Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

STUDI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AREA TRAFFIC CONTROL SYSTEM (ATCS) (Simpang Taman Kota Kendari) Rachman, Fikran Sanji; Putra, Adris Ade; Magribi, La Ode Muh.
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.089 KB)

Abstract

Transportasi merupakan suatu kegiatan yang penting di Kota, kerena selalu berkaitan dengan kebutuhan setiap orang yang ada di kota. Semakin banyaknya masyarakat yang membutuhkan transportasi tentunya ruas-ruas jalan yang tersedia tentunya akan semakin padat dan ramai. Masalah transportasi yang terjadi di daerah perkotaan Indonesia adalah bagimana memenuhi permintaan jumlah perjalanan yang semakin meningkat, yang tidak menimbulkan kemacetan arus lalu lintas di jalan raya. Untuk mengatur lalu lintas Dishub Kota Kendari memasang ATCS (Area Traffic Control System) / traffic light di simpang Taman Kota Kendari dengan harapan dapat mengurangi kepadatan dan kemacetan di simpang pada pusat Kota Kendari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja simpang di Taman Kota Kendari sebelum dan setelah pemasangan ATCS (traffic light) pada simpang tersebut, dan apakah ATCS (traffic light) yang di letakkan di simpang tersebut efektif atau tidak efektif. Penelitian ini membandingkan nilai derajat kejenuhan dan tundaan sebelum dan setelah pemasangan ATCS (traffic light) dengan menggunakan rumus Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Dari hasil analisa ATCS (traffic light) yang dipasang pada simpang Taman Kota Kendari tidak efektif, sebelum ATCS (pemasangan traffic light) simpang tersebut memiliki kinerja masih cukup baik ini dapat dilihat dari nilai derajat kejenuhan di jam sibuk tertinggi yaitu pada pukul 10.00-11.00 hanya sebesar 0,52 smp/jam dan masih belum perlu pemasangan ATCS (Traffic light) pada simpang tersebut, setelah pemasangan ATCS (traffic light) nilai derajat kejenuhan simpang tersebut meningkat yaitu pada pukul 10.00-11.00 di lengan A sebesar 0,83 smp/jam. Tundaan lalu lintas sebelum pemasangan ATCS (traffic light) tertinggi yaitu pada pukul 10.00-11.00 hanya sebesar 5,18 det/smp, setelah pemasangan ATCS (traffic light) tundaan lalu lintas tertinggi pada simpang tersebut meningkat yaitu pada pukul 11.00-12.00 yaitu sebesar 67,51 det/smp. Jarak simpang tersebut dan simpang sebelumnya juga yaitu simpang Kantor Walikota Kendari juga sangat dekat ini dapat menyebabkan ekor panjang antrian pada simpang sampai dengan simpang Kantor Walikota dan Simpang rumah jabatan Gubernur.
SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI LOGISTIK DAN AKSESIBILITAS DISTRIBUSI ANGKUTAN BARANG DI PULAU KABAENA KABUPATEN BOMBANA Ishak, Ishak; Putra, Adris Ade; Magribi, La Ode Muh.
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.305 KB)

