Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan kapasitas masyrakat Sumber Martani yang ada di Kota Surakarta dalam melakukan upaya mitigasi perubahan iklim. Dampak perubahan iklim semakin meluas yang memicu pada kerusakan lingkungan ekosistem sehingga menambah intensitas kejadian bencana yang perlu dipelajari dan diwaspadai. Otomatisasi merupakan hal penting bagi masyarakat perkotaan dalam mengembangkan tanaman melalui smart garden atau kebun cerdas. Kapasitas masyarakat perkotaan menjadi penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim dengan menggunakan otomatisasi yang terhubung sensor di media tanam untuk penyiraman dan dukungan informasi suhu dan kelembaban udara. Saat ini msayarakat di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Surakarta Martani mengelola secara manual dalam melihat indikasi pengelolaan langsung untuk mengambil keputusan. Hal ini memerlukan tindakan perbaikan dengan memberikan peningkatan fasilitas dalam mengelola penyiraman secara otomatis. Metode yang pengembangan sebagai solusi adaptasi pengelolaan berbasis ekosistem menggunakan Quality Function Deployment (QFD) untuk mendapatkan informasi perbaikan dalam pengembangan platform yang berbasis pengguna. Komponen yang digunakan dalam smart garden antara lain sensor suhu, sensor cahaya, arduino serta berbasis mikrokontroler. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa Smart Garden yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Copyrights © 2024