Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi pengolahan ikan kering berbasis IoT sebagai media rehabilitasi warga binaan di Rutan Selayar Nunun Ainun Putri Sari Banun Kaliky; Muhammad Fatratullah Muhsin; Anugerah Saputra; Marlina Achmad; Dian Novita Sari; Ahmad Sajjad; Yandi Tasbih Akbar; Dinul Yusrah Pebriawan; Rahmaniar Rahmaniar
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3143

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan alat pengering ikan berbasis Internet of Things (IoT) sebagai solusi inovatif dalam meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan di Rumah Tahanan Kelas II B Selayar. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penguatan keterampilan praktis dan peningkatan kapasitas produktif warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan dan rehabilitasi sosial. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, dirancang sebuah prototipe alat pengering ikan yang dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembapan serta sistem pemantauan jarak jauh untuk memastikan proses pengeringan berlangsung secara optimal dan higienis. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan mencakup pemberian materi teori mengenai prinsip kerja alat berbasis IoT serta praktik langsung pengolahan ikan kering menggunakan teknologi tersebut. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan warga binaan, baik pada aspek teknis pengoperasian alat maupun aspek operasional proses produksi ikan kering. Implementasi teknologi ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, sekaligus menumbuhkan wawasan kewirausahaan bagi warga binaan. Program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha mandiri, mendukung proses pemberdayaan, serta memfasilitasi reintegrasi sosial warga binaan setelah masa pembinaan. Selain itu, model kegiatan ini berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Pengaruh Konsentrasi Limbah Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepinus) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Pada Sistem Hidroponik Nur Azizah Nasution; Aliyas; Ahmad Sajjad; Yenni Putri Sari
Arborescent Journal Vol 3 No 3 (2026): Juni - September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i3.1694

Abstract

Limbah budidaya ikan lele (Clarias gariepinus) mengandung unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tanaman pada sistem hidroponik, sekaligus menjadi solusi pengelolaan limbah perikanan yang selama ini kerap dibuang tanpa pengolahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi limbah budidaya ikan lele terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) pada sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan konsentrasi limbah budidaya lele (0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%) dan empat kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan berat segar tanaman pada 28 hari setelah tanam. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) satu arah dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi limbah budidaya lele berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan yang diamati (P<0,05). Pertumbuhan dan hasil terbaik diperoleh pada perlakuan konsentrasi 50%, dengan rata-rata tinggi tanaman 18,4 cm, jumlah daun 10,8 helai, panjang akar 12,3 cm, dan berat segar 61,7 g/tanaman, yang lebih tinggi dibandingkan kontrol AB Mix. Peningkatan konsentrasi hingga 100% justru menurunkan pertumbuhan tanaman, diduga akibat akumulasi amonia dan tingginya kekeruhan yang menghambat penyerapan hara. Hasil ini mengindikasikan bahwa limbah budidaya ikan lele berpotensi menjadi sumber nutrisi alternatif yang efisien dan ramah lingkungan bagi budidaya pakcoy hidroponik apabila diberikan pada konsentrasi optimum.
Tinjauan Akademis Pengembangan Pokdakan Buhung Erasa sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Kepulauan Selayar Ahmad Sajjad; Is Arianto Pratama
Arborescent Journal Vol 3 No 3 (2026): Juni - September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i3.1696

Abstract

Budidaya rumput laut merupakan salah satu subsektor strategis perikanan budidaya yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir dan mendukung industri pengolahan hasil laut. Kelembagaan kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) menjadi instrumen penting dalam memperkuat kapasitas teknis, akses pasar, dan keberlanjutan usaha melalui pendekatan partisipatif. Pokdakan Buhung Erasa di Desa Lantibongan, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, merupakan contoh kelompok yang berkembang dari kelas Pemula menjadi kelas Madya dalam kurun waktu tiga tahun sejak didirikan pada 10 Juni 2020. Artikel tinjauan akademis ini bertujuan menganalisis perkembangan kelembagaan, kapasitas usaha, tantangan produksi, dan peran penyuluhan dalam mendukung keberlanjutan kelompok. Kajian menggunakan metode studi dokumen dengan sumber utama Profil Pokdakan Buhung Erasa Tahun 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok yang beranggotakan 10 orang ini mengelola lahan budidaya seluas 20.000 m² dengan komoditas utama Eucheuma cottonii, Eucheuma spinosum, dan Gracilaria. Tantangan utama meliputi keterbatasan modal, risiko penyakit ice-ice, dan kerentanan lingkungan, namun kelompok menunjukkan kapasitas adaptif yang baik melalui dukungan penyuluhan dan bantuan pemerintah.