Nurhamida Sari Siregar
Prodi Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH OLAHRAGA TERAPI INTEGRATIF BERBASIS RELIGI TERHADAP PENINGKATAN SPRITUAL ANAK Yosepin Emeliani Lumban Gaol; Nurhayati Simatupang; Syamsul Gultom; Rima Mediyana Sari; Nurhamida Sari Siregar; Deni Rahman Marpaung
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol. 10 No. 1: April 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/8r6n0b95

Abstract

Anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) memerlukan pembinaan holistik yang mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Partisipasi rendah dalam kegiatan ibadah konvensional menunjukkan perlunya inovasi pendekatan pembinaan spiritual,rendahnya tingkat partisipasi anak binaan dalam kegiatan ibadah agama kristen yang ditandai dengan sikap pasif, mengantuk, dan kurangnya antusiasme. Di sisi lain, anak binaan menunjukkan minat yang tinggi terhadap aktivitas olahraga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh olahraga terapi integratif berbasis religi terhadap peningkatan spiritual anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Medan Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Subyek penelitian berjumlah 21 anak binaan beragama Kristen Protestan berusia 14-18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner spiritualitas yang telah divalidasi dengan 21 item pernyataan valid (α = 0,920). Perlakuan berupa program olahraga terapi integratif berbasis religi dilaksanakan selama 16 kali pertemuan dengan durasi 60 menit per pertemuan. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pada spiritualitas anak binaan, dengan nilai pretest sebesar 13,24 dan nilai posttest 20,38 (peningkatan 53,96%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, yang berarti H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari program olahraga terapi integratif berbasis religi terhadap peningkatan spiritualitas anak binaan di LPKA Kelas 1 Medan. Kata Kunci: Olahraga Terapi Integratif, Religi, Spiritualitas, Anak Binaan, LPKA
PERBANDINGAN TINGKAT VO₂ MAX ANTARA MAHASISWA PEROKOK DAN NON-PEROKOK Teguh Jabrani Lubis; Ayu Elvana; Nurman Hasibuan; Alin Anggreni Ginting; Nurhamida Sari Siregar
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol. 10 No. 1: April 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/xgs5az53

Abstract

Kebugaran kardiorespirasi merupakan indikator penting dalam menilai kondisi kesehatan dan kemampuan fisik seseorang, khususnya pada mahasiswa yang memiliki aktivitas akademik dan fisik yang cukup tinggi. Salah satu faktor yang diduga dapat memengaruhi kebugaran tersebut adalah kebiasaan merokok yang masih banyak ditemukan di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat VO₂ Max antara mahasiswa perokok dan non-perokok. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif komparatif dan desain cross-sectional. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 38 mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan stambuk 2023, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 21 mahasiswa perokok dan 17 mahasiswa non-perokok. Pengukuran VO₂ Max dilakukan menggunakan Bleep Test, kemudian data dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata VO₂ Max mahasiswa perokok sebesar 33,00 ml/kg/menit yang termasuk dalam kategori kurang, sedangkan mahasiswa non-perokok sebesar 41,68 ml/kg/menit yang termasuk dalam kategori cukup. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa non-perokok memiliki tingkat kebugaran kardiorespirasi yang lebih baik dibandingkan mahasiswa perokok.   Kata kunci: VO₂ Max, perokok, non-perokok, kebugaran kardiorespirasi