Abstract

ABSTRAKPulau Kabaena memiliki potensi sumber daya alam yang cukup banyak, sejalan dengan pengembangan Kabupaten Bombana, maka dipandang perlu untuk memaksimalkan pemanfaatan jaringan jalan yang tersedia agar dapat digunakan secara maksimal dalam mendukung pengembangan wilayah. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Mengetahui potensi komoditi angkutan logistik di Pulau Kabaena pada saat ini (existing) dan tahun yang akan datang. Menganalisis pola jaringan transportasi logistik di Pulau Kabaena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditi terbesar di Kepulauan Kabaena untuk jenis tanaman pangan, tanaman perkebunan, dan peternakan dihasilkan oleh Kecamatan Kabaena dan Kecamatan Kabaena Selatan. Pergerakan Internal angkutan logistik masuk di pulau Kabaena yang berasal dari dalam Kabupaten melalui pintu masuk Pelabuhan Sikeli, Pelabuhan Dongkala, Pelabuhan Bopinang dan Pelabuhan Kasipute, sedangkan pergerakan Eksternal angkutan logistik keluar di pulau Kabaena dengan tujuan Talaga, Bau-Bau, Bajoe, Kendari, Kaledupa, Maccani Baji, Morowali, B. Kassi, M. Bajji, Toli-Toli, dan Biringkasi. Strategi pengembangan transportasi dilakukan dengan membangun sistem jaringan transportasi jalan yang di sesuaikan dengan kebutuhan pembangunan wilayah.?Kata Kunci : Distribusi, Komoditi, Jalan, Pelabuhan, Angkutan LogistikABSTRACTKabaena islands have considerable natural resource potential, in line with the development of Bombana Regency, it is deemed necessary to maximize the utilization of available road networks to be used optimally in supporting regional development. The objectives to be achieved in this study are: knowing the potential of the logistics transportation commodities on Kabaena Island in the present and the coming year. Analyzing the pattern of logistics transportation networks on Kabaena Island. Develop a transportation network development strategy to support logistics distribution on Kabaena Island. The results showed that the largest commodity in the Kabaena Islands for food crops, plantation crops, and livestock was produced by Kabaena District and South Kabaena District. Internal movement of logistic transportation entering Kabaena island originating from within the Regency through the entrance of Sikeli Port, Dongkala Port, Bopinang Port and Kasipute Port, while the external movement of logistic transport out on Kabaena island with the aim of Talaga, Bau-Bau, Bajoe, Kendari, Kaledupa , Maccani Baji, Morowali, B. Kassi, M. Bajji, Toli-Toli, and Biringkasi. The transportation development strategy is carried out by building a road transportation network system that is tailored to the regional development needs.?Keywords : Distribution, Commodities, Roads, Ports, Logistics Transportation
EVALUASI SISTEM JARINGAN JALAN PENDUKUNG KAWASAN PARIWISATA NASIONAL DI KABUPATEN WAKATOBI Sulfriadin, Sulfriadin; Ngii, Edward; Magribi, La Ode Muh.
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.652 KB)

