Angel Vionika Saharani
Universitas Tangerang Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESENTASI SISTEM RELIGI DALAM LEKSIKON SESAJI DAN MAKANAN TRADISIONAL MASYARAKAT JAWA TENGAH: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Hugo Dimas Ohsyahiba; Angel Vionika Saharani; Rifa’atussalwa Hayati; Pramisdi Winanto Saputro
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2527

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya leksikon budaya sebagai media yang merepresentasikan sistem nilai, kepercayaan, dan pandangan hidup masyarakat. Dalam tradisi masyarakat Jawa Tengah, leksikon yang berkaitan dengan sesaji dan makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai penanda benda atau praktik ritual, tetapi juga memuat makna religius dan kosmologis yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menafsirkan representasi sistem religi dalam leksikon sesaji dan makanan tradisional masyarakat Jawa Tengah melalui pendekatan etnolinguistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dokumen tertulis, artikel ilmiah, dan literatur yang relevan. Data penelitian berupa leksikon budaya, seperti sesaji, tumpeng, ayam ingkung, jenang sengkolo, pala pendem, kembang setaman, air suci, selametan, dan sangkan paraning dumadi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui identifikasi leksikon, analisis makna leksikal, dan analisis makna kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon sesaji dan makanan tradisional merepresentasikan sistem religi masyarakat Jawa Tengah melalui nilai harmoni manusia dengan Tuhan, keseimbangan dengan alam, penghormatan terhadap tatanan sosial, penyucian diri, keselamatan, serta kesadaran mengenai asal dan tujuan hidup. Kesimpulannya, leksikon budaya dalam tradisi ritual Jawa Tengah tidak hanya menjadi unsur bahasa, tetapi juga menjadi arsip simbolik yang menyimpan pengetahuan religius masyarakat. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian etnolinguistik dengan menegaskan bahwa bahasa dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk memahami relasi antara budaya, sistem kepercayaan, dan pandangan kosmologis masyarakat.
Konstruksi Makna Ilokusi dalam Wacana Komedi Publik: Studi Pragmatik pada Spesial “Mens Rea”: The Construction of Illocutionary Meaning in Public Comedy Discourse: A Pragmatic Study of the Special “Mens Rea” Angel Vionika Saharani; Diardana Prima Sintasari; Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2572

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi makna ilokusi dalam wacana komedi publik melalui analisis pragmatik terhadap spesial komedi tunggal Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono. Kajian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan komedi tunggal sebagai ruang komunikasi publik yang menyampaikan kritik sosial dan hukum melalui tuturan tidak literal, reflektif, dan humoris. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis, fungsi, dan pola konstruksi makna ilokusi dalam pertunjukan tersebut. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Data berupa tuturan terpilih dari transkripsi pertunjukan yang dikumpulkan melalui teknik simak, transkripsi, dan catat. Data dianalisis menggunakan taksonomi tindak ilokusi Searle dengan mengidentifikasi konteks, daya ilokusi, fungsi komunikatif, dan pola retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna ilokusi dikonstruksi melalui pola informatif-edukatif, reflektif-persuasif, dan evaluatif-kritis. Implikasinya, komedi publik dapat berfungsi sebagai media literasi hukum, refleksi sosial, dan komunikasi kritis dalam budaya digital.