Della Rahmayani
UIN Raden Mas Said Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KESENJANGAN PRAKTIK DAN REKONSTRUKSI PAI INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Della Rahmayani; Muhammad Hazib Khoironi; Annisa Sandy Hudha; Syahru Fajar Ibrahim; Hakiman Hakiman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10250

Abstract

ABSTRACT This study is grounded in the persistent mismatch between conceptual frameworks and the actual implementation of Islamic Religious Education (PAI) for students with special needs within inclusive education systems. It aims to identify the nature of this gap while formulating a more responsive learning approach grounded in Islamic values. The research employs a qualitative approach using library research by examining scholarly articles, academic books, and relevant policy documents. Data were analyzed through thematic analysis, involving processes of selection, coding, categorization, and interpretation to uncover key implementation patterns. The findings reveal three main issues: limited teacher competence in managing inclusive learning, suboptimal use of adaptive instructional strategies, and weak collaboration among stakeholders in supporting educational services. Additionally, the tendency toward uniform teaching practices hinders the fulfillment of individual learners’ needs. Based on these findings, the study emphasizes that the development of inclusive PAI requires an integrative learning model that combines differentiated, multisensory, and collaborative approaches within a unified framework. This model is grounded in the principles of justice, equality, and compassion as core values in the learning process. Therefore, the proposed approach is expected to foster more adaptive, humanistic, and sustainable educational practices. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari masih adanya ketidaksesuaian antara kerangka konseptual dan praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi anak berkebutuhan khusus dalam sistem pendidikan inklusif. Studi ini bertujuan mengidentifikasi bentuk kesenjangan tersebut sekaligus merumuskan pendekatan pembelajaran yang lebih responsif berbasis nilai keislaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui library research dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan. Data dianalisis menggunakan thematic analysis melalui proses seleksi, pengodean, pengelompokan, dan penarikan makna untuk menemukan pola utama implementasi.Hasil kajian menunjukkan tiga temuan pokok, yaitu keterbatasan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran inklusif, belum optimalnya penggunaan strategi pembelajaran adaptif, serta lemahnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung layanan pendidikan. Selain itu, praktik pembelajaran yang masih cenderung seragam menjadi faktor yang menghambat pemenuhan kebutuhan individual peserta didik. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan PAI inklusif memerlukan model pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan diferensiatif, multisensori, dan kolaboratif dalam satu kerangka yang utuh. Model ini berlandaskan nilai keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang sebagai prinsip utama dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pendekatan yang dihasilkan diharapkan mampu mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang lebih adaptif, humanis, dan berkelanjutan.
A Comparative Analysis of Communal Iftar Practices in Campus and Community Mosques: A Living Fiqh Perspective from Sukoharjo, Indonesia Della Rahmayani; Azzahra Sindhi Latifa; Qodim Ma'shum
Journal of Indonesian Islamic Studies Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Indonesian Islamic Studies (April)
Publisher : Postgraduate Program of the State Islamic Institute of Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jiis.v5i2.10061

Abstract

This study examines the practice of communal iftar (iftar jama‘i) across two contrasting institutional settings, namely campus mosques and community mosques in Sukoharjo Regency, Indonesia. It aims to analyze how iftar activities are organized, how patterns of congregational behavior differ, and how these practices can be interpreted within the framework of fiqh al-‘ibādah. Using a qualitative descriptive-comparative approach, data were collected through participatory observation and in-depth interviews with mosque administrators, Ramadan committees, and congregants. The findings indicate that institutional structure plays a significant role in shaping religious practices. Campus mosques tend to implement highly structured and regulated systems, characterized by formal committees, standardized food distribution, and controlled participation mechanisms. In contrast, community mosques exhibit more flexible, participatory, and socially embedded practices, relying on voluntary contributions and collective engagement. Despite these differences, both contexts remain consistent with the normative principles of fiqh al-‘ibādah, particularly in encouraging timely iftar and promoting social charity. These findings demonstrate that religious practices are not static but are dynamically negotiated within specific social contexts. This study reinforces and extends the concept of living fiqh by showing how normative Islamic teachings are continuously interpreted in everyday religious life. It also provides practical implications for mosque management in designing religious activities that balance normative compliance with social inclusivity, thereby offering a more integrated and context-sensitive understanding of contemporary Muslim religious practices during Ramadan.
Integrating Maqasid al-Shari'ah with National Regulations in an Australian Islamic Centre College Azzahra Sindhi Latifa; Della Rahmayani
Jurnal Man-anaa Vol. 2 No. 2 (2025): Man Ana: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prgram Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/man.v2i2.492

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana Australian Islamic Centre College (AICC) mengintegrasikan prinsip-prinsip maqasid al syariah ke dalam tata kelola keselamatannya. Kajian ini menelaah lima dokumen kebijakan yang berkaitan dengan perlindungan peserta didik, yaitu First Aid, Distributing Medicine, Anaphylaxis Management, Occupational Health and Safety, dan Child Safe Program. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen yang sistematis, penelitian ini mengevaluasi bagaimana kebijakan tersebut mencerminkan tujuan maqasid, yaitu perlindungan jiwa, akal, agama, keturunan, dan harta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa First Aid berfungsi sebagai mekanisme utama hifz al nafs melalui prosedur darurat dan pelatihan staf. Distributing Medicine mendukung hifz al nafs dan hifz al aql melalui pengaturan pemberian obat yang aman. Anaphylaxis Management memperkuat hifz al nafs melalui identifikasi risiko dan kesiapsiagaan. Occupational Health and Safety mendukung hifz al mal dan hifz al nafs melalui pemeliharaan fasilitas. Child Safe Program mencerminkan hifz al nasl dan hifz al din dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan etis. Penelitian ini menawarkan model penyelarasan nilai Islam dengan regulasi nasional.