Abstract

ABSTRAKEvaluasi jaringan jalan diperlukan guna mencapai tujuan penyelenggaraan transportasi, yaitu mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien, jaringan jalan sebagai prasarana dalam sistem transportasi memiliki peranan penting dalam mendukung kemudahan aksesibiltas dan mobilitas dalam suatu wilayah. Sumber daya alam yang kabupaten Wakatobi memiliki potensi sangat besar sebagai daya tarik wisata, baik bagi wisatawan lokal, nusantara, maupun mancanegara dan merupakan salah satu kawasan pariwisata nasional dengan kondisi ekosistem terbaik di dunia.Kawasan strategis pariwisata adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata [1]. Kawasan strategis merupakan wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan, karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap ekonomi, sosial, budaya dan/atau lingkungan. penetapan kawasan strategis difokuskan pada percepatan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi wilayah. Wakatobi masuk dalam daftar 88 kawasan strategis pariwisata nasional serta 10 besar destinasi prioritas, seluruh wilayah kabupaten Wakatobi masuk dalam kawasan strategis pariwisatan nasional, DPN Kendari-Wakatobi dan Sekitarnya (PP No. 50 tahun 2011).? Perwilayahan Destinasi Pariwisata Kabupaten Wakatobi 1) DPK Wangi-Wangi dan sekitarnya, 2) DPK Kaledupa dan sekitarnya, 3) DPK Tomia dan sekitarnya, 4) DPK Binongko dan sekitarnya [2].Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting data dasar prasarana jalan, Indeks Prasarana Jalan (IPJ), kemudahan aksesibilitas dan Mobilitas dalam mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Kabupaten Wakatobi serta peta berbasis SIG dan CarryMap Observer (peta offline seluler).Analisis dilakukan dengan menggunakan Indeks Prasarana Jalan dan Standar Pelayanan Minimal dan dilakukan pemetaan indeks aksesibilitas dan mobilitas berbasis SIG dan CarryMap, Hasil analisis menunjukkan bahwa skor Indeks Prasarana Jalan Kabupaten Wakatobi 5.53 tergolong "Sedang? (skor antara 5-6) dapat di katakan mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dengan kategori sedang, Indeks aksesibilitas 0.64 km/km2 kategori sedang dan indeks mobilitas 4.37 km/1000 penduduk tergolong tinggi.? Indeks aksesibilitas maupun indeks mobilitas memenuhi syarat SPM. Untuk menaikkan Indeks Prasarana Jalan guna mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Kabupaten Wakatobi salah satunya adalah menaikkan kondisi kemantapan jalan yang ada.?Kata Kunci : ?Jaringan Jalan, Indeks Prasarana Jalan, Standar Pelayanan Minimum, Peta SIG, CarryMap, Kabupaten WakatobiInfo ArtikelABSTRAKDiajukan DiperbaikiDisetujui?: ?14 Juni 2019:? 19 Juni 2019:? 21 Juni 2019?Evaluasi jaringan jalan diperlukan guna mencapai tujuan penyelenggaraan transportasi, yaitu mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien, jaringan jalan sebagai prasarana dalam sistem transportasi memiliki peranan penting dalam mendukung kemudahan aksesibiltas dan mobilitas dalam suatu wilayah. Sumber daya alam yang kabupaten Wakatobi memiliki potensi sangat besar sebagai daya tarik wisata, baik bagi wisatawan lokal, nusantara, maupun mancanegara dan merupakan salah satu kawasan pariwisata nasional dengan kondisi ekosistem terbaik di dunia.Kawasan strategis pariwisata adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata [1]. Kawasan strategis merupakan wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan, karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap ekonomi, sosial, budaya dan/atau lingkungan. penetapan kawasan strategis difokuskan pada percepatan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi wilayah. Wakatobi masuk dalam daftar 88 kawasan strategis pariwisata nasional serta 10 besar destinasi prioritas, seluruh wilayah kabupaten Wakatobi masuk dalam kawasan strategis pariwisatan nasional, DPN Kendari-Wakatobi dan Sekitarnya (PP No. 50 tahun 2011).? Perwilayahan Destinasi Pariwisata Kabupaten Wakatobi 1) DPK Wangi-Wangi dan sekitarnya, 2) DPK Kaledupa dan sekitarnya, 3) DPK Tomia dan sekitarnya, 4) DPK Binongko dan sekitarnya [2].Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting data dasar prasarana jalan, Indeks Prasarana Jalan (IPJ), kemudahan aksesibilitas dan Mobilitas dalam mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Kabupaten Wakatobi serta peta berbasis SIG dan CarryMap Observer (peta offline seluler).Analisis dilakukan dengan menggunakan Indeks Prasarana Jalan dan Standar Pelayanan Minimal dan dilakukan pemetaan indeks aksesibilitas dan mobilitas berbasis SIG dan CarryMap, Hasil analisis menunjukkan bahwa skor Indeks Prasarana Jalan Kabupaten Wakatobi 5.53 tergolong "Sedang? (skor antara 5-6) dapat di katakan mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dengan kategori sedang, Indeks aksesibilitas 0.64 km/km2 kategori sedang dan indeks mobilitas 4.37 km/1000 penduduk tergolong tinggi.? Indeks aksesibilitas maupun indeks mobilitas memenuhi syarat SPM. Untuk menaikkan Indeks Prasarana Jalan guna mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Kabupaten Wakatobi salah satunya adalah menaikkan kondisi kemantapan jalan yang ada.?Kata Kunci : ?Jaringan Jalan, Indeks Prasarana Jalan, Standar Pelayanan Minimum, Peta SIG, CarryMap, Kabupaten Wakatobi??? ???ABSTRACT??Evaluation of road networks is needed to achieve the objectives of transportation management, namely to realize safe, secure, fast, smooth, orderly and orderly, comfortable traffic and road transport, Jaingan Jalan as an infrastructure in the transportation system has an important role in supporting accessibility and mobility. in a region. Natural resources that Wakatobi Regency has enormous potential as a tourist attraction, both for local, domestic and foreign tourists and is one of the National Tourism Regions with the best ecosystem conditions in the world.The strategic tourism area is an area that has the main function of tourism or has the potential for tourism development. Strategic areas are areas where spatial planning is prioritized, because it has a very important influence on the economy, social, culture and / or environment. the determination of strategic areas is focused on accelerating the development of regional economic growth centers. Wakatobi is included in the list of 88 national strategic strategic areas and 10 top priority destinations, all of the Wakatobi districts are included in the national tourism strategic area, Kendari-Wakatobi and the surrounding DPN (PP No. 50 of 2011). Wakatobi Regency Tourism Destination Region 1) Fragrant Depot and surrounding area, 2) Kaledupa and surrounding areas, 3) Tomia DPK and its surroundings, 4) Binongko DPK and its surroundings. The purpose of this study was to determine the existing conditions of basic data on road infrastructure, Road Infrastructure Index (IPJ), ease of accessibility and mobility in supporting the National Tourism Strategic Area in Wakatobi Regency as well as GIS-based maps and CarryMap Observer (cellular offline maps).The analysis was carried out using the Road Infrastructure Index and Minimum Service Standards and an accessibility index and GIS-based mobility and CarryMap mapping were carried out. The analysis showed that the Wakatobi Regency Road Infrastructure Index score of 5.53 was classified as "Medium" (score between 5-6) can be said to support the Region National Tourism Strategic with moderate category, accessibility index 0.64 km / km2 medium category and 4.37 km / 1000 mobility index population classified as high Accessibility index and mobility index meet SPM requirements To raise the Road Infrastructure Index to support National Tourism Strategic Areas in Wakatobi Regency one of them is to improve existing road stability conditions.?Keywords : Road Network, Road Infrastructure Index, Minimum Service Standards, SIG Map, CarryMap, Wakatobi Regency
PENGARUH ASPEK ADMINISTRASI DAN TEKNIS TERHADAP KINERJA KONTRAKTOR DI KOTA KENDARI Saldi Saldi; La Ode Muh. Magribi; Abdul Kadir
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.965 KB) | DOI: 10.55679/jts.v7i2.8194

