Andreas Corsini Widya Nugraha
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Kualitas Attachment Orang Tua dengan Perilaku Phubbing pada Remaja Selly Dwining Maulidina; Andreas Corsini Widya Nugraha; Arfian Arfian
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.322

Abstract

Hubungan antara Kualitas Attachment Orang Tua Dengan Perilaku Phubbing Pada Remaja. Perilaku phubbing merupakan kecenderungan individu untuk mengabaikan orang lain dalam interaksi tatap muka karena lebih memusatkan perhatian pada penggunaan smartphone. Fenomena ini semakin sering ditemukan pada remaja dan dapat berdampak pada kualitas hubungan sosial maupun hubungan dengan keluarga. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan perilaku phubbing adalah kualitas attachment orang tua, yaitu ikatan emosional yang ditandai dengan adanya kepercayaan, komunikasi yang baik, dan rendahnya keterasingan antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas attachment orang tua dengan perilaku phubbing pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 813 siswa kelas X dan XI SMA Negeri X. Sampel penelitian sebanyak 243 siswa dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Setelah proses screening dan penghapusan outlier, data yang dianalisis berasal dari 185 responden. Pengumpulan data menggunakan skala Perilaku Phubbing berdasarkan teori Karadağ et al. (2015) dan skala Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) dari Armsden dan Greenberg (1987). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kualitas attachment orang tua dengan perilaku phubbing pada remaja dengan nilai koefisien korelasi sebesar r=−0,157 dan nilai signifikansi sebesar p=0,033 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas attachment orang tua, maka semakin rendah perilaku phubbing pada remaja, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, orang tua disarankan meningkatkan kualitas komunikasi, kepercayaan, dan kedekatan emosional dengan remaja untuk meminimalkan kecenderungan perilaku phubbing.
Pengaruh Self-Compassion terhadap Loneliness pada Mahasiswa Rantau Widaderevi Tryanthamie Najla Ufairah; Hema Dayita; Andreas Corsini Widya Nugraha
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap loneliness pada mahasiswa rantau Universitas Negeri Jakarta. Mahasiswa rantau rentan mengalami loneliness akibat perubahan lingkungan, keterbatasan dukungan sosial, serta beragam tuntutan di daerah perantauan. Self-compassion dipandang sebagai salah satu faktor psikologis yang dapat membantu individu menghadapi kesulitan dan mengurangi perasaan loneliness. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 212 mahasiswa rantau. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur UCLA Loneliness Scale Version 3 yang dikembangkan oleh Russell dan Self-compassion Scale (SCS) yang dikembangkan oleh Neff. Analisis data yang dilakukan meliputi uji normalitas, uji linearitas, dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-compassion memiliki arah pengaruh negatif terhadap loneliness, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik (F = 3,644; p = 0,058). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,017 menunjukkan bahwa self-compassion hanya memberikan kontribusi sebesar 1,7% terhadap loneliness, sedangkan 98,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, self-compassion tidak terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap loneliness pada mahasiswa rantau Universitas Negeri Jakarta.