Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan Strategi Creative Branding dalam Membangun Personal Branding di Era Digital Alfiyani Aisyah; Himawan Ardhi Ristanto; Imam Budi Prasetyo; Ahmad Sunardi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4336

Abstract

Personal branding merupakan kompetensi penting bagi siswa dan mahasiswa di era digital, seiring meningkatnya persaingan akademik, profesional, serta eksistensi di ruang media digital. Namun, realitas menunjukkan bahwa sebagian besar generasi muda belum memiliki pemahaman dan keterampilan dalam membangun citra diri secara strategis, kreatif, dan berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dan mahasiswa dalam menerapkan strategi creative branding sebagai upaya membangun personal branding di era digital. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi konseptual, diskusi interaktif, studi kasus, serta praktik perancangan personal branding berbasis media digital. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan siswa dan mahasiswa sebagai khalayak sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep personal branding dan creative branding, meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan identitas diri yang konsisten dan beretika di media digital, serta terbentuknya kemampuan awal peserta dalam merancang konsep personal branding yang autentik dan relevan dengan karakter personal. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan strategi creative branding efektif sebagai bentuk intervensi edukatif dalam meningkatkan literasi digital dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan akademik dan profesional di era digital.
KOMUNIKASI PEMERINTAH DIGITAL DI ERA SMART CITY: EFEKTIVITAS SP4N-LAPOR! SEBAGAI PLATFORM KOMUNIKASI PUBLIK DI KOTA TEGAL Afisa Afisa; Annisa Adilla; Alfiyani Aisyah; Nidaul Muthmainnah
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 5 (2026): 2026 Mei
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i5.1347

Abstract

Perkembangan era digital telah membawa perubahan pada berbagai sektor termasuk komunikasi pemerintahan terhadap kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas komunikasi pemerintah melalui aplikasi SP4N-LAPOR! dalam mendukung konsep smart city di Kota Tegal dengan menggunakan model Harold D. Lasswell. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah sebagai komunikator cukup aktif merespons aduan masyarakat, dengan pesan berupa aspirasi publik yang berperan penting dalam evaluasi layanan. Aplikasi SP4N-LAPOR! dinilai efektif dalam meningkatkan aksesibilitas, transparansi, dan efisiensi, meskipun masih terdapat kendala pada kejelasan informasi, kualitas respons, literasi digital masyarakat, dan infrastruktur. Partisipasi masyarakat sebagai komunikan sudah menunjukkan keterlibatan dalam pengawasan pelayanan, namun belum merata. Efek yang dihasilkan berupa peningkatan kualitas pelayanan publik dan responsivitas pemerintah, meski masih ada tantangan koordinasi antarinstansi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan komunikasi pemerintah melalui SP4N-LAPOR! tergolong cukup efektif, tetapi masih perlu perbaikan pada aspek kelembagaan, kualitas komunikasi, dan partisipasi masyarakat.
Pemanfaatan Owner Generated Content sebagai Strategi Peningkatan Engagement Audiens pada Akun TikTok Owner Deviena Skincare Alfiyani Aisyah; Himawan Ardhi Ristanto; Imam Budi Prasetyo
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v5i3.7722

Abstract

The rapid development of social media has transformed digital marketing communication practices, particularly through TikTok as an interactive and visually oriented platform. In the current digital environment, audiences tend to prefer authentic and personalized content over conventional promotional messages. One communication strategy that has gained increasing attention is Owner Generated Content (OGC), which refers to content created and delivered directly by the brand owner. This study aims to analyze the utilization of Owner Generated Content as a strategy to increase audience engagement on the TikTok account of Deviena Skincare’s owner. This research employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through cyber observation, documentation, and analysis of audience engagement indicators, including likes, comments, and shares. The research focused on ten TikTok contents with the highest engagement levels during the January–April 2026 period. The findings reveal that OGC effectively enhances audience engagement through authentic communication, personal storytelling, educational content, business transparency, and direct interaction with followers. The owner’s presence as the primary communicator creates emotional connections, strengthens audience trust, and humanizes the brand. Furthermore, content characterized by authenticity and interactivity generates organic engagement that supports content visibility within TikTok’s algorithmic ecosystem. The study concludes that Owner Generated Content is an effective digital marketing communication strategy for increasing audience engagement and strengthening the brand image of local skincare businesses.
Optimalisasi Media Sosial Sebagai Upaya Transparansi Publik Pemerintah Desa Randusanga Wetan Imam Budi Prasetyo; Alfiyani Aisyah; Ahmad Sunardi; Mohammad Alfian; Baihaqi Ahmadinejad; Muhammad Jabar Fatah A’in
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7640