Abstract

ABSTRAKAdministrasi diartikan sebagai peran tenaga teknis, tenaga yang mempunyai pengalaman dan memiliki modal dalam melaksanakan proyek pelaksanaan kegiatan berdasarkan aturan, mekanisme ataupun tata cara yang telah ditetapkan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki oleh pemerintah. Teknis adalah peralatan yg dimiliki kontraktor dan menyediakan standar kesehatan dan keselamatan kerja untuk meningkatkan keselamatan kerja. Kinerja adalah mengukur bagaimana pengaruh aspek administrasi dan teknis terhadap kinerja yaitu ketepatan waktu dan hasil kinerja yang diselelesaikan dalam lima tahun terakhir.Pelaksana atau kontraktor dalam UU LPJK No. 3 Tahun 2017 tentang jasa kontruksi adalah penyedia jasa orang perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli yang profesional dibidang pelaksanaan jasa kontruksi yang mampu menyelenggarakan kegiatannya untuk mewujudkan suatu hasil perencanaan menjadi bentuk bangunan atau bentuk fisik lainnya. Pelaksana adalah suatu badan hukum atau penawar yang memiliki klasifikasi dan keahlian dalam pelaksanaan yang telah ditunjuk oleh pemilik atau pemimpin proyek/pemimpin bagian proyek dan menandatangani kontrak untuk melaksanakan pekerjaan di Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Kendari.Dalam perkembangan Kota Kendari dalam industri jasa konstruksi memiliki peranan penting dalam pembangunan. Seiring dengan semakin meningkatnya pekerjaan konstruksi kebutuhan tenaga kerjapun mengalami peningkatan, utamanya adalah pada tenaga kerja konstruksi yang berkompeten akan banyak dibutuhkan guna kelancaran seluruh pekerjaan konstruksi. Dikarenakan dalam industri konstruksi, tenaga kerja dan peralatan merupakan faktor kunci yang menentukan penyelesaian suatu proyek konstruksi, hal ini berhubungan dengan produktivitas yang bisa mereka hasilkan. Maka dipandang perlu untuk mengetahui kinerja kontraktor yang ada di Kota KendariTujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Mengetahui karateristik perusahaan kontraktor yang ada di Kota Kendari, Mengetahui pengaruh aspek administrasi dan teknis terhadap kinerja kontraktor di Kota Kendari,  Merumuskan langkah – langkah yang dapat di ambil untuk mengoptimalkan kinerja kontraktor, metode yang digunakan penelitian ini menggunakan metode yaitu Structural Equation Modeling AMOS.Hasil penelitian menunjukkan pengaruh aspek administrasi positif 0.601 dan teknis positif 0.781 terhadap kinerja kontraktor yang di dukung dengan beberapa pertanyaan. langkah – langkah yang dapat di ambil untuk mengoptimalkan kinerja kontraktor di Kota Kendari adalah membuat sistem website data base nama tenaga kontrak dalam melaksanakan pekerjaan dan teknis perlu di pertahankan dalam rangka menjaga kinerja kontraktor di Kota Kendari. Kata Kunci : Karateristik, Kinerja, Pengaruh
EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN PELABUHAN PENYEBERANGAN FERRY SAWAEA TERHADAP PENINGKATAN AKSESIBILITAS WILAYAH SEKITARNYA Ebit Ebit; Abdul Kadir; La Ode Muh. Magribi
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.59 KB) | DOI: 10.55679/jts.v7i2.8190

