Muhammad Munif Syamsuddin
PGPAUD FKIP UNS

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH KEGIATAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN COLOR BY NUMBERS TERHADAP KECERDASAN VISUAL SPASIAL ANAK Chindy Laurenza Aviari; Muhammad Munif Syamsuddin; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 4, No 2 (2022): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v4i2.101479

Abstract

Color by numbers adalah kegiatan belajar dan bermain dengan cara memberi warna pada setiap bagian sesuai dengan angka yang sudah diatur. Media yang digunakan dalam memberi warna tidak hanya menggunakan alat pewarna seperti pensil warna atau krayon, tetapi juga dapat menggunakan alat yang menghasilkan warna lainnya seperti kertas origami, cat warna, sedotan warna, pasir warna, dan masih banyak lagi. Kegiatan pembelajaran ini dapat memberi pengaruh dalam peningkatan kecerdasan visual spasial anak usia dini. Kecerdasan visual spasial adalah proses anak dalam berpikir melalui imajinasi visual seperti gambar, bentuk, dan warna yang kemudian diolah dan ditampilkan kembali dalam bentuk gambar untuk menyelesaikan masalah. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu adakah pengaruh dari kegiatan pembelajaran yang menggunakan color by numbers terhadap kecerdasan visual spasial anak. Penelitian menggunakan within-subject design dengan sampel sebanyak 22 anak di kelompok B. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dengan cara memberi nilai melalui checklist. Peneliti dalam melakukan uji hipotesis menggunakan paired sample t-test serta uji prasyarat normalitas dan homogenitas. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa adanya pengaruh yang signifikan dalam kegiatan pembelajaran menggunakan color by numbers terhadap kecerdasan visual spasial dengan nilai rata-rata pretest 61,5 dan posttest 79,2, sedangkan untuk hasil hipotesis menunjukan signifikan p < 0,05. Peningkatan kecerdasan visual spasial ini ditunjukan ketika anak mampu membedakan jenis-jenis warna, mengenal angka, mengurutkan angka, mengaplikasikan warna, memberi warna sesuai dengan urutan nomor, memberi warna dengan rapi, menebak gambar, dan menyelesaikan gambar. Oleh karena itu hipotesis dapat diterima dan penelitian dapat dikatakan berhasil.
EFEKTIVITAS INTERVENSI FUNDAMENTAL MOTOR SKILL (FMS) TERHADAP KOMPETENSI MOTORIK ANAK USIA DINI Nurul Aulia Lailatul Udl-hiyah; Warananingtyas Palupi; Muhammad Munif Syamsuddin
Early Childhood Education and Development Journal Vol 1, No 3 (2019): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v1i3.101487

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan mengetahui efektivitas intervensi Fundamental Motor Skill (FMS) terhadap peningkatan kompetensi motorik anak usia 5-6 tahun. Sampel yang digunakan berjumlah 26 anak kelompok B di RA Riyadhus Sholihin yang dipilih secara non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan unjuk kerja, observasi dan dokumentasi yang mengukur tingkat kompetensi motorik anak usia 5-6 tahun. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan statistik parametrik Uji T dengan paired t-test untuk mengetahui perbandingan hasil dari sebelum (pretest) dan sesudah (posttest). Temuan penelitian menunjukkan terjadi peningkatan rata rata nilai pretest dan posttest kompetensi motorik anak setelah pemberian treatment intervensi Fundamental Motor Skill (FMS). Treatment Intervensi Fundamental Motor Skill (FMS) mengakibatkan peningkatan kompetensi motorik anak yang dibuktikan dari peningkatan hasil rerata nilai posttest dibandingkan nilai pretest. Pretest memperoleh nilai rata rata sebesar 57,12 dan meningkat menjadi 73,73 ketika posttest. Uji hipotesis menunjukkan intervensi Fundamental Motor Skill (FMS) efektif dalam peningkatan kompetensi motorik anak usia 5-6 tahun diterima karena memiliki nilai signifikansi ≤ 0,05. Implikasinya intervensi Fundamental Motor Skill (FMS) membantu anak usia 5-6 tahun untuk meningkatkan kompetensi motorik.
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA ANAK KELOMPOK B DI TK BA AISYIYAH SIDOWAYAH Christina Yuliyantiningrums; Ruli Hafidah; Muhammad Munif Syamsuddin
Early Childhood Education and Development Journal Vol 4, No 3 (2022): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v4i3.101483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai penerapan pembelajaran matematika yang ada di TK BA Aisyiyah Sidowayah Tahun Ajaran 2022/ 2023. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskiptif dengan desain penelitian fenomenologi. Responden dalam penelitian ini adalah guru kelompok B dan Kepala sekolah. Teknik pengambilan data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran matematika pada anak usia 5-6 tahun di TK BA Aisyiyah Sidowayah memiliki berbagai komponen yang diperhatikan oleh guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan penialain pembelajaran anak yang dipantau setiap minggu oleh guru dan kepala sekolah melalui hasil laporan minguan. Guru juga memperhatikan terkait cakupan dalam pembelajaran matematika yang berkaitan dengan materi pembelajaran, media, dan metode yang langsung memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah. Peran guru dan sekolah sangatlah penting dalam pengelolaan kelas dan mengkomunikasikan kebutuhan anak dengan tuntutan dari orang tua. Sehingga penerpan pembelajaran yang diberikan kepada anak dapat memaksimalkan potensi dan kemampuan matematika anak tanpa adanya paksaan dan tekanan terhadap capaian yang harus anak capai.
KORELASI ANTARA FAMILY ATMOSPHERE DENGAN KECERDASAN EMOSI ANAK USIA 5-6 TAHUN Aris Rostamaji; Upik Elok Endang Rasmani; Muhammad Munif Syamsuddin
Early Childhood Education and Development Journal Vol 4, No 1 (2022): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v4i1.101474

