Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Hambatan komunikasi pasangan perkawinan antar budaya suku Pakistan – suku Melayu Pramisdi Winanto Saputro
JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS Vol 3 No 1 (2023): pendidikan dan pengajaran
Publisher : Universitas Tangerang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interracial marriages in Indonesia often cause many problems and communication barriers, the provisions relating to marriage are regulated by the state. Marriage between Malays and Pakistanis is the theme of this thesis. In the existing laws and regulations in Indonesia, marriage is clearly regulated, especially in mixed marriages of different nationalities. But marriage here is more about barriers and also the communication process in married life. The research theory here draws more on theories of behavior and cross-cultural communication. This is due to the existence of two or more legal systems used. Differences in the legal basis used and differences in interpreting the law are the main problems and communication barriers in mixed marriages. Departing from these problems, the author is interested in conducting research, with three problem formulations, namely (1) How do communication barriers from mixed marriages affect the life process ; (2) What are the research methods and data collected in this research; (3) What is the conclusion about communication barriers. The conclusion of this research is the resolution of communication barriers that arise from cross-cultural marriages between Malays and Pakistanis within the institution of marriage. Including the ins and outs of the differences between the two, and how to deal with communication barriers in marriage, even though there are several obstacles, there are always solutions and make the marriage relationship harmonious until now.
Image Media to Improve Students Poetry Writing Skills in Elementary School Julianto, Indra Rasyid; Saputro, Pramisdi Winanto; Hayati, Rifa'atussalwa; Gusvita, Widya; Sintasari, Diardana Prima
Cognitive Insight in Education Vol. 1 No. 1 (2025): Cognitive Insight in Education
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/cognitive.v1i1.3

Abstract

This article aims to assist elementary school teachers in teaching poetry writing skills. Writing poetry is often perceived as a challenging process that requires considerable time to implement. Moreover, writing instruction in general is frequently seen as complex due to the various cognitive demands it places on students. One of the main challenges lies in the stigma that the creative writing process must integrate both linguistic and non-linguistic elements to contribute to the cohesion of a text in an academically sound manner. This study employs a qualitative descriptive approach, focusing on the use of visual media in poetry writing instruction through a literature review. The use of images can support students, particularly at the elementary level, by offering a more engaging and innovative learning experience. Based on the analysis of 10 literature sources, visual media significantly enhance students’ poetry writing abilities. Therefore, this method may serve as an effective alternative for teachers in the instructional process and as a means to cultivate literary appreciation.
METODE ROLE PLAYING SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN KETERAMPILAN DRAMA DI SEKOLAH DASAR Julianto, Indra Rasyid; Saputro, Pramisdi Winanto; Hayati, Rifa'atussalwa; Gusvita, Widya; Sintasari, Diardana Prima
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pesastra Edisi Februari 2025
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v2i1.89

Abstract

This research proposes the use of role-playing as an alternative method for teaching drama skills in elementary schools, employing a literature review methodology. The concept of role-playing is grounded in proven educational theories, particularly Lev Vygotsky's emphasis on social interaction in learning. Constructivist approaches and Jean Piaget's child development theory also provide relevant foundations for developing drama skills through role-playing. Drama skills play a crucial role in shaping students' characters, boosting confidence, and instilling moral values. Implementation challenges for teaching drama skills in elementary schools include teachers' lack of understanding, resource limitations, academic pressure, and concerns related to assessment. Nevertheless, the role-playing method offers significant potential in engaging students, enhancing creativity, and improving communication skills. By incorporating these aspects, role-playing emerges as an effective and efficient method for teaching drama skills at the elementary school level.
PERAN SENTRAL GURU DI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT LITERASI SISWA Hafirah Tazkia Nissa; Rizqi Nur Rachmawati; Pramisdi Winanto Saputro; Diardana Prima Sintasari; Sonya Trikandi; Vicky Hidantikarnillah; Hasnah Setiani; Indra Rasyid Julianto
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Pesastra Edisi November 2025
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v2i4.132

