Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fermentation-Mediated Modulation of Nutraceutically Relevant Polyphenolic Compounds and Antioxidant Capacity of Red Spinach (Amaranthus tricolor L.) Leaf Extract Nur Amelia; Yovi Pranata; Arif Setiawansyah; Mauritz Pandapotan Marpaung; Fika Minata Wathan
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2026.151.585-596

Abstract

Fermentation has emerged as a promising biotechnological approach to enhance the nutraceutical quality of plant-based materials through targeted modulation of bioactive compounds. This study investigated the effects of aerobic and anaerobic fermentation on total phenolic content (TPC), total flavonoid content (TFC), and antioxidant capacity of red spinach (Amaranthus tricolor L.) leaf extracts. Aerobic fermentation markedly enhanced the phytochemical profile, yielding a 1.87-fold increase in TPC (121.28 mg GAE/g extract) and a 1.66-fold increase in TFC (897.82 mg QE/g extract) compared with fresh leaves. These compositional improvements translated into superior functional activity, as evidenced by the lowest IC50 value (56.07 mg/L) and the highest antioxidant activity index (AAI = 0.713). In contrast, anaerobic fermentation provided limited phenolic enrichment and resulted in substantial flavonoid degradation, leading to inferior antioxidant performance. Strong correlations between polyphenolic contents and antioxidant parameters confirmed that phenolics and flavonoids are key contributors to radical scavenging activity. Overall, the findings demonstrate that aerobic fermentation is an effective, low-cost strategy to improve the nutraceutical value and antioxidant capacity of red spinach leaf extracts, highlighting its potential application in the development of functional foods and nutraceutical ingredients.
Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Infusa Herbal Temulawak, Jeruk Nipis dan Madu Sebagai Minuman Antioksidan pada Masyarakat RT 01 Tobekgodang Amelia Soyata; Putri Sartika; Yovi Pranata
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): JLIPM - DESEMBER
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern ini, meningkatnya paparan polusi, stres, dan gaya hidup tidak sehat turut meningkatkan kebutuhan masyarakat akan konsumsi bahan alami yang kaya akan senyawa antioksidan untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan dapat bersumber dari bahan alami seperti temulawak, jeruk nipis, dan madu yang dapat dibuat menjadi sediaan infusa herbal untuk memudahkan penggunaannya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui pengetahuan masyarakat RT 01 Tobekgodang terkait sediaan infusa herbal yang mengandung bahan antioksidan alami dan cara pembuatan infusa herbal. Kegiatan dilaksanakan dengan desain pre-experimental one group pretest–posttest terhadap 14 peserta. Metode yang digunakan berupa ceramah/penyuluhan edukatif dan demonstratif mengenai pembuatan infusa herbal. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan instrumen kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 soal yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) penyuluhan. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan rata-rata persentase jawaban benar. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata persentase pengetahuan meningkat dari 70% pada pre-test menjadi 90,7% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 20,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan demonstrasi pembuatan infusa herbal efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat
Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Infusa Herbal Temulawak, Jeruk Nipis dan Madu Sebagai Minuman Antioksidan pada Masyarakat RT 01 Tobekgodang Amelia Soyata; Putri Sartika; Yovi Pranata
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): JLIPM - DESEMBER
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern ini, meningkatnya paparan polusi, stres, dan gaya hidup tidak sehat turut meningkatkan kebutuhan masyarakat akan konsumsi bahan alami yang kaya akan senyawa antioksidan untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan dapat bersumber dari bahan alami seperti temulawak, jeruk nipis, dan madu yang dapat dibuat menjadi sediaan infusa herbal untuk memudahkan penggunaannya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui pengetahuan masyarakat RT 01 Tobekgodang terkait sediaan infusa herbal yang mengandung bahan antioksidan alami dan cara pembuatan infusa herbal. Kegiatan dilaksanakan dengan desain pre-experimental one group pretest–posttest terhadap 14 peserta. Metode yang digunakan berupa ceramah/penyuluhan edukatif dan demonstratif mengenai pembuatan infusa herbal. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan instrumen kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 soal yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) penyuluhan. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan rata-rata persentase jawaban benar. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata persentase pengetahuan meningkat dari 70% pada pre-test menjadi 90,7% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 20,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan demonstrasi pembuatan infusa herbal efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat