p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Biosense
Linda Advinda
Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI ANTAGONIS BAKTERI ENDOFIT Pseudomonas BERFLUORESEN TERHADAP RALSTONIA SOLANACEARUM PENYEBAB LAYU TANAMAN TOMAT DAN NILAM Laila Mardhiyah Nazri; Dwi Hilda Putri; Linda Advinda; Fauzi Eka Nuraini; Dezi Handayani; Moralita Chatri
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6876

Abstract

Penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya tomat dan nilam karena mampu menurunkan produktivitas secara signifikan. Penggunaan agen hayati seperti pseudomonas berfluoresen menjadi alternatif pengendalian yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan antagonis tujuh isolat bakteri endofit pseudomonas berfluoresen yang berasal dari akar pisang buai dalam menghambat pertumbuhan R. solanacearum yang menginfeksi tomat dan nilam. Penelitian memakai pendekatan deskriptif-kuantitatif dan dilaksanakan di Laboratorium Biologi FMIPA UNP pada Agustus–November 2025. Isolat pseudomonas berfluoresen dan R. solanacearum diremajakan pada media selektif, kemudian diuji antagonismenya menggunakan metode swab pada medium MHA. Suspensi patogen distandarkan pada McFarland 0,5, sedangkan isolat antagonis diinokulasikan secara titik. Zona hambat yang terbentuk setelah inkubasi 24 jam diukur menggunakan jangka sorong dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kemampuan penghambatan antar isolat. Pada patogen tomat, isolat PfB305, PfB309, PfB311, dan PfB322 menghasilkan zona hambat yang relatif besar, sedangkan PfB32, PfB51, dan PfB52 tidak menunjukkan aktivitas antagonis. Pada patogen nilam, tiga isolat yang sebelumnya tidak aktif pada patogen tomat justru menghasilkan zona hambat, sementara empat isolat lainnya tidak membentuk zona hambat. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pseudomonas berfluoresen dipengaruhi oleh spesifisitas isolat terhadap patogen serta potensi produksi metabolit antibakteri
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PADA CUMI-CUMI (Loligo sp.) DAN SOTONG (Sepia sp.) Alya Hamdah; Fhuji Winardi; Fadila Aulia; Muhammad Nazif Zen; Siska Alicia Farma; Linda Advinda
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.7035

Abstract

Cumi-cumi (Loligo sp.) dan Sotong (Sepia sp.) adalah komoditas perikanan bernilai tinggi di Indonesia, dikenal karena kandungan protein dan rasanya yang lezat. Penyimpanan yang tidak tepat dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pembusuk, menurunkan kualitas produk dan membahayakan kesehatan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh lama penyimpanan terhadap pertumbuhan bakteri pada daging Cumi-cumi (Loligo sp.) dan Sotong (Sepia sp.). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Sampel daging cumi-cumi dan sotong diberikan perlakuan penyimpanan pada suhu ruang dan suhu kulkas selama 2, 4, dan 6 jam dan kontrol yaitu sampel yang tidak diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bakteri. Pada suhu ruang, jumlah bakteri pada Cumi-cumi dan Sotong meningkat tajam setelah 6 jam penyimpanan. Penyimpanan pada suhu dingin atau kulkas pada lama penyimpanan 6 jam pada Cumi-cumi dan Sotong mengalami peningkatan jumlah bakteri walaupun tidak terlalu signifikan, hal ini terjadi karena pada suhu dingin terdapat bakteri psikrofilik yang mampu bertahan pada suhu dingin.