Abstract

Transparansi publik merupakan suatu hal yang penting dalam era digital seperti sekarang ini. Pemerintahan yang transparan dan akuntabel menjadi pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Keberadaan media sosial resmi milik institusi pemerintahan sering menjadi tolak ukur kecakapan komunikasi publik. Pemerintah Desa sebagai salah satu institusi garda terdepan di masyarakat masih memiliki permasalahan dalam pengelolaan media sosial, oleh karena itu tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan pemahaman peran media sosial dalam mendukung transparansi publik dan meningkatkan keterampilan teknis perangkat desa dalam mengelola media sosial. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan dua metode yaitu ceramah materi dan praktik. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari berlokasi di Balai Desa Randusanga Wetan dengan jumlah peserta 14 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman perangkat desa tentang peran media sosial untuk mendukung terciptanya pemerintahan yang transparan. Selain itu perangkat desa juga memperoleh keterampilan dalam pengelolaan media sosial dan mendesain konten menggunakan aplikasi Canva. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan pengelolaan media sosial masih sangat diperlukan oleh pemerintah desa demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.
Festival Serabi Likuran Sebagai Model Komunikasi Budaya Pembentuk Place Branding Desa Wisata Penggarit Himawan Ristanto; Eko Wahyono; Alfiyani Aisyah; Ahmad Sunardi
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v9i2.17674

Abstract

Tradisi Serabi Likuran merupakan praktik budaya berbasis kuliner yang berkembang di masyarakat Desa Wisata Penggarit. Tradisi ini mulanya sebagai bentuk silaturahmi dan komunikasi sosial pada malam-malam akhir Ramadhan, yang kemudian dikembangkan menjadi festival budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi budaya dalam tradisi tersebut serta mengkaji transformasinya menjadi festival budaya dan instrumen place branding desa wisata Penggarit. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, studi literatur, dan interpretasi budaya. Penelitian ini menggunakan perspektif komunikasi budaya yang memandang tradisi kuliner sebagai praktik komunikasi simbolik dalam pembentukan identitas kolektif masyarakat dan penguatan Place branding desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serabi adalah warisan dan kekayaan kuliner lokal Desa Penggarit. Serabi berfungsi sebagai media komunikasi simbolik yang merepresentasikan nilai solidaritas sosial, religiusitas, dan identitas kolektif. Transformasi tradisi menjadi festival memperluas fungsi komunikasi dari interpersonal menjadi komunikasi publik dan strategis sebagai atraksi pariwisata. Festival Serabi Likuran berperan sebagai citra desa berbasis kearifan lokal yang memperkuat place branding Desa Penggarit. Penelitian ini menghasilkan model komunikasi budaya berbasis gastronomi "The Four-Stage Cultural Gastronomy Model" menggambarkan tahapan transformasi dari komunikasi interpersonal, simbolik-religius, komunikasi publik menuju komunikasi branding destinasi wisata. Penelitian ini berkontribusi dalam integrasi budaya lokal dan place branding pariwisata perdesaan.
A Collaborative Digitalization Model for Strengthening Sustainable Tourism Ecosystems: An Agency Approach to Tourism Enterprises in Central Java Hesti Widianti; Setya Teguh Yuwono; Himawan Ardhi Ristanto; Alfiyani Aisyah; Mohammad Sya’bani
Ilomata International Journal of Management Vol. 7 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijjm.v7i2.2053

Abstract

Introduction. The global tourism sector, contributing 10.3% to world GDP (UNWTO, 2024), is undergoing structural shifts driven by digital transformation, sustainability demands, and evolving tourist expectations. Although the pentahelix model is positioned as an ideal multi-stakeholder framework, its top-down implementation often remains rhetorical and fails to translate into concrete actions—particularly in Indonesian destinations where collaboration tends to be ceremonial. Methods. This participatory action research applied a mixed-methods sequential explanatory design involving 85 tourism business operators in Central Java (January-November 2025). A five-phase intervention was implemented: awareness building, digital capacity development (presence, engagement, distribution, conversion), collaborative design workshops, technical implementation support, and continuous monitoring. Data were collected through pre–post competency tests, participatory observations, three FGDs, digital artifact analysis, and digital metrics tracking. Analyses used paired t-tests, thematic analysis, and methodological triangulation Results. Bottom-up, industry-initiated collaboration substantially improved sustainability competence by 41.9% (M=58.3→82.7; p<0.001; d=2.21). Digital engagement metrics increased markedly: likes +156%, comments +203%, shares +187%, reach +142%, and Google Business Profile views +134%. Five tangible outputs emerged: an integrated event calendar coordinating 24 events; eight cross-destination bundled packages generating IDR 387 million and increasing length of stay from 1.2 to 2.3 days; a shared digital platform attracting 3,847 unique visitors and 78 direct bookings; standardized service protocols; and peer-learning networks. Conclusion. Community-driven digital collaboration effectively shifts competitive mindsets toward cooperative partnerships, with digital tools functioning as coordination infrastructure. The “Industry as Trigger–Pentahelix as Enabler” framework demonstrates that pentahelix activation occurs organically when grounded in evidence. Future research should conduct longitudinal assessments and cross-destination comparisons.