Abstract

Kecerdasan emosi anak usia dini merupakan ketrampilan penting yang menjadi penentu dalam keberhasilan anak di masa mendatang, baik dari segi prestasi akademik dan hubungan sosial. Berkaitan dengan hal tersebut, banyak peneliti yang mengangkat topik kecerdasan emosi dan korelasinya dengan berbagai variabel. Penelitian ini berfokus pada family atmosphere sebagai variabel yang berkorelasi dengan kecerdasan emosi. Penelitian ini melibatkan 14 anak usia 5-6 tahun di TK Mojoroto untuk mengisi kuisioner yang berisi 14 item pernyataan dari kedua variabel. Hasil penelitian ini adalah family atmosphere berkoleasi dengan kecerdasan emosi anak usia 5-6 tahun dengan koefisiensi sebesar 0,564
EFEKTIVITAS SCOUTING FOR KIDS TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Fisa Nur Aini; Muhammad Munif Syamsuddin; Novita Eka Nurjanah
Early Childhood Education and Development Journal Vol 3, No 3 (2021): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v3i3.101468

Abstract

Kemandirian anak usia lima sampai enam tahun adalah sikap atau perilaku individu untuk mengerjakan suatu aktivitas sehari-hari mulai dari pikiran, perasaan maupun tindakan dan serta mampu menyelesaikan masalah dan mempertanggung jawabkan perbuatannya tanpa bantuan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan metode scouting for kids terhadap kemandirian anak usia 5-6 tahun di TK Al Amaanah 2 Mojogedang. Metode yang digunakan yakni kuantitatif dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian sebanyak 18 anak yang berusia 5 hingga 6 tahun di TK Al Amaanah 2 Mojogedang. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dengan alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa behaviour ceklis. Uji Validitas menggunakan Product Moment Pearson, sedangkan reliabilitas instrumen menggunakan Alpha Cornbach yang menghasilkan 12 item valid. Analisis data menggunakan uji sample paired t-test. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000<0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan antara pretest dan posttest, artinya scouting for kids efektif dalam menstimulasi kemandirian anak usia 5-6 tahun. Kemandirian anak meningkat secara signifikan setelah treatment dibandingkan dengan keadaan sebelum treatment. Anak-anak dapat menunjukkan kemandirian dengan terlibat dalam kegiatan scouting tanpa bergantung pada guru atau teman sebaya.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA EKSPRESIF ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN JURNAL PAGI Inna Marfungah Usaidah; Adriani Rahma Pudyaningtyas; Muhammad Munif Syamsuddin
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 3 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i2.117210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kegitan jurnal pagi sehingga dalam pelaksanaanya dapat meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini  merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi kepada kelompok A1 di TK Angkasa Lanud Adi Soemarmo, wawancara dengan guru dan kepala sekolah, dokumentasi dan unjuk kerja. Teknik uji validitas yang digunakan adalah analisis data kuantitatif  dengan model analisis deskriptif komparatif dan teknik analisis data kualitatif dengan model interaktif. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan observasi. Hasil penelitian pada pelaksanaan kegiatan jurnal pagi melalui kegiatan pengembangan bahasa yaitu menggambar, bercerita, bercakap-cakap, mendengarkan cerita. Proses kegiatan jurnal pagi yang dilakukan rutin memberi perubahan pada kemampuan bahasa ekspresif anak yaitu anak sudah berani berbicara secara aktif, mengungkapkan hal yang dirasakan dan dipikirkan, berani dalam bertanya dan berpendapat, bertanya dengan beberapa variasi kata tanya, dan menjawab pertanyaan. Penelitian ini memiliki hasil ketuntasan secara klasikal pada siklus ketiga yaitu 14 anak dinyatakan tuntas.