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi potensi wilayah sebagai pembangkit pergerakan transpostasi di Kabupaten Konawe Kepulauan (2) Menentukan tingkat Efektifitas Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Ferry Sawaea terhadap Peningkatan Aksesibilitas Wilayah Sekitarnya.Obyek penelitian ini adalah stakeholders terkait di Kabupaten Konawe Kepulauan yang meliputi masyarakat di Kecamatan Wawonii Selatan, Kecamatan Wawonii Tenggara dan isntansi terkait. Variabel aksesibilitas yang diteliti adalah kelancaran dan kenyamanan perjalanan, waktu tempuh perjalanan, jarak tempuh perjalanan dan biaya perjalanan. Analisis LQ digunakan untuk mengetahui potensi wilayah sebagai pembangkit pergerakan transpostasi di Kabupaten Konawe Kepulauan dan analisis deskriptif dengan skala likert digunakan untuk menentukan tingkat Efektifitas Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Ferry Sawaea terhadap Peningkatan Aksesibilitas Wilayah Sekitarnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua sektor basis di Kabupaten Konawe Kepulauan yaitu, Sektor Ekonomi Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Sektor Ekonomi Jasa Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Adapun Tingkat Efektifitas Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Ferry Sawaea menunjukkan interpretasi rata-rata persentase sebesar 99,14%. Hal ini menyatakan bahwa Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Ferry Sawaea di Kabupaten Konawe Kepulauan yang akan menghubungan Pelabuhan Penyeberangan Ferry Amolengu akan sangat efektif meningkatkan aksesibilitas wilayah sekitarnya Kata Kunci : Efektivitas, Potensi Wilayah, Pelabuhan Penyeberangan Ferry, AksesibilitasABSTRACTThe objective of the study was to identify two primary of points: to identify the potency of the region as a transportation movement generator in Konawe Kepulauan Regency, to determine the effectiveness of the construction of Sawaea ferry crossing port toward the enhancement of accessibility of the region and its vicinity.The object of this research was the involved stakeholders in Konawe Kepulauan Regency which included societies in south Wawonii district, southeast Wawonii district and related institutions. Accessibility variables studied were continuity and comfort travel, time of travel, distance of travel and espense of travels. LQ analysis is applied to determine the potency of the region as a transportation movement generator in Konawe Kepulauan Regency and a descriptive analysis with the likert scale is used to determine the level effectiveness of the construction of Sawaea ferry crossing port toward the enhancement of the accessibility of the region and its vicinity.The results of the research showed that there were two main sectors in Konawe Kepulauan Regency namely, agriculture, forestry, fisheries, and economic sector of government administration services, defense and compulsory social security. The effectiveness level of construction of the Sawaea ferry port showed an average interpretation percentage is 99.14%. This stated that the construction of the Sawaea Ferry Crossing Port in Konawe Kepulauan regency, which will connect with the Amolengu Ferry Port, will be very effective to enhance the accessibility of the region and its vicinity. Keywords : Effectiveness, Regional Potency, Ferry Crossing Port, Accessibility
ANALISA PENGARUH KINERJA JALAN TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN DI KOTA KENDARI La Ode Muh. Magribi; Ld. M. Nurrakhmad Arsyad
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.711 KB) | DOI: 10.55679/jts.v5i3.6429

