Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS WACANA KRITIS TANTANGAN “CIUM LUTUT” KRISTANTUS KURNIAWAN KEPADA DEDI MULYADI Ahmad Sunardi
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 14, No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.14.1.1-11

Abstract

Pernyataan Wakil Gubernur Kristantus Kurniawan menantang  Dedi Mulyadi untuk membangun Kalimantan Barat menjadi viral. Pernyataan yang disertai tantangan akan mencium lutut KDM mengandung legitimasi kekuasaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pernyataan Kristantus Kurniawan dari konteks sosial, politik, dan budaya. Metode penelitian analisis wacana kritis ini menggunakan teori Norman Fairclough. Hasil penelitian diantaranya adalah: metafora hiperbolik terdapat kepercayaan diri dan tantangan cium lutut;  konstruksi retoris dan konfrontatif pada diksi “silakan saja” dan “saya mau lihat”; terdapat konteks diskursif atas jawaban konten warga Sepauk; adanya delegitimasi dalam perbandingan wilayah Kalimantan Barat tidak bisa disandingkan dengan Jawa Barat dan konfigurasi kekuasaan tentang pembangunan desentralisasi yang belum merata;  serta terdapat ideologi kuasa sebagai upaya agar publik tidak salah menginterpretasikan kinerja pemerintah. Simpulannya: pidato tersebut bersifat konfrontatif dan retoris, strategi legitimasi, control diskursif, relasi dialektis antar teks yang membentuk legitimasi.
Pelatihan Strategi Creative Branding dalam Membangun Personal Branding di Era Digital Alfiyani Aisyah; Himawan Ardhi Ristanto; Imam Budi Prasetyo; Ahmad Sunardi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4336

Abstract

Personal branding merupakan kompetensi penting bagi siswa dan mahasiswa di era digital, seiring meningkatnya persaingan akademik, profesional, serta eksistensi di ruang media digital. Namun, realitas menunjukkan bahwa sebagian besar generasi muda belum memiliki pemahaman dan keterampilan dalam membangun citra diri secara strategis, kreatif, dan berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dan mahasiswa dalam menerapkan strategi creative branding sebagai upaya membangun personal branding di era digital. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi konseptual, diskusi interaktif, studi kasus, serta praktik perancangan personal branding berbasis media digital. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan siswa dan mahasiswa sebagai khalayak sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep personal branding dan creative branding, meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan identitas diri yang konsisten dan beretika di media digital, serta terbentuknya kemampuan awal peserta dalam merancang konsep personal branding yang autentik dan relevan dengan karakter personal. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan strategi creative branding efektif sebagai bentuk intervensi edukatif dalam meningkatkan literasi digital dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan akademik dan profesional di era digital.
Hegemoni Perlindungan Perempuan Pada Wacana Kebijakan Gerbong Khusus Wanita di KRL: Analisis Wacana Kritis Terhadap Pernyataan Menteri PPPA Ahmad Sunardi
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 6, No 1 (2026): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/eunoia.v6i1.5598

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hegemoni wacana gender dan kontestasi ruang publik pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi terhadap wacana kebijakan gerbong khusus Wanita di KRL yaitu usulan penempatan gerbong tengah khusus untuk perempuan. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis teori Norman Fairclogh dengan pendekatan kualitatif yang menganalisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Data primer berupa transkrip pernyataan Menteri PPPA pada media daring nasional dan respon warganet di media sosial. Hasil penelitiannya adalah wacana perlindungan negara terahadap perempuan karena dinilai sebagai kelompok rentan dan membutuhkan gerbong khusus. Media masa dan pemerintah membangun dominan tentang perlindungan dan kenyamanan bagi kelompok perempuan. Media sosial menanggapi dengan tandingan yaitu mengkritisi segregasi gender dan menunjukkan kehadiran negara yang tidak memberikan keadilan keamanan secara menyeluruh. Pemisahan ruang sosial pada penempatan gerbong Wanita menunjukan kontestasi antara ideologi kesetaraan gender dengan perlindungan Perempuan. Media digital dan bahasa berkontribusi terhadap konstruksi sosial berkaitan dengan Perempuan, keamanan,  dan keadilan keamanan pada ruang publik. Kontribusi penelitian ini Adalah penmgembangan kajian komunikasi, analisisi wacana kritis, gender  dalam memahami relasi kuasa dan keadilan keamanan pada ruang umum.
Optimalisasi Media Sosial Sebagai Upaya Transparansi Publik Pemerintah Desa Randusanga Wetan Imam Budi Prasetyo; Alfiyani Aisyah; Ahmad Sunardi; Mohammad Alfian; Baihaqi Ahmadinejad; Muhammad Jabar Fatah A’in
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7640

Abstract

Transparansi publik merupakan suatu hal yang penting dalam era digital seperti sekarang ini. Pemerintahan yang transparan dan akuntabel menjadi pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Keberadaan media sosial resmi milik institusi pemerintahan sering menjadi tolak ukur kecakapan komunikasi publik. Pemerintah Desa sebagai salah satu institusi garda terdepan di masyarakat masih memiliki permasalahan dalam pengelolaan media sosial, oleh karena itu tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan pemahaman peran media sosial dalam mendukung transparansi publik dan meningkatkan keterampilan teknis perangkat desa dalam mengelola media sosial. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan dua metode yaitu ceramah materi dan praktik. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari berlokasi di Balai Desa Randusanga Wetan dengan jumlah peserta 14 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman perangkat desa tentang peran media sosial untuk mendukung terciptanya pemerintahan yang transparan. Selain itu perangkat desa juga memperoleh keterampilan dalam pengelolaan media sosial dan mendesain konten menggunakan aplikasi Canva. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan pengelolaan media sosial masih sangat diperlukan oleh pemerintah desa demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.
Festival Serabi Likuran Sebagai Model Komunikasi Budaya Pembentuk Place Branding Desa Wisata Penggarit Himawan Ristanto; Eko Wahyono; Alfiyani Aisyah; Ahmad Sunardi
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v9i2.17674

Abstract

Tradisi Serabi Likuran merupakan praktik budaya berbasis kuliner yang berkembang di masyarakat Desa Wisata Penggarit. Tradisi ini mulanya sebagai bentuk silaturahmi dan komunikasi sosial pada malam-malam akhir Ramadhan, yang kemudian dikembangkan menjadi festival budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi budaya dalam tradisi tersebut serta mengkaji transformasinya menjadi festival budaya dan instrumen place branding desa wisata Penggarit. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, studi literatur, dan interpretasi budaya. Penelitian ini menggunakan perspektif komunikasi budaya yang memandang tradisi kuliner sebagai praktik komunikasi simbolik dalam pembentukan identitas kolektif masyarakat dan penguatan Place branding desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serabi adalah warisan dan kekayaan kuliner lokal Desa Penggarit. Serabi berfungsi sebagai media komunikasi simbolik yang merepresentasikan nilai solidaritas sosial, religiusitas, dan identitas kolektif. Transformasi tradisi menjadi festival memperluas fungsi komunikasi dari interpersonal menjadi komunikasi publik dan strategis sebagai atraksi pariwisata. Festival Serabi Likuran berperan sebagai citra desa berbasis kearifan lokal yang memperkuat place branding Desa Penggarit. Penelitian ini menghasilkan model komunikasi budaya berbasis gastronomi "The Four-Stage Cultural Gastronomy Model" menggambarkan tahapan transformasi dari komunikasi interpersonal, simbolik-religius, komunikasi publik menuju komunikasi branding destinasi wisata. Penelitian ini berkontribusi dalam integrasi budaya lokal dan place branding pariwisata perdesaan.