Andang Andiani Listyowati
Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L.) Terhadap Produktivitas Telur Tetas Ayam Strain Lohmann Brown Dengan Ayam Bangkok Melalui Inseminasi Buatan Wida Wahidah Mubarokah; Muhammad Iqbal Rizky Muzaka; Aan Awaludin; Andang Andiani Listyowati; Lutfan Makmun; Edi Purwono; Muzizat Akbarrizki
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i1.1447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan level yang tepat dalam pemberian ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap produktivitas telur hasil persilangan ayam strain Lohmann Brown dengan ayam Bangkok melalui inseminasi buatan. Penelitian ini dilakukan selama 10 minggu. Bahan penelitian meliputi 72 ekor induk ayam ras petelur, pejantan ayam Bangkok, dan ekstrak daun kemangi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P0 (tanpa pemberian perlakuan), P1 (2,5 ml ekstrak daun kemangi), P2 (5 ml ekstrak daun kemangi), P3 (7,5 ml ekstrak daun kemangi). Variabel yang diamati adalah produksi telur dan berat telur tetas. Metode analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun kemangi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produktivitas yaitu produksi telur dan berat telur tetas. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dengan dosis 5 ml dapat meningkatkan produktivitas meliputi produksi telur dan berat telur tetas.
Kualitas Semen Ayam Pejantan Bangkok (Gallus Domesticus) Sebagai Induk Pejantan Pembibit dengan Penambahan Kecambah Kacang Hijau dari Berbagai Umur Perkecambahan Nur Prabewi; Andang Andiani Listyowati
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2025): October
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i2.1489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kecambah kacang hijau dari berbagai umur perkecambahan dan untuk mengetahui umur perkecambahan kacang hijau yang paling tepat ditambahkan dalam ransum pakan untuk produktivitas dan kualitas semen ayam bangkok sebagai induk pejantan pembibit. Bahan yang digunakan adalah 36 ekor ayam bangkok yang berumur 1,5 tahun. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 9 kali ulangan, penambahan kecambah kacang hijau sebanyak 30 gr/ekor dua kali dalam 1 minggu dari berbagai umur adalah : 36 jam (P1), 48 jam (P2), 60 jam (P3), 72 Jam (P4). Variabel yang diamati adalah volume semen, motilitas spermatozoa, dan abnormalitas spermatozoa. Metode analisis data yang digunakan adalah Analysis F Variance (ANOVA) apabila terjadi perbedaan nyata, dilanjutkan dengan Uji Duncans Multiple Ring Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan kecambah kacang hijau dari berbagai umur perkecambahan menunjukkan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas semen (Motilitas Spermatozoa) pada ayam bangkok sebagai induk pejantan pembibit, sedangkan variabel produktivitas (Volume Semen) dan kualitas semen ( Abnormalitas spermatozoa) menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05). Umur perkecambahan kacang hijau yang paling tepat untuk meningkatkan volumen semen, motilitas semen dan menurunkan Abnormalitas spermatozoa pada ayam bangkok sebagai induk pejantan pembibit adalah pada perlakuan P2 yaitu umur perkecambahan 48 jam, dengan penambahan kecambah kacang hijau sebanyak 30 gram/ekor dua kali dalam 1 minggu.
