Misnawati Misnawati
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Teks Eksplanasi Ilmiah Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Mustika Wati; Misnawati Misnawati; Ita Rahmiyani; Fauzia Dwi Sasmita
Gawi: Journal of Action Research Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Borneo Research and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59329/gawi.v5i1.157

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya aktivitas belajar peserta didik yang didukung oleh hasil belajar yang masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yakni 70 pada pembelajaran tematik Tema Tokoh dan Penemuan muatan Bahasa Indonesia materi teks eksplanasi ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru, serta meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas menggunakan model Problem Based Learning. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif ini dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan pada 11 orang peserta didik kelas VI SDN Pematang Karangan. Jenis data yang digunakan ialah adalah data kualitatif dan kuantitaf yang diperoleh melalui lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik serta hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 memperoleh skor 16 (baik), pertemuan 2 memperoleh skor 17 (sangat baik), pertemuan 3 memperoleh skor 19 (sangat baik), pertemuan 4 memperoleh skor 20 (sangat baik). Adapun aktivitas peserta didik pada pertemuan 1 sebesar 62,5%, pertemuan 2 sebesar 72,8%, pertemuan 3 sebesar 80%, dan pertemuan 4 sebesar 85,7%. Sedangkan ketuntasan klasikal hasil belajar pertemuan 1 yaitu 50%, pertemuan 2 yaitu 64%, pertemuan 3 yaitu 90%, dan pertemuan 4 yaitu 100%. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh simpulan bahwa pembelajaran Problem Based Learning dapat terlaksana dengan kriteria sangat baik pada aktivitas guru dan aktivitas peserta didik yang mengalami peningkatan hingga mencapai kriteria sangat aktif. Adapun hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan hingga mencapai ketuntasan hasil belajar yang signifikan, sehingga model ini dapat diterapkan pada subjek pelajaran yang lain.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi, Dan Kolaborasi Pendidikan Pancasila Menggunakan Model LENTERA Kelas IV SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin Misnawati Misnawati; Fathul Jannah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.895

Abstract

Permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi disebabkan karena kesulitan siswa dalam mengenali dan memahami realitas yang diberikan guru, kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat, partisipasi siswa belum merata saat diskusi dan metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, keterampilan kolaborasi melalui penerapan model LENTERA yang mengintegrasikan Problem Based Learning , Think Talk Write , dan Numbered Heads Together . Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan pada murid kelas IV SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin sebanyak 28 murid. Data penelitian meliputi data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari teknik pengukuran tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru memperoleh kriteria ”sangat baik”, aktivitas murid meningkat dari 39% menjadi 92%, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 29% menjadi 92%, keterampilan komunikasi meningkat dari 36% menjadi 100%, dan keterampilan kolaborasi meningkat dari 29% menjadi 100%. Hasil belajar murid pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik juga mengalami peningkatan hingga mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, model LENTERA efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 dan hasil belajar murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila.