Yasser Arafat
Universitas Mathla’ul Anwar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MAKNA KATA DAN GAYA BAHASA PADA IKLAN MINUMAN DI MEDIA ELEKTRONIK SERTA PEMANFAATANNYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Wilda Anggraeni Mila; Meliyawati; Yasser Arafat
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2108

Abstract

Advertising language combines informative and persuasive elements to influence audience perception and behavior. In milk beverage advertisements, language is used not only to present product information but also to create emotional appeal, build brand image, and stimulate consumer interest. This study aims to analyze the meanings of words and the use of figurative language in milk beverage advertisements in electronic media, as well as to explore their potential utilization in Indonesian language learning at the senior high school level. The research subjects include several milk beverage advertisements broadcast on television and online platforms. This study employs a qualitative descriptive method with a content analysis approach to identify and interpret linguistic features related to word meanings and stylistic expressions. The results show that the advertisements contain denotative, connotative, lexical, and grammatical meanings that emphasize both factual and emotional messages. In addition, four dominant types of figurative language—comparison, contrast, repetition, and association—are found to reinforce persuasion, increase memorability, and evoke emotional responses. The discussion highlights that these linguistic elements not only strengthen the persuasive effect of advertisements but also provide valuable material for contextual learning in the classroom. Therefore, the findings can be applied in teaching advertising texts and persuasive writing in Indonesian language learning. In conclusion, advertising language serves as both a communication strategy and an educational resource that enhances students’ critical and creative thinking in line with the principles of the Independent Curriculum.
NILAI RELIGIUS DAN MORAL PADA NOVEL IMAMA AL-HAFIDZH KARYA TRI LIYAGUSTINA DAN RELEVANSINYA BAGI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Eva Sevtiani; Sopyan Sauri; Yasser Arafat
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2154

Abstract

Krisis nilai religius dan moral di kalangan remaja menjadi tantangan penting dalam pendidikan karakter di sekolah. Karya sastra memiliki potensi strategis untuk menghadirkan nilai-nilai tersebut secara kontekstual dan reflektif. Penelitian ini menelaah representasi nilai religius dan moral dalam novel Imama Al-Hafidzh karya Tri Lyagustina sekaligus mengkaji relevansinya sebagai sumber pembelajaran sastra di SMA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data baca-catat terhadap kutipan teks yang merepresentasikan nilai-nilai kehidupan. Analisis data dilakukan melalui analisis isi dengan tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi makna nilai dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memuat struktur nilai religius yang kuat, mencakup dimensi keimanan (tauhid), norma kehidupan, dan akhlak yang diwujudkan melalui praktik ibadah, kesadaran spiritual, serta pengendalian diri dalam kehidupan sosial. Selain itu, ditemukan pula nilai moral yang terefleksi melalui hubungan antartokoh, seperti kepedulian sosial, tolong-menolong, hidup rukun, sikap pemaaf, komitmen menepati janji, dan penghargaan terhadap orang lain. Temuan ini menegaskan bahwa novel Imama Al-Hafidzh tidak hanya berfungsi sebagai karya estetik, tetapi juga sebagai medium pedagogis yang potensial dalam pembelajaran sastra berbasis nilai pada jenjang SMA.