Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peran Pentahelix Dalam Pengembangan Desa Wisata Pulau Sibandang Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara Santa Tiasma Tambunan; Tio R.J Nadeak; Bambang T.J Hutagalung; Robert Juni Tua Sitio; Wolter P. Silalahi
PUBLIC CORNER Vol 20 No 2 (2025): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v20i2.4582

Abstract

Desa Wisata Pulau Sibandang memiliki daya tarik wisata yang beragam seperti wisata alam wisata budaya. Berbagai potensi yang dimiliki menunjukkan pentingnya upaya pengembangan Desa Wisata Pulau Sibandang yang terencana dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan tantangan yang dihadapi unsur-unsur pentahelix dalam pengembangan Desa Wisata Pulau Sibandang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengembangan Desa Wisata Pulau Sibandang, peran ke lima unsur dalam pentahelix sudah berjalan, namun belum optimal. Khususnya pada peran unsur pelaku usaha. Secara keseluruhan kolaborasi yang terjalin masih minim dan kurang berjalan maksimal sehingga capaian dari upaya pengembangan belum terlihat signifikan. Dalam implementasi pengembangan Desa Wisata Pulau Sibandang, menghadapi berbagai dinamika permasalahan yang menjadi tantangan unsur pentahelix dalam menjalankan perannya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran, kolaborasi, pendekatan dan pendampingan yang berkelanjutan untuk mewujudkan pengembangan Desa Wisata Pulau Sibandang menjadi Desa Wisata yang berkembang, maju dan mandiri. Kata Kunci: Peran Pentahelix, Desa Wisata, Pengembangan Desa Wisata
Eksistensi Atraksi Hombo Batu (Lompat Batu) Sebagai Tradisi dalam Peningkatan Kunjungan Wisata di Desa Bawamataluo Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan Sebastinus Gulo; Sudirman Lase; Harisan Boni Firmando; Bambang T.J Hutagalung; Liyus Waruwu
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v6i1.10970

Abstract

The Hombo Batu attraction is a cultural tradition of the Nias people that is still preserved to this day, especially in Bawamataluo Village. This tradition not only serves as a cultural heritage and a symbol of maturity for Nias men, but has also developed into a cultural tourism attraction that has economic value for the local community. This study aims to analyze the existence of the Hombo Batu attraction as a cultural tradition and its role in increasing tourist visits to Bawamataluo Village. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. Research informants included traditional leaders, Hombo Batu attraction actors, village tourism managers, and tourists. The results of the study indicate that the existence of the Hombo Batu attraction is still maintained through the inheritance of cultural values from generation to generation and support from the local community. In addition, Hombo Batu has proven to be a major attraction that is able to increase interest in domestic and international tourists. However, the management of this attraction still faces several obstacles, such as limited promotion and tourism support facilities. This study concludes that the Hombo Batu attraction plays a strategic role in the development of cultural tourism in Bawamataluo Village and needs to be supported by sustainable management to maintain its cultural value and economic benefits.