Abstract

Baiknya kinerja suatu jaringan jalan sangat mempengaruhi perkembangan suatu kota. di Sulawesi Tenggara pada kurun waktutiga tahun terakhir, yaitu tahun 2012-2014 yang tercatat oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara sebesar 4814kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari besarnya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi, tercatat Kota Kendari sebagaipenyumbang kecelakaan terbesar di Sulawesi Tenggara.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran kecelakaan dikota kendari, Mengetahui kinerja jalan pada lokasi rawan kecelakaan di kota kendari, dan Untuk mengetahui pengaruh kinerjajalan terhadap tingkat kecelakaan pada lokasi rawan kecelakaan di kota Kendari. Hasil penelit ian ini menunjukkan bahwablack area di Kota Kendari adalah Kecamatan mandonga dengan jumlah kecelakaan sebanyak 179 kasus, Black site diKecamatan mandonga adalah di ruas Jl. Abd. Silondae dengan jumlah kecelakaan 42 kejadian.Kata kunci : daerah rawan kecelakaan, ruas jalan rawan kecelakaan, tingkat pelayanan jalan.
ANALISIS KINERJA PELABUHAN LAUT NUSANTARA KENDARI “Tinjauan Terhadap Angkutan General Cargo” La Ode Muh. Magribi; Adris Ade Putra; Muh. Ardiwansa
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.05 KB) | DOI: 10.55679/jts.v6i2.6219

Abstract

Penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja pelabuhan general cargo Nusantara Kendari berupa nilai (BOR), menganalisis panjang dermaga, Luas lapangan penumpukan dan proyeksi panjang dermaga dan luas lapangan penumpukan 5,10 dan 20 tahun yang akan datang. Hasilnya menunjukkan nilai BOR pada tahun 2015 masih memenuhi standar Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut  yaitu di bawah 70%, begitupun di tahun 2020, 2025 dan 2035 mendatang. Panjang dermaga saat ini pada Pelabuhan Nusantara Kendari adalah 197,5 m, sementara kebutuhan dermaga saat ini hanya sebesar 134,40 m , begitupun di tahun 2020 dan 2025 kebutuhan panjang dermaga hanya mencapai 134,40 m, sementara panjang dermaga yang tersedia adalah 197,5 m, tetapi untuk tahun 2035 kebutuhan dermaga mencapai 257,60 m dibutuhkan penambahan dermaga sepanjang 60,1 m. untuk luas lapangan penumpukan yang dibutuhkan pada saat ini hanya sebesar 0,02 ha sementara luas lapangan penumpukan yang tersedia yaitu 2,43 ha, untuk tahun 2020, 2025 dan 2035 luas lapangan penumpukan yang terpakai hanya sebesar 0,05 ha sementara lapangan penumpukan yang tersedia sebesar 2,43 ha, hal ini menunjukan bahwa fasilitas pelabuhan berupa dermaga dan lapangan penumpukan masih mampu menampung arus kapal dan barang hingga 20 tahun yang akan datang.
STRATEGI PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN DALAM MENUNJANG MOBILITAS PERGERAKAN PENDUDUK DI KABUPATEN KONAWE SELATAN Rahman Suardin; Adris Ade Putra; La Ode Muh. Magribi
STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): STABILITA || Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.204 KB) | DOI: 10.55679/jts.v7i2.8192

