Pupuk organik cair merupakan pupuk yang berasal dari bahan baku hewani maupun nabati. Salah satu jenisnya adalah pupuk organik cair berbahan dasar cangkang kerang tiram, karena cangkang tersebut mengandung nutrisi penting yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur hara dalam pupuk organik cair yang dibuat dari cangkang tiram. Proses pembuatan dilakukan dengan mencampurkan molase, Effective Microorganism (EM21), dan asam humat. Bahan utama yang digunakan meliputi 200 gram cangkang tiram yang telah dihaluskan, 1.500 ml air, serta 200 gram sisa sayuran sebagai variabel tetap. Adapun variabel bebas penelitian ini adalah lama fermentasi (15, 20, 25, 30, dan 35 hari) dan volume EM21 (20, 30, 40, 50, dan 60 ml). Penelitian ini berfokus pada pengaruh variasi volume EM21 terhadap kandungan nitrogen, C-organik, rasio C/N, dan pH pupuk organik cair. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar nitrogen tertinggi dicapai pada hari ke-15 dengan penambahan 60 ml EM21, yakni sebesar 0,56%. Kandungan C-organik tertinggi diperoleh pada hari ke-20 dengan volume EM21 50 ml, yaitu 0,39%, di mana peningkatan waktu fermentasi cenderung meningkatkan kandungan C-organik. Hasil pengukuran pH menunjukkan bahwa nilainya berada dalam kisaran standar pupuk organik cair (4–9). Rasio C/N terbaik ditemukan pada fermentasi hari ke-20 dengan penambahan 20 ml EM21, sebesar 13,93%. Secara keseluruhan, semakin lama fermentasi, kadar nitrogen mengalami penurunan, sementara kandungan C-organik dan rasio C/N meningkat. Durasi fermentasi yang lebih panjang juga cenderung menurunkan nilai pH.