Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Customary Law Perspectives on Preserving Baduy Ulayat Land: A Socio-Legal Study of Sustainability Fathullah; Robby Nurtresna; Muhamad Wahyudin; Mabsuti; Saifun Nufus
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v8i1.9289

Abstract

This study investigates the pivotal role of customary law (hukum adat) in preserving ulayat (communal) land within the Baduy indigenous community of Indonesia, navigating the complexities of modern legal pluralism. Employing a qualitative socio-legal methodology, this research utilizes purposive sampling involving traditional authorities, specifically the Puun and Jaro. The findings reveal that Baduy land governance is a holistic integration of social, spiritual, and ecological dimensions, in which land is venerated as a sacred ancestral trust (karuhun) rather than a fungible economic commodity. Consequently, traditional norms strictly prohibit land alienation and individual certification. These protective mechanisms are enforced through a sophisticated hierarchical leadership structure in which the Jaro implements both preventive norms and restorative sanctions to maintain communal integrity. Despite formal recognition through regional regulations, this study identifies critical friction between national agrarian policies, external economic pressures, and indigenous autonomy. The research concludes that the Baduy model provides a resilient, sustainable paradigm for land governance. It advocates for a substantive harmonization between state legislation and customary frameworks to ensure the enduring protection of indigenous territorial rights against contemporary developmental encroachment.
Edukasi Stop Bullying dan Penguatan Literasi Untuk Menciptakan Lingkungan Belajar Yang Positif Di SD Sumber Agung Kota Serang Palahiyah; Tajudin; Muhamad Wahyudin; Sukma Nurfachri Rukmantara; Mutiara Ramadhani
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 2 Agustus 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v8i2.3682

Abstract

Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung proses belajar siswa. Namun, masih ditemukan perilaku yang mengarah pada perundungan, seperti saling mengejek, memberi julukan yang kurang baik, atau mengucilkan teman. Jika tidak ditangani sejak dini, perilaku tersebut dapat memengaruhi rasa percaya diri, kenyamanan belajar, dan hubungan sosial antarsiswa. Oleh karena itu, tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Primagraha melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa seminar edukasi mengenai stop bullying yang dipadukan dengan penguatan literasi karakter di SD Negeri Sumber Agung Kota Serang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampaknya, serta pentingnya membangun sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta kegiatan refleksi melalui Pohon Harapan. Pada kegiatan tersebut, siswa diminta menuliskan harapan dan komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias. Mereka aktif berdiskusi, mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan, serta menyampaikan pendapat mengenai cara mencegah bullying di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan Pohon Harapan, siswa juga menunjukkan komitmen untuk saling menghargai, tidak mengejek teman, saling membantu, dan berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang positif serta meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati.