrol (0%), masing-masing dengan enam kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penambahan limbah kulit pisang kepok berpengaruh signifikan terhadap kadar N, P, dan K berdasarkan uji Multivariate Analysis of Variance dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Perlakuan penambahan 40% menghasilkan waktu kematangan kompos tercepat, sedangkan perlakuan 60% menghasilkan kadar N, P, dan K tertinggi. Seluruh kompos yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu berdasarkan Standar Nasional Indonesia 19-7030-2004. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kulit pisang kepok merupakan alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas kompos sekaligus mengurangi timbulan limbah organik.