Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PkM Pemanfaatan Artificial Intelligence Writing Tools untuk Melatih Skill Siswa Fakhruddin Ahmad Nasution; Syarifah Asria Nanda; Khairul Amna; Veri Ilhadi; Emi Maulani; Wahyu Fuadi
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25194

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Writing Tools dalam dunia pendidikan semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas penggunaan alat bantu berbasis kecerdasan buatan dalam melatih keterampilan menulis siswa. AI writing tools, seperti ChatGPT, Grammarly, dan QuillBot, mampu memberikan umpan balik otomatis, memperbaiki kesalahan tata bahasa, serta memberikan saran perbaikan gaya penulisan secara instan. Melalui pemanfaatan teknologi ini, siswa dapat belajar menulis dengan lebih interaktif dan mandiri. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan mengkaji literatur dan studi kasus terkait penggunaan AI dalam proses pembelajaran menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI writing tools mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek struktur kalimat, kosakata, dan konsistensi ide. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan motivasi belajar karena proses umpan balik yang cepat dan personal. Namun demikian, terdapat tantangan dalam hal ketergantungan siswa terhadap alat bantu serta potensi menurunnya kemampuan berpikir kritis jika tidak diimbangi dengan bimbingan guru. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara penggunaan AI writing tools dengan pendekatan pembelajaran konvensional yang berfokus pada kreativitas dan orisinalitas. Kesimpulannya, AI writing tools memiliki potensi besar sebagai media pendukung pembelajaran menulis yang efektif, asalkan digunakan secara bijak dan terarah dalam konteks pendidikan yang menumbuhkan kemandirian berpikir serta kemampuan literasi digital siswa.
Karakteristik Genangan Pascabanjir dan Kerentanan Jalur Evakuasi Berbasis Data Social Sensing di Desa Reuleut Timur Lusyana Eka Wardani; Khairul Amna; Anni Zulfia; Dhio Hirzi Aulia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1441

Abstract

Abstrak   Desa Reuleut Timur, Kabupaten Aceh Utara, secara berulang mengalami banjir akibat luapan Krueng Ajo dan Krueng Pase, dengan ketinggian genangan historis 200–450 cm dan durasi genangan pascabanjir hingga 30 hari; jaringan jalur evakuasi eksisting dinilai tidak memadai oleh sebagian besar warga. Penelitian ini mengkarakterisasi pola genangan pascabanjir dan kondisi jaringan jalur evakuasi berdasarkan data Social Sensing yang dihimpun melalui transect walk GPS dan survei rumah tangga. Sampel ditentukan dengan formula Slovin (n = 170 KK) melalui proportional stratified sampling, dikombinasikan dengan penandaan GPS pada titik genangan dan jalur evakuasi. Ketinggian genangan rerata tercatat 300 cm dan durasi rerata 5,0 hari; sebanyak 76,5% responden menilai jalur evakuasi tidak memadai, dengan hambatan dominan berupa genangan air dalam dan ketiadaan penerangan jalan. Temuan ini menegaskan urgensi penyusunan prioritas perbaikan infrastruktur jalur evakuasi berbasis data Social Sensing sebagai dasar mitigasi banjir tingkat desa.   Kata kunci: Genangan Banjir, Jalur Evakuasi, Kerentanan Infrastruktur, Sosial Sensing     Abstract   Reuleut Timur Village, North Aceh Regency, repeatedly floods from the Krueng Ajo and Krueng Pase rivers, with historical inundation depths of 200–450 cm and post-flood inundation durations of up to 30 days; the existing evacuation route network is considered inadequate by most residents. This study characterized post-flood inundation patterns and evacuation route conditions using Social Sensing data from GPS-assisted transect walks and a household survey. The sample (n = 170 households) was determined using the Slovin formula through proportional stratified sampling, combined with GPS marking of inundation points and evacuation routes. The mean inundation depth was 300 cm and the mean duration was 5.0 days; 76.5% of respondents rated evacuation routes as inadequate, with dominant barriers being deep standing water and absent street lighting. These findings underline the need to prioritize evacuation-route infrastructure improvement based on Social Sensing data for village-level flood mitigation.   Keywords: Evacuation Route, Flood Inundation, Infrastructure Vulnerability, Social Sensing
Karakteristik Genangan Pascabanjir dan Kerentanan Jalur Evakuasi Berbasis Data Social Sensing di Desa Reuleut Timur Lusyana Eka Wardani; Khairul Amna; Anni Zulfia; Dhio Hirzi Aulia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1441

Abstract

Abstrak   Desa Reuleut Timur, Kabupaten Aceh Utara, secara berulang mengalami banjir akibat luapan Krueng Ajo dan Krueng Pase, dengan ketinggian genangan historis 200–450 cm dan durasi genangan pascabanjir hingga 30 hari; jaringan jalur evakuasi eksisting dinilai tidak memadai oleh sebagian besar warga. Penelitian ini mengkarakterisasi pola genangan pascabanjir dan kondisi jaringan jalur evakuasi berdasarkan data Social Sensing yang dihimpun melalui transect walk GPS dan survei rumah tangga. Sampel ditentukan dengan formula Slovin (n = 170 KK) melalui proportional stratified sampling, dikombinasikan dengan penandaan GPS pada titik genangan dan jalur evakuasi. Ketinggian genangan rerata tercatat 300 cm dan durasi rerata 5,0 hari; sebanyak 76,5% responden menilai jalur evakuasi tidak memadai, dengan hambatan dominan berupa genangan air dalam dan ketiadaan penerangan jalan. Temuan ini menegaskan urgensi penyusunan prioritas perbaikan infrastruktur jalur evakuasi berbasis data Social Sensing sebagai dasar mitigasi banjir tingkat desa.   Kata kunci: Genangan Banjir, Jalur Evakuasi, Kerentanan Infrastruktur, Sosial Sensing     Abstract   Reuleut Timur Village, North Aceh Regency, repeatedly floods from the Krueng Ajo and Krueng Pase rivers, with historical inundation depths of 200–450 cm and post-flood inundation durations of up to 30 days; the existing evacuation route network is considered inadequate by most residents. This study characterized post-flood inundation patterns and evacuation route conditions using Social Sensing data from GPS-assisted transect walks and a household survey. The sample (n = 170 households) was determined using the Slovin formula through proportional stratified sampling, combined with GPS marking of inundation points and evacuation routes. The mean inundation depth was 300 cm and the mean duration was 5.0 days; 76.5% of respondents rated evacuation routes as inadequate, with dominant barriers being deep standing water and absent street lighting. These findings underline the need to prioritize evacuation-route infrastructure improvement based on Social Sensing data for village-level flood mitigation.   Keywords: Evacuation Route, Flood Inundation, Infrastructure Vulnerability, Social Sensing