Kandungan Hormon Fsh, Lh, Dan Estrogen Pada Induk Ayam Ras Petelur Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) Nur Prabewi; Andang Andiani Listyowati
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v7i1.1501

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar hormon FSH, LH dan Estrogen untuk meningkatkan reproduksi induk ayam ras petelur treatment penggunaan tepung biji rami ((Linum usitatissimu L.) sebagai feed additive. Materi yang digunakan adalah ayam ras petelur strain Lohman Brown berumur 41 minggu sebanyak 75 ekor, jagung giling, bekatul, konsentrat ayam petelur, mineral 1% dan tepung biji rami.. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. P0 = Pakan basal non tepung biji rami, P1 = Pakan basal + 12,5% (125 g) tepung biji rami/kg pakan, P2 = Pakan basal + 15% (150 g) tepung biji rami/kg pakan, P3 = Pakan basal + 17,5% (175 g) tepung biji rami/kg pakan Variabel yang diukur adalah kadar hormon FSH, LH dan estrogen. Metode analisis data mengunakan ANOVA dan apabila terjadi perbedaan nyata selanjutnya akan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) berpengaruh sangat nayata (P<0,01) terhadap Kadar hormon FSH, Kadar hormon LH dan kadar hormon Estrogen. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa variabel kadar estrogen, kadar FSH pada perlakuan P2 15% tepung biji rami berbeda sangat nyata dengan perlakuan P0,dan pada variabel kadar LH pada perlakuan P2 15% (150 g) tepung biji rami berbeda nyata dengan perlakuan P0. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) hingga 15 % dapat meningkatkan kadar Hormon estrogen menjadi 109,39 ng/l , sedangkan Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) hingga 17,5 % dapat meningkatkan kadar Hormon FSH menjadi 10,20 mIU/ml, sedangkan Treatment Feed Additive Tepung Biji Rami (Linum Usitatissiumum L.) hingga 15 % dan 17,5 % dapat meningkatkan kadar Hormon LH menjadi 11.45 mIU/ml.
Pengaruh Penambahan Spirulina (Arthrospira Platensis) Dalam Pakan Terhadap Kandungan Hormon Reproduksi Ayam Petelur Umur 50 Minggu Andang Andiani Listyowati; Nur Prabewi
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 2 (2025): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i2.1508

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh Penambahan Spirulina (Arthrospira platensis) Dalam Pakan Terhadap Kandungan Hormon Reproduksi  Ayam Petelur Umur 50 Minggu Materi yang digunakan adalah ayam ras petelur strain Lohman Brown berumur 50 minggu sebanyak 60 ekor tepung spirulina sebanyak 11,4 kg, glove dan air minum.Alat penelitian kandang percobaan berupa kandang battery, tempat pakan, tempat minum, timbangan, spuit 1 mm sebanyak 60 buah, cool box, tabung sampel darah, microcup, KIT isi 48. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terbagi menjadi 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan sampel ternak yang digunakan homegen memiliki jenis dan umur yang sama. Jumlah ternak per ulangan adalah sebanyak 3 ekor, rancangan sebagai berikut P0 = Pakan ayam petelur fase layer II tanpa spirulina, P1 = Pakan ayam petelur fase layer II + 3% spirulina /kg Pakan,P2 = Pakan ayam petelur fase layer II + 6% spirulina /kg Pakan,P3 = Pakan ayam petelur fase layer II + 9% spirulina /kg Pakan.Metode analisis data mengunakan ANOVA dan apabila terjadi perbedaan nyata selanjutnya akan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncans. Hasil analisis variansi perlakuan penambahan spirulina menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05) terhadap variabel kadar hormon Estrogen , hormon FSH, hormon LH.Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa variabel hormon estrogen pada perla kuan P2 (6 %) dan P3 (9%) tepung spirulina berbeda nyata dengan perlakuan P0 (0%) dan P1 (3%), sedangkan variabel hormon FSH dan Variabel Hormon LH pada perla kuan P3 (9%) tepung spirulina berbeda nyata dengan perlakuan P0 (0%) , P1 (3%) dan P2 (6 %) tepung spirulina kadar hormon Estrogen sejumlah  211,57 ng/l  dan P3 9% tepung spirulina kadar hormon Estrogen 221,61 ng/l  berbeda nyata dengan perlakuan P0 (0%) dan P1 (3%) . Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Treatment Feed Additive tepung spirulina (Arthrospira platensis) hingga 9 %  dapat meningkatkan kadar hormon estrogen menjadi 221,61 ng/l, kadar hormon FSH  menjadi 33,90 mIU/ml dan kadar hormon LH 42,51 mIU/ml