Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Cahaya dan Penyiraman Terhadap Kualitas Pembibitan Tanaman Bayur (Pterospermum javanicum) di UPTD BSPTH Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Lala Deswita; Moralita Chatri; Mika Lestaria
Jurnal Sains Dan Teknologi | E-ISSN : 3063-9980 Vol. 2 No. 4 (2026): April - Juni
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The bayur tree (Pterospermum javanicum) is a forestry species that is relatively easy to cultivate and adapts well to local climatic conditions, making it an ideal choice for large-scale nursery programs. Land rehabilitation efforts require a supply of high-quality seedlings, as these seedlings are better able to adapt and thrive in sites that match the characteristics of their tree species, thereby improving the success of planting efforts in rehabilitation projects This study aims to determine the effects of lighting and watering on the quality of Bayur (Pterospermum javanivum) seedlings. The study was conducted from January 5 to February 18, 2026, as part of an internship at the UPTD Forest Tree Certification and Seed Production Center, Department of Forestry, West Sumatra Province. The study employed direct observation and field practice methods, presenting descriptive data in the field of forest tree seedling propagation. The results indicate that plants with optimal lighting and regular watering exhibit high-quality seedling growth when proper procedures are followed. This activity provided students with practical experience in applying biological science and supported biodiversity conservation and reforestation programs in West Sumatra.
POTENSI ISOLAT Pseudomonas BERFLUORESEN DALAM MENGHASILKAN ASAM SIANIDA (HCN) UNTUK APLIKASI AGENS HAYATI fadila aulia; Linda Advinda; Moralita Chatri; Siska Alicia Farma
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kemampuan beberapa isolat Pseudomonas berfluoresen dalam menghasilkan asam sianida (HCN) sebagai indikator potensi agens hayati. Lima isolat diuji, yaitu Pf Cas 3, Pf Cas, Pf LAH T2, Pf LAH, dan Pf LAH S1, serta satu kontrol tanpa inokulum. Pengujian dilakukan menggunakan indikator asam pikrat–Na₂CO₃ dan pengukuran nilai absorbansi dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 625 nm. Hasil menunjukkan bahwa isolat Pf Cas 3, Pf Cas, dan Pf LAH T2 menghasilkan HCN dengan nilai absorbansi masing-masing 0,021; 0,014; dan 0,012. Sementara Pf S32 dan Pf LAH S1 menunjukkan hasil negatif dengan nilai absorbansi rendah (0,003 dan 0,002). Kontrol menunjukkan nilai 0,00. Isolat Pf Cas 3 dikategorikan paling potensial untuk dikembangkan sebagai agens hayati penghasil HCN dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan.
UJI ANTAGONIS BAKTERI ENDOFIT Pseudomonas BERFLUORESEN TERHADAP RALSTONIA SOLANACEARUM PENYEBAB LAYU TANAMAN TOMAT DAN NILAM Laila Mardhiyah Nazri; Dwi Hilda Putri; Linda Advinda; Fauzi Eka Nuraini; Dezi Handayani; Moralita Chatri
JURNAL BIOSENSE Vol 9 No 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v9i1.6876

Abstract

Penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya tomat dan nilam karena mampu menurunkan produktivitas secara signifikan. Penggunaan agen hayati seperti pseudomonas berfluoresen menjadi alternatif pengendalian yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan antagonis tujuh isolat bakteri endofit pseudomonas berfluoresen yang berasal dari akar pisang buai dalam menghambat pertumbuhan R. solanacearum yang menginfeksi tomat dan nilam. Penelitian memakai pendekatan deskriptif-kuantitatif dan dilaksanakan di Laboratorium Biologi FMIPA UNP pada Agustus–November 2025. Isolat pseudomonas berfluoresen dan R. solanacearum diremajakan pada media selektif, kemudian diuji antagonismenya menggunakan metode swab pada medium MHA. Suspensi patogen distandarkan pada McFarland 0,5, sedangkan isolat antagonis diinokulasikan secara titik. Zona hambat yang terbentuk setelah inkubasi 24 jam diukur menggunakan jangka sorong dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kemampuan penghambatan antar isolat. Pada patogen tomat, isolat PfB305, PfB309, PfB311, dan PfB322 menghasilkan zona hambat yang relatif besar, sedangkan PfB32, PfB51, dan PfB52 tidak menunjukkan aktivitas antagonis. Pada patogen nilam, tiga isolat yang sebelumnya tidak aktif pada patogen tomat justru menghasilkan zona hambat, sementara empat isolat lainnya tidak membentuk zona hambat. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pseudomonas berfluoresen dipengaruhi oleh spesifisitas isolat terhadap patogen serta potensi produksi metabolit antibakteri