Abstract

Peran guru dalam meningkatkan minat literasi siswa menjadi aspek fundamental dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif. Literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman, analisis, dan penerapan informasi dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran sentral guru dalam menumbuhkan budaya literasi di sekolah melalui pendekatan pembelajaran yang terarah bagi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang berfokus pada upaya memahami dan menafsirkan fenomena sosial melalui pengumpulan data naratif serta analisis deskriptif. Guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator, motivator, perancang strategi, serta teladan dalam membentuk kebiasaan literasi yang berkelanjutan. Guru tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis membaca dan menulis, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar literatif melalui kegiatan seperti membaca bersama, menulis reflektif, serta diskusi berbasis teks. Selain itu, guru turut mengembangkan media pembelajaran inovatif, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses dan partisipasi siswa dalam kegiatan literasi. Kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua terbukti menjadi faktor penting dalam menumbuhkan budaya literasi yang kuat. Dengan profesionalisme dan dedikasi guru, sekolah dapat melahirkan generasi pembelajar yang melek literasi, cerdas, dan adaptif terhadap tantangan global.
Kesantunan Berbahasa dalam Podcast Deddy Corbuzier dengan Narasumber Rafael Seblak Episode “Gak Punya Uang Lagi Hidup di Jakarta, tapi Tuhan Tidak Tidur” (Kajian Pragmatik) Ayu Indria Putri; Pramisdi Winanto Saputro; Ina Ina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39763

Abstract

Jurnal ini membahas tentang kesantunan berbahasa dalam konteks podcast, khususnya dalam episode Deddy Corbuzier dengan narasumber Rafael Seblak. Bahasa merupakan alat penting dalam komunikasi manusia yang memfasilitasi interaksi interpersonal dan sosialisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif pragmatis dan kualitatif untuk menganalisis tindak tutur dalam podcast tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan prinsip kesantunan berbahasa, seperti maksim kesepakatan, rasa terima kasih, dan penghargaan terhadap kesempatan, memainkan peran penting dalam meminimalkan konflik dan memperkaya percakapan. Melalui kombinasi penanda kesantunan dan tuturan tidak langsung, pembicara mampu menyampaikan pendapat, saran, dan perasaan dengan cara yang menghormati lawan bicara. Kesimpulannya, kesantunan berbahasa memainkan peran kunci dalam memperkaya interaksi komunikasi dan membangun hubungan yang harmonis antara pembicara dalam podcast. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya komunikasi yang efektif, penuh penghargaan, dan santun dalam berbagai konteks komunikasi.
The Importance of Innovation in Learning Poetry Using Various Media at Elementary School Level: A Literature Review Indra Rasyid Julianto; Diardana Prima Sintasari; Widya Gusvita; Rifa'atussalwa Hayati; Pramisdi Winanto Saputro
Educational Insights Vol. 3 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : PT Ilmu Inovasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58557/eduinsights.v3i1.114

Abstract

This study serves as a reference to understand that teachers have access to a variety of instructional media that can be optimally utilized in teaching poetry writing at the elementary level. It highlights how digitalization in education requires teachers to continuously innovate in their teaching practices. The appropriate use of media makes the process of learning poetry writing more accessible and easier to grasp. These media tools assist students in interpreting the meaning conveyed through various forms of content. With the support of media, students are able to compose poems in a more systematic and structured manner. The teacher's role in delivering the material also plays a crucial part in ensuring the smooth flow of the learning process. Integrating media into poetry instruction creates a fresh and engaging learning environment for students, moving beyond textbooks or methods that may be difficult to comprehend. This research adopts a qualitative descriptive method, using literature review from a range of relevant articles to support the investigation.
Pemanfaatan Literasi Digital Menggunakan Aplikasi Google Maps Bagi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Desa Gunung Kaler Pramisdi Winanto Saputro; Sonya Trikandi , Diardana Prima Sintasari, Ina Ina , fitri Anisa Kusumastuti
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 9, No 1
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v9i1.11319

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan literasi digital menggunakan aplikasi Google Maps bagi UMKM desa Gunung Kaler kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yakni metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Gejala yang diamati oleh penulis meliputi permasalahan terhadap kurangnya pemanfaatan literasi digital bagi UMKM. Mahasiswa KKN mensosialisasikan aplikasi Google Maps dengan beberapa tahapan meliputi, pendampingan belajar, pendampingan digitalisasi, pelaksanaan berdasarkan sarana prasarana, dan monitoring program yang telah terlaksana. Teknik pengumpulan data meliputi observasi awal, dokumentasi, dan wawancara di desa Gunung Kaler kabupaten Tangerang. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa empat tahapan tersebut meliputi kegiatan pembuatan akun, verifikasi lokasi, pengunggahan foto profil, dan deskripsi menarik untuk menarik konsumen lebih luas. Pemanfaatan literasi digital dapat mendukung UMKM dalam memasuki pasar internasional lebih adaptif, mandiri, dan inovatif sesuai kemampuan literasi digital pelaku UMKM. Kata Kunci: Literasi Digital, Google Maps, dan UMKM
PERAN BAHASA DAERAH DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA INDONESIA: PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK Elva Meilani Sagita; Pramudita Arjuna Aryo Penangsang; Rifa’atussalwa Hayati; Pramisdi Winanto Saputro
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2524