Abstract

ABSTRAKPrasarana transportasi di  Kabupaten Konawe Selatan khususnya  jaringan jalan yang menghubungkan antar wilayah masih belum memadai, hal ini disebabkan kondisi jalan yang sebagian besar dalam kondisi rusak, disamping itu sarana transportasi juga masih belum mendukung, sehingga aksesibilitas antar kawasan internal dan eksternal sangat rendah. Prasarana transportasi seharusnya dapat memberikan manfaat dan dampak yang luas, guna meningkatakan mobilitas dan aksesibilitas pergerakan orang dan barang, Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian guna menemukan strategi dan mengetahui faktor-faktor pengembangan jaringan jalan di  wilayah Kabupaten Konawe Selatan.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:Menganalisis interaksi antar wilayah  berdasarkan pola pergerakan penduduk dalam kerangka pengembangan jaringan jalan  Kabupaten Konawe Selatan. Menentukan strategi pengembangan jaringan jalan dalam menunjang pertumbuhan dan pengembangan wilayah  Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian menggunakan Matrik Asal Tujuam (MAT) yang disertai dengan garis keinginan (Desire Line), untuk memetakan pergerakan penduduk antar kecematan dalam satu kabupaten secara simultan, selain itu penentuan strategi pengembangan jaringan jalan dalam penelitian ini menggunakan analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi pergerakan antar wilayah di Kab. Konawe Selatan sebesar 20.004  perjalanan  orang/hari. Distribusi perjalanan Internal terbesar terbesar adalah Kecamatan Tinanggea dengan total pergerakan 1600 perjalanan orang/hari, sedangkan perjalanan Internal Terkecil adalah Kec. Wolasi sebesar 349 perjalanan orang/hari.  Pergerakan Ekternal terbesar adalah Kecamatan Ranomeeto ke Kota Kendari dengan 1200 perjalanan orang/hari. Strategi pengembangan jaringan Kabupaten Konawe Selatan dengan menggunakan kekuatan dan memanfaatkan peluang yaitu: Peningkatan produksi pertanian tanaman pangan, perkebunan dan peternakan. Tersedianya prasarana jalan dan sarana pemasaran hasil produksi pertanian, perkebunan dan peternakan. Optimalisasi pembangunan infrastruktur transportasi guna memenuhi kebutuhan transportasi antar wilayah serta menunjang pengembangan wilayah. Kata Kunci : Pengembangan, Jaringan, Jalan, Pergerakan, StrategiABSTRACTTransportation infrastructure in South Konawe District, in particular the road network that connects between regions is still inadequate, this is due to the condition of the roads which are mostly in damaged condition, beside that, transportation facilities are still not supported, so accessibility between internal and external areas is very low. Transportation infrastructure should be able to provide benefits and impacts, in order to increase mobility and accessibility of movement of people and goods. Therefore, a study is needed to find strategies and to know the factors of road network development in the South Konawe District. The objectives to be achieved in this study are: Analyzing the interaction between regions based on the pattern of population movements in the framework of the development of the road network in South Konawe Regency. Determine a strategy for developing a road network in supporting the growth and development of the area of South Konawe Regency. The study used the Origin Target (MAT) matrix which was accompanied by desires (Desire Line), to map population movements between district in one regency simultaneously, besides the determination of road network development strategies in this study using SWOT analysis. The results showed that the interaction between regions in the South Konawe Regency amounted to 20,004 person trips/day. The biggest internal travel distribution is Tinanggea district with a total movement of 1600 people / day trips, while the Smallest Internal Trip is Wolasi district for 349 person trips/day. The biggest external movement is Ranomeeto district to Kendari City with 1200 person trips/day. The strategy for developing the network of the South Konawe Regency by using force and taking advantage of opportunities, namely: Increasing agricultural production of food crops, plantations and livestock. Availability of road infrastructure and marketing facilities for agricultural, plantation and livestock production. Optimizing the development of transportation infrastructure to meet transportation needs between regions and to support regional development. Keywords : Development, Network, Road, Movement, Strategy
PENGARUH PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN TERHADAP PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KABUPATEN KONAWE Risnawati Risnawati; Weka Widayati; La Ode Muh. Magribi
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.439 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v4i2.9982

