Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Digital Marketing terhadap UMKM di Kota Makassar Menggunakan Pendekatan Desain Explanatory Sequential Fitri Fitri; Reza Afandy Ghulam; Asriani Asriani
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 6 No 1 (2026): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v6i1.391

Abstract

Transformasi digital mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan digital marketing sebagai strategi dalam meningkatkan daya saing dan kinerja usaha. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya hanya menjelaskan besarnya pengaruh digital marketing tanpa mengungkap mekanisme yang mendasari hubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh digital marketing terhadap kinerja UMKM di Kota Makassar menggunakan pendekatan Mixed Methods dengan desain Explanatory Sequential. Tahap kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap 109 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap pemilik UMKM dan pelanggan yang dipilih berdasarkan hasil analisis kuantitatif, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Integrasi kedua tahap dilakukan melalui Joint Display untuk menghasilkan meta-inference. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,733, yang berarti 73,3% variasi kinerja UMKM dapat dijelaskan oleh model penelitian. Secara parsial, engagement interaktif merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan, diikuti oleh narasi otentik, visual konten, dan frekuensi posting. Hasil wawancara menjelaskan bahwa dominasi engagement interaktif dipengaruhi oleh komunikasi yang responsif, personal, dan berkelanjutan sehingga mampu membangun kepercayaan pelanggan. Selain itu, narasi otentik memperkuat hubungan emosional pelanggan, sedangkan visual konten berfungsi sebagai daya tarik awal dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Integrasi hasil kuantitatif dan kualitatif menunjukkan bahwa peningkatan kinerja UMKM tidak hanya ditentukan oleh aktivitas promosi digital, tetapi juga oleh terbentuknya kepercayaan pelanggan sebagai mekanisme utama yang menghubungkan digital marketing dengan peningkatan kinerja usaha. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dan metodologis terhadap pengembangan kajian digital marketing pada sektor UMKM melalui penerapan desain Mixed Methods Explanatory Sequential.
Digitalisasi Informasi Pariwisata Melalui Sistem Informasi Geografis Kabupaten Bulukumba Andi Nurfadly; Asriani Asriani; Jusran Jusran; Irwan Syarif; Ulil Amri
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1054

Abstract

abupaten Bulukumba memiliki potensi pariwisata yang kaya, mencakup wisata bahari, alam, dan budaya, seperti Pantai Bira dan tradisi pembuatan kapal Pinisi. Namun, pengelolaan dan penyampaian informasi pariwisata masih bersifat konvensional dan belum terintegrasi secara spasial, sehingga menyulitkan wisatawan dalam mengakses informasi serta membatasi dukungan data bagi pengambilan keputusan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Geografis berbasis web (WebGIS) sebagai media digitalisasi informasi pariwisata Kabupaten Bulukumba yang interaktif dan terintegrasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan model pengembangan perangkat lunak Software Development Life Cycle (SDLC) tipe prototyping. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan Dinas Pariwisata, dan studi kepustakaan. Sistem dikembangkan menggunakan data koordinat geografis, basis data objek wisata dan fasilitas pendukung, serta teknologi WebGIS untuk visualisasi peta digital. Pengujian dilakukan dengan metode black-box testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WebGIS yang dikembangkan mampu menampilkan lokasi objek wisata secara interaktif, menyajikan informasi destinasi dan fasilitas secara detail, serta menyediakan visualisasi spasial dan akses rute berbasis peta digital. Implementasi sistem ini meningkatkan efisiensi dan akurasi penyebaran informasi pariwisata serta mendukung analisis spasial sederhana bagi pengelola dan pengambil kebijakan.   Bulukumba Regency has diverse tourism potential, including marine, natural, and cultural attractions, such as Bira Beach and the traditional Pinisi shipbuilding heritage. However, tourism information management in this region remains conventional, fragmented, and not spatially integrated, making it difficult for tourists to access accurate information and limiting data support for location-based decision-making by local governments. This study aims to design and implement a web-based Geographic Information System (WebGIS) as an interactive and integrated digital platform for tourism information in Bulukumba Regency. The research adopts a descriptive approach with a software engineering methodology using the Software Development Life Cycle (SDLC) prototyping model. Data were collected through observation, interviews with the local Tourism Office, and literature review. The system was developed using geographic coordinate data, a database of tourist attractions and supporting facilities, and WebGIS technology for digital map visualization. System testing was conducted using black-box testing. The results indicate that the developed WebGIS is capable of presenting tourist locations interactively, providing detailed information on destinations and supporting facilities, and offering route access and spatial visualization based on digital maps. The implementation of this system improves the efficiency and accuracy of tourism information dissemination and supports basic spatial analysis for tourism management and policy-making.