Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Video Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Penggunaan Media Digital di Jemaat Kawatu Marleen Muskita; Derek Bakarbessy; Frity Christin Talle
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 5 No. 2 (2025): Artikel Pengabdian Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v5i2.6419

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut masyarakat untuk lebih adaptif terhadap media digital sebagai sarana promosi dan pemberdayaan. Namun, di wilayah-wilayah tertentu seperti Jemaat Kawatu Klasis Kairatu, pemanfaatan media digital masih sangat terbatas karena kurangnya keterampilan dan pemahaman teknis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh Kurangnya Strategi yang Jelas dalam memanfaatkan media digital dan strategi yang matang guna meningkatkan Branding yang kuat ; Kurangnya Literasi Digital dimana tidak semua anggota organisasi memiliki kemampuan atau pemahaman yang cukup dalam menggunakan media digital, serta Keterbatasan Sumber Daya dimana tidak ada tim khusus yang menangani media digital disana. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan intensif yang mencakup pengenalan media digital, teknik dasar pengambilan gambar, penyuntingan video menggunakan aplikasi canva dan capcut, serta strategi penyebaran konten melalui platform media sosial. Selama kegiatan, peserta diberikan materi pelatihan dan praktik langsung pembuatan video promosi yang relevan dengan potensi lokal. Dokumentasi kegiatan menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif dari peserta, yang mayoritas terdiri dari pemuda dan pelayan jemaat. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan secara signifikan dalam pemahaman peserta terhadap penggunaan media digital dan kemampuan membuat video promosi sederhana. Sebagai tindak lanjut, peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan ini secara mandiri dan konsisten mengaplikasikannya untuk mendukung kegiatan jemaat maupun usaha lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan yang tepat sasaran dapat menjadi alat pemberdayaan efektif di era digital.
STRATEGI KOMUNIKASI PENYULUH AGAMA DAN DAMPAKNYA BAGI KARAKTER ANAK BINAAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II DI AMBON Frity Christin Talle; Amelia Tahitu; Demsy Wattimena
JURNAL BADATI Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi penyuluh agama serta dampaknya terhadap pembinaan karakter anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya jumlah anak yang berhadapan dengan hukum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 39 responden yang merupakan seluruh populasi anak binaan (total sampling). Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, regresi linear sederhana, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid dan reliabel. Selain itu, hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa strategi komunikasi penyuluh agama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap karakter anak binaan. Hal ini dibuktikan melalui uji t dan uji F yang menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, semakin baik strategi komunikasi yang digunakan oleh penyuluh agama, maka semakin baik pula pembentukan karakter anak binaan, yang meliputi kesadaran moral, tanggung jawab pribadi, dan kesiapan untuk kembali ke masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang bersifat persuasif, empatik, dan dialogis sangat efektif dalam proses pembinaan karakter anak binaan. Oleh karena itu, penyuluh agama diharapkan dapat terus mengembangkan strategi komunikasi yang adaptif dan sesuai dengan kondisi psikologis anak binaan guna mendukung proses rehabilitasi yang lebih optimal.