Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOLABORASI POLIJE DAN PKK SUMBER PAKEM DALAM PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN SEBAGAI UPAYA PROMOSI INOVASI PERTANIAN MODERN Nur Afni Rachman; Peni Arianita Wardani; Muhamad Farhan; Astrid Hidayanti Ananda Putri; Fuad Nasir
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.37045

Abstract

Keterbatasan lahan pekarangan di lingkungan perumahan menjadi salah satu kendala utama dalam upaya penguatan ketahanan pangan rumah tangga di wilayah perkotaan dan peri-urban. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan anggota PKK Sumber Pakem RT 04 RW 35 Kelurahan Kebonsari melalui pelatihan budidaya tanaman di lahan sempit serta pengembangan konten promosi wisata edukasi pertanian di Teaching Factory (TeFa) Kebun Inovasi Politeknik Negeri Jember. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan budidaya dengan metode vertikultur, hidroponik sederhana, dan tabulampot, pendampingan praktik, serta produksi media promosi digital. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner pre–post, dan dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam budidaya tanaman lahan sempit, munculnya inisiatif pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, serta tersusunnya konten promosi digital yang mendukung branding TeFa Kebun Inovasi sebagai destinasi wisata edukasi pertanian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi dan organisasi masyarakat seperti PKK efektif untuk mengintegrasikan pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan rumah tangga, dan pengembangan wisata edukasi pertanian berbasis komunitas.
Grup Facebook Bondowoso Bersatu sebagai Ruang Publik Digital: Transformasi Komunikasi Warga dalam Mengawal Kebijakan Infrastruktur Fuad Nasir
JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) Vol. 9 No. 1 (2026): Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jika.v9i1.19300

Abstract

The development of new media has transformed social media into a public communication space where citizens can express aspirations, voice criticism, and monitor government policies. This study aims to analyze how the Bondowoso Bersatu Facebook group functions as a digital communication space for expressing public complaints and criticism regarding infrastructure crises, particularly the collapse of Nangkaan Bridge and the disruption of Koncer Bridge in Bondowoso Regency, Indonesia. This research employed a qualitative approach using netnography by observing posts, comments, photographs, and videos shared within the Facebook group during the infrastructure crisis. The findings reveal that the Facebook group served not only as a platform for public complaints but also evolved into a digital public sphere that facilitated information exchange, public opinion formation, and social control over government policies. Furthermore, citizens' communication patterns transformed from expressing dissatisfaction into collective monitoring through field documentation, online discussions, and evaluation of infrastructure development. These findings highlight the role of local social media communities as digital public communication spaces that foster citizen participation and strengthen government accountability in addressing local public issues