Rizal Fahlefi
Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Preferensi Driver Terhadap Pelaksanaan Pesta Pernikahan Di Jalan Umum Dan Tinjaunnya Dalam Perspektif Ekonomi Islam Witri Witri; Rizal Fahlefi; Ahmad Lutfi
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena baralek di jalan sebagai bentuk transformasi sosial dan budaya masyarakat Minangkabau dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan memusatkan perhatian pada pengalaman subjektif para driver transportasi daring dan konvensional yang terdampak oleh praktik pesta di jalan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini lahir dari perubahan struktur ruang hidup dan modernisasi sosial, yang menggeser makna pesta dari ruang domestik menuju ruang publik. Dalam konteks adat Minangkabau, praktik tersebut merefleksikan dinamika nilai gotong royong dan solidaritas sosial yang beradaptasi terhadap keterbatasan lahan dan tuntutan zaman. Dari perspektif Islam, fenomena ini mengandung persoalan moral tentang keadilan, kemaslahatan, dan tanggung jawab sosial. Konsep milkiyyah ‘ammah (kepemilikan publik), ‘adl (keadilan), dan maslahah ‘ammah (kemaslahatan umum) menjadi landasan etis untuk menilai penggunaan jalan sebagai ruang sosial. Sementara dalam perspektif ekonomi syariah, praktik baralek di jalan menunjukkan adanya dialektika antara kepentingan individu dan kemaslahatan kolektif yang harus diatur melalui prinsip maqasid al-syari‘ah, terutama ḥifẓ al-māl, ḥifẓ an-nafs, dan ḥifẓ al-‘ird. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi lokal seperti baralek di jalan dapat dipertahankan sebagai warisan budaya, sepanjang tetap selaras dengan nilai syariat Islam dan menjaga keseimbangan antara adat, agama, dan tanggung jawab sosial-ekonomi masyarakat.
Dinamika Ekonomi Pagang Gadai Dalam Perspektif Ekonomi Syariah: Analisis Manfaat, Kerugian, Dan Keadilan Bagi Pihak Penggadai Dan Penerima Gadai ahmad lutfi; Rizal Fahlefi
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the economic dynamics of the pagang gadai practice in Minangkabau through an Islamic economic perspective, focusing on its benefits, disadvantages, and fairness for both the mortgagor and the mortgagee. The pagang gadai phenomenon, which has been practiced across generations, demonstrates a gradual shift from a mutual-help mechanism to an economic instrument that often generates unequal distribution of benefits. This research employs a Systematic Literature Review (SLR) approach based on 15 selected articles relevant to fiqh muamalah, customary economic systems, and the governance of mortgage contracts. The review process follows the PRISMA 2020 method with thematic analysis conducted using NVivo 12 software, resulting in four major themes: benefit imbalance, social commercial disparity, weak customary governance, and the potential application of a rahn ijarah contract model based on maqasid principles. The findings reveal that the economic benefit imbalance between mortgagors and mortgagees arises due to ambiguous contract structures, the absence of a clear redemption period, and disproportionate benefit extraction. From the maqasid al-shariah perspective, these conditions violate the principles of hifz al-māl (protection of wealth) and ʿadl (justice). This study proposes a gradual resolution concept through taswiyah of the existing contracts as a phase of restoring economic rights, followed by a renewal process utilizing a fair and productive rahn ijarah contract model. These findings emphasize that reconstructing economic justice in pagang gadai practices must begin with restoring proportional benefits and clarifying contractual structures, rather than focusing solely on legal adjustments. This research contributes to the development of community-based Islamic economics by bridging customary values and maqasid principles within the framework of socio-economic equilibrium in local societies.