Nurman Hasibuan
Prodi Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN TINGKAT VO₂ MAX ANTARA MAHASISWA PEROKOK DAN NON-PEROKOK Teguh Jabrani Lubis; Ayu Elvana; Nurman Hasibuan; Alin Anggreni Ginting; Nurhamida Sari Siregar
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol. 10 No. 1: April 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/xgs5az53

Abstract

Kebugaran kardiorespirasi merupakan indikator penting dalam menilai kondisi kesehatan dan kemampuan fisik seseorang, khususnya pada mahasiswa yang memiliki aktivitas akademik dan fisik yang cukup tinggi. Salah satu faktor yang diduga dapat memengaruhi kebugaran tersebut adalah kebiasaan merokok yang masih banyak ditemukan di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat VO₂ Max antara mahasiswa perokok dan non-perokok. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif komparatif dan desain cross-sectional. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 38 mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan stambuk 2023, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 21 mahasiswa perokok dan 17 mahasiswa non-perokok. Pengukuran VO₂ Max dilakukan menggunakan Bleep Test, kemudian data dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata VO₂ Max mahasiswa perokok sebesar 33,00 ml/kg/menit yang termasuk dalam kategori kurang, sedangkan mahasiswa non-perokok sebesar 41,68 ml/kg/menit yang termasuk dalam kategori cukup. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa non-perokok memiliki tingkat kebugaran kardiorespirasi yang lebih baik dibandingkan mahasiswa perokok.   Kata kunci: VO₂ Max, perokok, non-perokok, kebugaran kardiorespirasi
PERBANDINGAN TINGKAT KETERAMPILAN TEKNIK DASAR SEPAK BOLA MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN FIK UNIMED BERDASARKAN JALUR MASUK PTN TAHUN 2024 Arya Divana; Ardi Nusri; Nurman Hasibuan; Suranta Pratama Ginting Manik; Deni Rahman Marpaung
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol. 10 No. 1: April 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/rbjh1688

Abstract

Penguasaan keterampilan teknik dasar sepak bola bagi mahasiswa Ilmu Keolahragaan sebagai penunjang kemampuan praktik di lapangan memegang peranan penting. Selain itu, perbedaan jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) diduga berpotensi menghasilkan karakteristik mahasiswa yang berbeda, termasuk dalam keterampilan olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat keterampilan teknik dasar sepak bola mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan berdasarkan jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN), yaitu SNBP, SNBT, dan Mandiri. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan berjumlah 102 mahasiswa, yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan teknik dasar sepak bola yang meliputi short passing, receiving, dribbling, dan long passing, serta kuesioner untuk mengetahui latar belakang pengalaman sepak bola mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji OneWay ANOVA setelah memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat keterampilan teknik dasar sepak bola mahasiswa berdasarkan jalur masuk PTN (Sig. = 0,13 > 0,05). Meskipun secara deskriptif terdapat perbedaan nilai rata-rata, di mana mahasiswa jalur SNBT memiliki nilai rata-rata tertinggi sebesar 72,22 diikuti jalur SNBP 68,05 dan jalur Mandiri 67,94 perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan jalur SNBP lebih unggul tidak terbukti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jalur masuk PTN bukan merupakan faktor utama yang menentukan keterampilan teknik dasar sepak bola mahasiswa, melainkan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengalaman bermain dan intensitas latihan   Kata kunci: Sepak Bola, Jalur Masuk PTN, Mahasiswa Ilmu Keolahragaan