Abstract

This research were conducted to 1) Know about the construction of road infrastructure in Konawe Regency. 2) Know about the agricultural development in Konawe Regency. 3) Know the effect of road infrastructure on agricultural development in Konawe Regency. This research was descriptive qualitative and quantitative. The variables of this research, in this case were road infrastructure variables include road length, accessibility. While agricultural development included land area, agricultural production, inputs, harvest / post-harvest and marketing. Based on the results of the study can be concluded that from 9 sub-districts in Konawe Regency, Abuki, Anggaberi, Konawe, Meluhu, Tongauna, Uepai, Unaaha, Wawotobi, and Wonggeduku Subdistricts the road construction has increased since the last 5 years. In 2014 the road length was 960.25 Km and 2018 amounted to 115.61 Km. For the opening of new road, the focus was on the business route using the village budget. Agricultural development in Konawe Regency, especially in the location where the research was conducted, has increased, marked by a large number of road infrastructure developments from 2014-2018, where most of the road infrastructure development has been carried out in agricultural centers.This had an impact on the increasing use of agricultural land from the last 5 years (2014-2018) as well as the increase in agricultural production in Konawe district, specifically 9 Subdistricts of the Research Area. The use of agricultural land in the study site consisted of 3 types of land use, i.e Farm, rice fields and dry land. Keywords: Road infrastructure and agricultural development
Dampak Pelabuhan Bungkutoko Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Dikawasan Pelabuhan Hardianti Hardianti; Weka Widayati; La ode Muh. Magribi
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.391 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v6i2.20154

Abstract

Abstrach: The purpose of this study is to (1) analyze the differences in the socio- economic conditions of the community before and after the existence of Bungkutoko Port, (2) Mapping the existence of Bungkutoko Port. The population in this study were 552 households in Bungkutoko Village. The sample of this research is 85 people in Bungkutoko Village. The results showed (1) There are differences in the socio-economic conditions of the community before and after the Bungkutoko Port. The existence of Bungkutoko Port has a positive impact on the socio-economic conditions of the community, which creates job opportunities, increases community income and improves environmental security. But on the other hand, Bungkutoko Port has not had a positive impact on education and public health. (2) Bungkutoko Port is in the administrative area of Bungkutoko Village, Nambo District, Kendari City. The existence of Bungkutoko Port not only has an impact on the socio-economic conditions of the community, but also has an impact on infrastructure development in the local area.Keywords: Bungkutoko Port; Public; Socio-Economic ConditionKeberadaan Pelabuhan Bungkutoko mempunyai dampak ikutan sehingga perlu untuk dilakukan penelitian. Tujuan penelitian ini untuk (1) Menganalisis perbedaan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum dan setelah adanya Pelabuhan Bungkutoko, (2) Memetakan keberadaan Pelabuhan Bungkutoko. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Kelurahan Bungkutoko berjumlah 552 kepala keluarga. Sampel penelitian ini adalah masyarakat di Kelurahan Bungkutoko berjumlah 85 kepala keluarga. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat perbedaan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum dan setelah adanya Pelabuhan Bungkutoko. Keberadaan Pelabuhan Bungkutoko berdampak positif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, dimana terciptanya kesempatan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat dan peningkatan keamanan lingkungan. Tetapi disisi lain, Pelabuhan Bungkutoko belum memberikan dampak positif bagi pendidikan dan kesehatan masyarakat. (2) Pelabuhan Bungkutoko berada diwilayah administrasi Kelurahan Bungkutoko Kecamatan Nambo Kota Kendari. Keberadaan Pelabuhan Bungkutoko tidak hanya berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak pada pengembangan infrastruktur diwilayah setempat. Kata Kunci: Pelabuhan Bungkutoko; Masyarakat; Kondisi Sosial Ekonomi