Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebijakan Makan Bergizi Gratis Di Provinsi Kalimantan Tengah: Kajian Filosofis Ekonomi Islam: Free Nutritious Meal Policy in Central Kalimantan Province: A Philosophical Study of Islamic Economics Hasanatul Munawarah; Ahmad Dakhoir
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 2 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v25i2.12675

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang menuai pro dan kontra, terutama dalam konteks implementasinya di Provinsi Kalimantan Tengah. Urgensi kajian ini didasarkan pada sejumlah fakta empiris: anggaran MBG nasional 2026 mencapai Rp335 triliun, namun realisasi 2025 baru mencapai 72,5% dari pagu; di Kalimantan Tengah terdapat 87 SPPG aktif per Februari 2026 jauh dari kebutuhan 169 SPPG; serta beberapa insiden keracunan makanan yang mencederai kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis polemik kebijakan MBG di Kalimantan Tengah melalui analisis isi kualitatif (qualitative content analysis) dengan bahan kajian utama berupa narasi pemberitaan media dan dokumen kebijakan. Kerangka analisis mengintegrasikan perspektif filosofis ekonomi Islam (ontologi, epistemologi, aksiologi) serta teori ekonomi mikro dan makro. Temuan menunjukkan bahwa MBG di Kalimantan Tengah menghadapi polemik pada enam dimensi: anggaran, ketersediaan pangan, distribusi, kualitas menu, koordinasi, dan transparansi. Secara ontologis, program ini selaras dengan prinsip pemenuhan kebutuhan dasar (dharuriyat); secara epistemologis, pengambilan keputusan masih lemah dalam hal basis data; secara aksiologis, ketimpangan distribusi menunjukkan belum terpenuhinya nilai keadilan ('adl) dan kemaslahatan (maslahah). Penelitian ini merekomendasikan penguatan tata kelola berbasis nilai-nilai ekonomi Islam untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan program.
Cyber Crime sebagai Risiko Sistemik pada Bank Digital Syariah di Indonesia: Analisis Perspektif Teori Risiko Ulrich Beck Hasanatul Munawarah; Masdar Hilmy; Desi Erawati
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.389

Abstract

Cyber Crime sebagai risiko sistemik dalam konteks bank digital syariah di Indonesia, dengan kerangka teori Risk Society dari Ulrich Beck. Perkembangan pesat teknologi digital membawa peluang sekaligus tantangan signifikan bagi sektor perbankan syariah, khususnya terkait keamanan siber. Penelitian ini mengkaji bagaimana risiko kejahatan siber, yang meliputi berbagai bentuk serangan digital, dapat mengancam stabilitas dan keberlanjutan bank digital syariah. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis data sekunder, penelitian ini mengidentifikasi kerentanan sistemik yang muncul akibat digitalisasi perbankan, serta implikasinya terhadap perlindungan nasabah dan kepercayaan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank digital syariah di Indonesia menghadapi risiko kejahatan siber yang kompleks dan multidimensional, yang memerlukan strategi mitigasi komprehensif. Penelitian ini juga mengusulkan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan keamanan siber, memperkuat regulasi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko digital dalam ekosistem perbankan syariah.