Abstract

Keberagaman bahasa daerah merupakan kekuatan kebudayaan Indonesia, tetapi pada saat yang sama menghadapi tekanan akibat dominasi bahasa nasional, bahasa global, urbanisasi, media digital, dan perubahan pilihan bahasa generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran bahasa daerah dalam pembentukan identitas budaya Indonesia dari perspektif sosiolinguistik, khususnya pada fungsi bahasa sebagai penanda identitas, media pewarisan nilai budaya, penguat solidaritas sosial, dan arena negosiasi identitas dalam masyarakat multibahasa. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka. Sumber data berupa artikel jurnal, buku teori sosiolinguistik, dan dokumen kebahasaan yang relevan; unit analisisnya adalah gagasan, temuan, dan konsep tentang bahasa daerah, identitas, pergeseran bahasa, pemertahanan bahasa, alih kode, dan ideologi bahasa. Instrumen penelitian berupa lembar telaah dokumen dan kartu data, sedangkan analisis dilakukan melalui reduksi data, pengodean tematik, sintesis konseptual, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa daerah berperan sebagai penanda keanggotaan etnis, media transmisi nilai budaya dalam keluarga, penguat kohesi sosial dalam komunitas, simbol legitimasi dalam praktik adat dan ritual, serta strategi komunikasi dalam masyarakat multibahasa melalui alih kode dan campur kode. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sumber daya simbolik dan modal sosial yang membentuk identitas budaya Indonesia. Kontribusi penelitian terletak pada penyusunan sintesis sosiolinguistik yang menempatkan pelestarian bahasa daerah sebagai persoalan ilmiah tentang identitas, ranah penggunaan bahasa, transmisi antargenerasi, dan kebijakan kebahasaan berbasis komunitas
REPRESENTASI SISTEM RELIGI DALAM LEKSIKON SESAJI DAN MAKANAN TRADISIONAL MASYARAKAT JAWA TENGAH: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Hugo Dimas Ohsyahiba; Angel Vionika Saharani; Rifa’atussalwa Hayati; Pramisdi Winanto Saputro
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2527

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya leksikon budaya sebagai media yang merepresentasikan sistem nilai, kepercayaan, dan pandangan hidup masyarakat. Dalam tradisi masyarakat Jawa Tengah, leksikon yang berkaitan dengan sesaji dan makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai penanda benda atau praktik ritual, tetapi juga memuat makna religius dan kosmologis yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menafsirkan representasi sistem religi dalam leksikon sesaji dan makanan tradisional masyarakat Jawa Tengah melalui pendekatan etnolinguistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dokumen tertulis, artikel ilmiah, dan literatur yang relevan. Data penelitian berupa leksikon budaya, seperti sesaji, tumpeng, ayam ingkung, jenang sengkolo, pala pendem, kembang setaman, air suci, selametan, dan sangkan paraning dumadi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui identifikasi leksikon, analisis makna leksikal, dan analisis makna kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon sesaji dan makanan tradisional merepresentasikan sistem religi masyarakat Jawa Tengah melalui nilai harmoni manusia dengan Tuhan, keseimbangan dengan alam, penghormatan terhadap tatanan sosial, penyucian diri, keselamatan, serta kesadaran mengenai asal dan tujuan hidup. Kesimpulannya, leksikon budaya dalam tradisi ritual Jawa Tengah tidak hanya menjadi unsur bahasa, tetapi juga menjadi arsip simbolik yang menyimpan pengetahuan religius masyarakat. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian etnolinguistik dengan menegaskan bahwa bahasa dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk memahami relasi antara budaya, sistem kepercayaan, dan pandangan kosmologis masyarakat.
Code Switching and Code Mixing in Workplace Communication: Implications for Educational Management and Professional Development Pramisdi Winanto Saputro; Sonya Trikandi; Diardana Prima Sintasari; Ina; Rifaatussalwa Hayati; Aziz Fauzi
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i2.1887

Abstract

This study aims to describe the forms of code switching and code mixing that occur in workplace communication and to examine their implications from an educational management perspective. A descriptive qualitative approach was employed using observation, listening, audio recording, and documentation techniques. The data consisted of five selected speech events, which revealed two instances of code switching (internal and external) and three instances of code mixing in the form of words, phrases, and clauses. The dominant languages used were Indonesian, Sundanese, Javanese, and English. The findings indicate that code switching and code mixing are influenced by conversational context, speakers’ cultural backgrounds, habitual language use, the presence of a third participant, and the formality of workplace situations. Beyond their linguistic function, these phenomena reflect social interaction patterns, cultural identity, and communication effectiveness in multilingual professional settings. From an educational management perspective, the results highlight the importance of managing language use in workplace learning, communication training, and professional development programs to support effective collaboration and inclusive learning environments.