Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Beyond Styles: An Integrative Framework of Educational Leadership Theories and Models Afra Fitriani; Ni Putu Saras Dewi; Henny Suharyati
Journal of Educational Management Research Vol. 4 No. 6 (2025)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v4i6.1207

Abstract

This study aims to clarify which leadership configurations most effectively enhance teaching quality and student outcomes in schools. Using a structured literature review guided by PRISMA, we searched Scopus, ERIC, Web of Science, Garuda, and Google Scholar (2014–2024) with Indonesian/English keywords on instructional, transformational, servant/teacher, distributed/visionary, and transactional leadership. Inclusion criteria were peer-reviewed journal articles in educational contexts with clear theoretical grounding and/or empirical evidence; records were screened, full texts appraised (JBI/MMAT), and findings synthesized thematically. Results indicate that no single style is sufficient. The most consistent gains arise from an integrated configuration: (a) instructional leadership to set academic goals, conduct classroom observation–feedback, and align curriculum–assessment; (b) transformational leadership—especially idealized influence, inspirational motivation, and intellectual stimulation—to build commitment and innovation; (c) servant/teacher leadership to strengthen psychological safety and professional ownership; and (d) distributed/visionary structures to secure continuity and strategic direction, with transactional elements used to maintain procedural reliability. This configuration converts trust into classroom practice via data-informed coaching and protected time for PLCs. Implications include designing leadership development that couples moral–relational competencies with auditable instructional routines, revising accreditation to value classroom practice evidence, and investing in data literacy and digital tools to support evidence-based instructional decisions.
PERAN PERBANDINGAN KEUNGGULAN DAN KETERBATASAN PENERAPAN ALIRAN DALAM KASUS MANAJEMEN PENDIDIKAN Ary Bayu Nugraha; Afra Fitriani; Dadang Jaenudin
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.1131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran perbandingan keunggulan dan keterbatasan penerapan berbagai aliran manajemen—yakni aliran klasik, hubungan manusia (human relations), sistem, dan kontingensi—dalam konteks manajemen pendidikan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis tematik dari berbagai jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2020–2025). Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan kajian literatur yang melibatkan 25 sumber utama serta beberapa jurnal pendukung internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aliran memiliki kontribusi signifikan terhadap efektivitas pengelolaan pendidikan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada konteks sosial, budaya, dan struktural lembaga pendidikan. Aliran klasik unggul dalam efisiensi dan struktur organisasi, tetapi kurang memperhatikan aspek psikologis guru. Aliran hubungan manusia menonjol dalam membangun motivasi dan harmoni kerja, namun lemah dalam pengendalian produktivitas. Aliran sistem menekankan koordinasi dan keterpaduan, tetapi memerlukan kemampuan manajerial tinggi. Sementara itu, aliran kontingensi menawarkan fleksibilitas adaptif, namun berisiko inkonsistensi kebijakan jika tidak dikelola dengan baik. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan kombinasi multidimensi dari berbagai aliran akan lebih efektif dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang efisien, humanis, dan kontekstual.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KOMITMEN PROFESI GURU PADA SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH Ahmad Lazuardi Al-Fitrie; Artono Artono; Ary Bayu Nugraha; Afra Fitriani; Tirta Safirah Modeong; Iyan Irdiyansyah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5529

Abstract

Komitmen profesi guru merupakan salah satu faktor penting yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru, namun hingga saat ini masih terbatas instrumen yang dikembangkan secara khusus sesuai dengan karakteristik guru pada satuan pendidikan menengah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi instrumen komitmen profesi guru menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D). Tahap development melibatkan 30 guru untuk uji coba awal, sedangkan tahap implementation melibatkan 95 guru dari lima satuan pendidikan menengah di wilayah Bogor dan Depok. Instrumen disusun berdasarkan lima dimensi komitmen profesi guru yang menghasilkan 20 butir pernyataan awal. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas item, reliabilitas Cronbach's Alpha, dan Exploratory Factor Analysis (EFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu butir dieliminasi pada tahap pengembangan sehingga diperoleh 19 butir instrumen akhir. Seluruh butir memenuhi kriteria validitas empiris dan instrumen memiliki reliabilitas tinggi. Hasil EFA menunjukkan bahwa instrumen memenuhi persyaratan validitas konstruk dan secara empiris membentuk empat faktor utama yang mampu merepresentasikan konstruk komitmen profesi guru. Dengan demikian, instrumen yang dikembangkan dinyatakan valid, reliabel, dan layak digunakan sebagai alat ukur komitmen profesi guru pada satuan pendidikan menengah serta dapat dimanfaatkan dalam penelitian maupun evaluasi pengembangan sumber daya manusia pendidikan.