Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Play-Based Learning on Early Reading and Simple Sentence Writing Skills in First-Grade Students Sri Muriati; Martono Martono; Imam Ghozali; Antonius Totok Priyadi; Masriani Masriani
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 3 July (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i3.1430

Abstract

This study examines the effect of a play-based learning approach on beginning reading and simple sentence writing skills among first-grade elementary school students. A pre-experimental study employing a one-group pretest–posttest design was conducted with 25 first-grade students selected through total sampling. Data were collected through beginning reading and simple sentence writing tests administered before and after the implementation of the play-based learning approach and analyzed using descriptive statistics and a paired-samples t-test at a significance level of 0.05. The results showed that students’ literacy performance improved significantly after the intervention. The mean score increased from 65.00 in the pretest to 82.00 in the posttest, while the percentage of students achieving mastery learning rose from 32% to 84%. The paired-samples t-test confirmed a statistically significant difference between pretest and posttest scores (t = [insert t-value], p < 0.001), indicating that the play-based learning approach effectively enhanced students’ beginning reading and simple sentence writing skills. These findings suggest that integrating play-based learning into early-grade literacy instruction can create more active, meaningful, and developmentally appropriate learning experiences. This study contributes to the literature by providing empirical evidence on the simultaneous improvement of beginning reading and simple sentence writing skills through a play-based learning approach, offering a more comprehensive perspective on early literacy development in elementary education.
Budaya Literasi Sekolah dalam Membangun Minat Baca Siswa Sekolah Dasar: Penelitian Sri Muriati; Siti Halidjah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7635

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran budaya literasi sekolah dalam membentuk minat baca siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SD Negeri 13 Pangkalan Bemban Selakau. Partisipan dipilih melalui purposive sampling dan melibatkan beberapa informan yang terdiri atas kepala sekolah, koordinator literasi atau pengelola perpustakaan, guru, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kegiatan literasi, serta dokumentasi program, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, member checking, serta audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya literasi sekolah membentuk minat baca melalui lima tema utama, yaitu pembiasaan membaca, akses dan kebebasan memilih bahan bacaan, keteladanan serta pendampingan guru, interaksi sosial dan pengalaman emosional dalam membaca, serta hambatan struktural pelaksanaan program. Temuan memperlihatkan bahwa rutinitas membaca belum cukup untuk menumbuhkan minat apabila tidak didukung bahan bacaan yang relevan, keterlibatan guru, lingkungan yang menyenangkan, dan kesempatan bagi siswa untuk membaca secara sukarela. Penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa budaya literasi merupakan praktik sosial, programatik, fisik, dan afektif yang saling berkaitan. Implikasinya, sekolah perlu mengevaluasi program literasi berdasarkan kualitas keterlibatan siswa, memperbarui koleksi bacaan, memperkuat keteladanan guru, serta melibatkan keluarga. Penelitian selanjutnya perlu melibatkan sekolah dengan karakteristik sosial dan geografis yang lebih beragam.