Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS SPASIAL KERAWANAN BANJIR DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI SURAKARTA Constantine Herlita Yekti Mumpuni; Muhammad Amin Sunarhadi
Ekosains VOL 18 (01) 2026
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak pada ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kota Surakarta rawan terhadap banjir karena berada pada elevasi rendah dan beberapa aliran sub-DAS, serta peningkatan lahan terbangun akibat urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat kerawanan banjir di Surakarta, (2) mengetahui kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat terhadap bencana banjir, dan (3) memberikan rekomendasi penanggulangan banjir yang sesuai di Surakarta. Metode yang digunakan untuk analisis kerawanan banjir adalah Composite Mapping Analysis (CMA) untuk menghitung bobot parameter kerawanan banjir meliputi curah hujan, tutupan lahan, kemiringan lereng, elevasi, jenis tanah, dan jarak dari sungai, serta wawancara yang berpedoman Panduan Penilaian Destana BNPB untuk analisis kesiapsiagaan. Hasil menunjukkan kerawanan banjir Surakarta tergolong kategori “Sedang”, yaitu seluas 37,6362 km² (80,5%). Sedangkan kerawanan banjir “Rendah” seluas 6,9472 km2 (14, 85%) dan kerawanan banjir “Tinggi” seluas 2,1749 km2 (4,65%). Parameter penyebab banjir Surakarta dengan bobot tertinggi berdasarkan perhitungan CMA adalah jenis tanah (17,75). Kelurahan Pucangsawit memiliki luas kerawanan banjir “Tinggi” terbesar (0,496 km²). Kesiapsiagaan bencana banjir menunjukkan adanya inisiatif, manfaat, dan kerja sama dengan berbagai pihak, namun belum berkelanjutan karena keterbatasan anggaran. Rekomendasi penanggulangan bencana banjir meliputi perbaikan infrastruktur, eco-drainase, edukasi, pengembangan sistem peringatan dini, dan peningkatan peran aktif lembaga serta masyarakat setempat.
PENGEMBANGAN SMART GARDEN DI PERMUKIMAN PERKOTAAN KELURAHAN SUMBER, BANJARSARI, KOTA SURAKARTA Muhammad Amin Sunarhadi; Prabang Setyono; Hashfi Hawali Abdul Matin; Siti Rachmawati; Lia Kusumangrum
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan kapasitas masyrakat Sumber Martani yang ada di  Kota Surakarta dalam melakukan upaya mitigasi perubahan iklim.  Dampak perubahan  iklim  semakin  meluas  yang memicu  pada kerusakan lingkungan  ekosistem  sehingga menambah intensitas  kejadian  bencana yang perlu   dipelajari   dan  diwaspadai.   Otomatisasi merupakan hal penting bagi masyarakat perkotaan dalam mengembangkan tanaman melalui smart garden  atau kebun cerdas. Kapasitas  masyarakat perkotaan menjadi penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim dengan menggunakan otomatisasi yang terhubung sensor di media tanam untuk penyiraman dan dukungan informasi suhu dan kelembaban udara. Saat ini  msayarakat di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Surakarta Martani mengelola secara manual dalam melihat indikasi pengelolaan langsung untuk mengambil keputusan. Hal ini memerlukan tindakan perbaikan dengan memberikan peningkatan fasilitas dalam mengelola penyiraman secara otomatis. Metode yang pengembangan sebagai solusi adaptasi pengelolaan berbasis ekosistem menggunakan  Quality  Function  Deployment  (QFD)   untuk   mendapatkan  informasi perbaikan dalam pengembangan platform yang berbasis pengguna. Komponen yang digunakan dalam smart garden antara lain sensor suhu, sensor cahaya, arduino  serta berbasis mikrokontroler. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa Smart Garden yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 
AKSI MITIGASI DAN INVENTARISASI EMISI PADA SENTRA INDUSTRI GENTENG DI KAMPUNG IKLIM DEMAKAN, MOJOLABAN, KABUPATEN SUKOHARJO Nida Ulhaq Fil'ardiani; Sunarto; Muhammad Amin Sunarhadi
INDONESIAN JOURNAL OF ENVIRONMENT AND DISASTER Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Environment and Disaster
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijed.v4i2.2382

Abstract

MITIGATION ACTIONS AND EMISSION INVENTORY IN THE ROOF TILE INDUSTRY CENTER IN KAMPUNG IKLIM DEMAKAN, MOJOLABAN, SUKOHARJO REGENCY The roof tile industry still goes through a traditional burning process that risks producing emissions because it uses wood as fuel. Demakan Village, Mojolaban is known as the center of the roof tile industry and has committed to the Climate Village Program to carry out emission mitigation actions. This study aims to determine the characteristics of emissions from the roof tile industry and develop a mitigation action plan in Climate Village Demakan, Mojolaban. The method used is quantitative descriptive analysis through emission inventory according to IPCC 2006 and Delphi analysis with two iterations of questionnaires. The results showed that the total greenhouse gas emissions generated from the roof tile burning was 419.17 tons/year CO2-eq, consisting of 387.88 tons/year CO2, 1.04 tons/year CH4, and 0.014 tons/year N2O. Other emissions are CO at 0.312 tons/year and PM2.5 at 0.4606 tons/year. Emission mitigation action strategy planning includes education or training to the community and planting carbon-absorbing vegetation every 6 months, as well as emission control equipment in the form of a cyclone separator within the next 1-2 years to reduce emissions below quality standards.